Dongeng

Mangga Masam Mangga Manis Pak Rangga

Suatu hari, Pak Rangga membeli dua buah bibit pohon mangga di balai pembibitan tanaman. Bibit mangga itu yang satu lebih tinggi dan yang lainnya lebih pendek. Pak Rangga menanam kedua bibit mangga itu berdampingan di halaman belakang rumahnya. Lubang tempat menanam diberi pupuk secukupnya. Setelah ditanam, kedua pohon itu disiram untuk pertama kalinya.

“Nah,” kata Pak Rangga. “Kau yang lebih tinggi kuberi nama Manggata, karena lebih tua. Dan kau yang lebih pendek kuberi nama Manggada, karena lebih muda. Mudah-mudahan kalian tumbuh subur dan menghasilkan banyak buah!”

Pak Rangga merawat kedua pohon mangga itu baik-baik. Kedua pohon mangga itu pun tumbuh subur dan mulai berbuah. Karena Manggata lebih tua, buahnya lebih dulu besar. Sementara itu buah Manggada masih kecil-kecil.

Ketika sudah tiba masanya, buah manggata mulai banyak yang masak dan ranum. Dua diantaranya jatuh ke tanah. Pak Rangga memungut buah itu dan memakannya bersama anak dan istrinya. “Hm, manis sekali,” kata mereka.

Manggada pun ikut senang dan berkata pada Manggata, “Kak Manggata, aku ikut senang kau telah menghasilkan buah yang manis.”

“Terima kasih Manggada,” jawab Manggata. “Suatu hari nanti engkau pun akan menghasilkan buah yang lebat dan manis rasanya. Aku pun akan ikut senang juga.”

Sebulan kemudian Manggada juga menghasilkan buah yang ranum dan besar-besar.

Sebuah diantaranya terlampau matang dan jatuh ke tanah. Pak Rangga memungut dan memakannya bersama keluarganya. Namun, wajah mereka semua tampak kecewa, “Uh, masam sekali! Padahal pohon magga ini dari bibit pilihan juga,” keluh Pak Rangga.

Alangkah sedihnya Manggada. Namun Manggata segera mengiburnya, “Bersabarlah Manggada. Itu kan, baru permulaan. Suatu ketika nanti buahmu pasti manis juga. Tabahlah.”

Beberapa hari kemudian buah Manggada jatuh lagi ke tanah. Pak Rangga segera memungutnya. Setelah dicoba, ternyata masam juga. Pak Rangga berpikir, percuma bersusah payah merawat Manggada. Sebab pohon itu menghasilkan buah yang masam.

“Aku putuskan untuk menebang Manggada!” katanya pada istrinya.

Kesedihan Manggada semakin bertambah mendengar berita itu. Manggata tiba-tiba mendapat akal. “Manggada, jangan terus bersedih. Aku akan menjatuhkan sebagian buahku ke tanah di dekat pohonmu. Kamu juga harus menjatuhkan sebagian manggamu ke tanah di dekatku,” kata Manggata.

Manggada senang dan setuju dengan usulan Manggata. Demikianlah, mulai saat itu, setiap malam Manggata menjatuhkan sebagian buahnya ke tanah di dekat manggada. Begitu juga sebaliknya.

Pagi itu Pak Rangga keluar dari rumahnya sambil membawa parang. Manggada sangat ketakutan. Untunglah, ketika Pak Rangga melihat beberapa buah ranum di dekat Manggada, ia mengurungkan niatnya.

“Biarlah kucoba sekali lagi,” gumam Pak Rangga dalam hatinya. “Bila masih masam, akan kutebang pagi ini juga.”

Pak Rangga mengupas dan mencoba buah itu dengan was-was. Ia terbelalak kaget. Ai, manis sekali. Padahal kemarin rasanya masam.”

Hari itu Pak Rangga tak jadi menebang Manggada. Tentu saja Manggada menyampaikan terima kasih banyak kepada Manggata.

Di lain hari, Pak Rangga kembali kaget. Ketika ia mencoba buah yang tergeletak di bawah Manggata, ia menemukan buah yang rasanya masam diantara buah-buah yang manis.

“Kedua pohon ini kacau!” keluhnya. Saat itu Pak Bonbon, tetangga Pak Rangga lewat.

“Ada apa Pak Rangga?” tanya Pak Bonbon saat melihat wajah Pak Rangga yang sedang bingung.

Pak Rangga lalu menceritakan keanehan pohon mangganya. Pak Bonbon yang memiliki restoran, tersenyum mendengar cerita Pak Rangga.

“Pak Rangga tak usah khawatir. Aku akan membeli semua manggamu, baik yang masam maupun yang manis. Aku menjual jus buah di restoranku. Jus mangga sangat disukai pembeli. Jus mangga yang enak adalah campuran mangga masam dan manis. Bila terlalu manis, tidak enak juga!”

Pak Rangga merasa senang sekali karena buah-buah mangganya laku. Tentu saja Manggata dan Manggada yang paling gembira. Manggada mengucapkan terima kasih sekali lagi pada Manggata yang telah menyelamatkannya.@@@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s