Fabel

Tupai Kecil Mencari Dokter

Hari masih gelap. Tutu si tupai kecil masih tidur nyenyak di lubang sebuah pohon pinus.

Tiba-­tiba ia terbangun mendengar rintihan kesakitan Kakek Pohon Pinus.

“Kenapa, Kek?” tanya Tutu sambil menggosok-gosok matanya.

“Sakit! Badanku sangat sakit,” rintih Kakek Pohon Pinus.

“Tenang, Kek! Saya akan segera memanggil dokter,” kata Tutu.

Tupai kecil itu lalu melompat dari satu dahan ke dahan pohon lain. Tutu pergi ke rumah Burung Hantu. Rupanya Burung Hantu baru saja pulang dari mencari tikus sawah. Dia merasa lelah dan ingin segera tidur. Ia terkejut melihat Tutu di depan rumahnya.

“Ada apa, Tutu?” tanya Burung Hantu. “Kakek Pohon Pinus sakit. Dia merintih-rintih kesakitan. Tolonglah Kakek Pohon Pinus,” sahut Tutu cemas.

“Wah, pasti ada ulat jahat yang menggigitinya. Saya hanya bisa menerkam tikus sawah. Tidak bisa menangkap ulat. Tutu, kau harus mencari dokter yang bisa menangkap ulat.”
Tutu berpikir, hari masih begitu pagi, dia harus mencari siapa? Tiba-tiba dia teringat Burung Kepodang yang biasa bangun sangat pagi. Tutu segera pergi mencarinya.

Mendengar Kakek Pohon Pinus sedang sakit, Burung Kepodang segera terbang kesana. Ia memeriksa tubuh Kakek Pohon Pinus. Dia melihat banyak ulat tusam yang merangkak ke sana ke mari di tubuh Kakek Pohon Pinus.

“Tutu,” kata Burung Kepodang kepada Tutu. “Saya hanya bisa menangkap kupu-kupu dan ulat-ulat kecil. Sedangkan ulat ini begitu besar dan penuh bulu. Saya tidak berani memakannya. Tapi kamu jangan khawatir. Saya akan pergi mencari ahli penangkap ulat tusam.” Tidak lama kemudian, Burung Kepodang datang lagi bersama Burung Murai.

“Jangan khawatir, Tutu. Saya akan berusaha menyembuhkan Kakek Pohon Pinus,” kata Burung Murai sambil memeriksa tubuh Kakek Pohon Pinus.

Murai lalu menangkap seekor ulat tusam. Ia menggosok-gosokkan ulat itu pada ranting pohon, sehingga bulu ulat copot semua. Setelah itu ia menelan ulat tusam itu. Satu ekor, dua ekor, tiga ekor.… Tutu menghitung ulat yang dimakan Burung Murai. Dalam sekejap saja, Burung Murai telah memakan 10 ekor ulat.

“Kamu sangat hebat, Burung Murai,” puji Tutu. Kakek Pohon Pinus yang tadinya sakit, kini tampak mulai segar.

“Kakek, apakah Kakek sudah merasa baikan?” kata Tutu. Lalu dia menceritakan semua kehebatan Burung Murai tadi.

“Terima kasih, Burung Murai. Sekarang saya sudah merasa lebih enak. Tapi perut saya masih terasa sakit.”

“Pasti masih ada anak ulat di dalam perut Kakek. Ulat-ulat itu bersembunyi sangat dalam di tubuh Kakek. Saya tidak bisa menangkap mereka. Tutu, engkau harus pergi minta bantuan Burung Pelatuk,” kata Burung Murai.

Tutu kembali berlari mencari Burung Pelatuk. Setelah berhasil menemukannya, Tutu menceritakan penyakit Kakek Pohon Pinus padanya. Burung Pelatuk segera terbang ke tempat Kakek Pohon Pinus.

“Kakek tidak usah cemas. Biar saya periksa dulu tubuh Kakek.”

Dengan paruhnya yang tajam, Burung Pelatuk mematuk ke sana ke mari. Saat menemukan lubang ulat, ia segera merobek kulit Kakek Pohon Pinus dengan paruhnya yang lancip. Ia lalu menjulurkan lidahnya yang kecil dan panjang ke dalam lubang. Lalu dia menangkap ketua ulat yang bersembunyi di dalam perut Kakek Pohon Pinus. Satu demi satu ditangkapnya ulat­-ulat itu.

Tutu terus memperhatikannya. Burung Pelatuk adalah dokter hutan rimba yang hebat, puji Tutu dalam hati. Setelah semua ulat habis dipatuk, perut Kakek Pohon Pinus tidak merasa sakit lagi.

“Terima kasih, Tutu. Terima kasih Burung Pelatuk,” kata Kakek Pohon Pinus gembira karena merasa segar kembali. Daunnya yang rimbun bergoyang-goyang ditiup angin.

Tidak terasa hari sudah gelap. Rupanya Tutu sudah sibuk seharian mencari dokter untuk Kakek Pohon Pinus. Dengan kelelahan dia berbaring di pangkuan Kakek Pohon Pinus dan tertidur. @@@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s