Dongeng

Putri Yang Rendah Diri

Kerajaan Kayu Angin merupakan sebuah negeri yang makmur. Negeri itu dipimpin oleh raja yang bijaksana. Sang Raja mempunyai dua orang putri. Putri sulungnya mempunyai paras yang cantik jeli­ta, bernama Putri Savitri. Sedangkan putri bungsunya bernama Putri Kemala. Wajahnya tidak secantik kakaknya, bahkan boleh dikatakan sangat buruk. Namun Raja dan Ratu tidak mem­bedakan keduanya. Mereka diasuh dengan penuh kasih sayang.

Walaupun begitu, Putri Kemala selalu merasa ren­dah diri melihat kecantikan kakaknya. Semua rakyat selalu memuja Putri Savitri. Sedangkan hanya sedikit rakyat yang mengenal Putri Kemala sebagai putri kerajaan. Dia selalu menghindari keramaian. Sang Ratu mengetahui rasa ren­dah diri yang dialami Putri Kemala.

Suatu hari ia menemukan putrinya melamun di sudut taman, di sampingnya ter­dapat kolam air yang bening. Rupanya Putri Kemala baru saja bercer­min di kolam. Matanya sembab, terlihat baru menangis. Ratu memeluk Putri Kemala.

“Anakku, kecantikan wajah hanya bisa dilihat. sedangkan kebaikan, kecerdasan, dan kebijaksanaan akan selalu dirasakan dan dikenang orang,” hibur Ratu pada Putri Kemala. Putri melihat bundanya menatapnya dengan penuh kasih sayang. Sang putri pun tersenyum, ia tahu Bunda Ratu tidak pernah berbohong. la pun mulai saat itu bersemangat untuk mempercerdas diri dengan ilmu pengetahuan. Semua ilmu pengetahuan dikuasainya. Kebaikan hatinya dikenal semua penghuni istana, la tidak segan­-segan untuk menolong sesama.

Pada suatu hari terdengar kabar bahwa Kerajaan Batu Putih, kerajaan tetangga yang tersohor senang berperang, akan menyerang Kerajaan Kayu Angin. Baginda Raja Kayu Angin sangat cemas mendengarnya. Raja Batu Putih terkenal kejam dan tamak. la tidak ingin rakyatnya jadi kor­ban. Dikumpulkannya penasihat, menteri-menteri dan hulubalang kerajaan. Berhari-hari mereka mengadakan pertemuan untuk membahas masalah itu. Tapi tak seorang pun dapat memberikan saran untuk mengatasi penyer­buan Raja Batu Putih. Raja pun semakin cemas mengingat harinya akan semakin dekat. Tiba­-tiba Putri Kemala muncul di hadapan Raja dan memberanikan diri berbicara.

“Ayahanda, izinkan hamba menghadapi Raja Batu Putih”

“Putriku, Raja Batu Putih adalah raja yang kejam, tidak mungkin kamu sanggup meng­hadapinya.”

“Saya mohon Ayahanda per­caya, saya sanggup menghadapi raja lalim itu. Lagi pula ayahanda tidak ingin rakyat jadi korban, bukan?”

Melihat kesungguhan putrinya dan tahu akan kecerdasan Putri Kemala, Raja pun mengizinkan Putri Kemala untuk menghadapi Raja Batu Putih.

Setelah meminta Ayah, Bunda dan kakaknya mengungsi semen­tara waktu, Putri Kemala lalu pergi keluar istana. Ternyata selama ini sang putri sering menyusup ke luar istana untuk bermain dengan rak­yat jelata. Dia lalu mengumpulkan teman-temannya dan menyusun rencana untuk mencegah penyerbuan Raja Batu Putih. Mereka pergi tanpa senjata. Hanya mem­bawa berkarung-karung kotoran dan sampah, serta mengenakan pakaian kotor dan compang-cam­ping. Mereka bergegas menuju tempat di mana mata-mata kerajaan melaporkan Raja Batu Putih akan menyerbu kerajaan.

Dari kejauhan pasukan Raja Batu Putih memasuki wilayah kerajaan Kayu Angin. Sang Raja kaget melihat banyak orang berpakaian compang-cam­ping duduk bermalas­-malasan di sebuah desa. Saat sedang kebingung­an, seorang perem­puan menghampiri dan menyapanya. Wajahnya jelek dan memakai pakaian yang sangat kumal.

“Selamat datang di kerajaan kami, perkenalkan saya Putri Kemala, putri dari kerajaan ini.”

Raja Batu Putih menatap heran Putri Kemala. la spontan menutup hidungnya ketika mencium bau busuk dari pakaian yang dikenakan Putri Kemala.

“Wah, putrinya buruk rupa dengan rakyat yang miskin dan malas! Apa yang bisa diambil dari kerajaan ini?” pikir Raja Batu Putih sambil berlalu dari hadapan Putri Kemala tanpa sepatah kata pun. Dia lalu mengerahkan pasukannya untuk kembali ke negerinya. Putri Kemala tersenyum, rencananya berhasil.

Seluruh rakyat di Kerajaan Kayu Angin menyambut gembira kepu­langan Putri Kemala.

Putri Kemala berhasil mengusir pasukan Raja Batu Putih tanpa sedikit pun kekerasan yang mengorbankan rakyatnya. Semua orang mengelu-elukan Putri Kemala, putri buruk rupa, namun cerdas dan baik hati. Sang putri pun menyadari apa yang dikatakan Bunda Ratu memang benar. Dan ia pun lebih mensyukuri keadaannya yang membu­at rakyatnya bangga padanya.@@@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s