Fabel

Tiga Permintaan Oli

Dahulu kala, ada seekor ulat hijau bernama Oli. Ia tinggal di ranting sebatang pohon beringin. Pohon itu terletak di halaman sebuah pondok bambu di tepi hutan. Pondok itu dihuni seorang manusia.

Oli sedih karena ia merasa tidak disayang oleh manusia itu. Ia tidak pernah dielus-elus seperti Coco dan Cici, sepasang kelinci milik manusia itu. Ia juga tidak pernah dimandikan seperti Bebo, si burung beo. Bahkan Kiti kucing mendapatkan tempat tidur hangat. Dan Dogi anjing selalu diajak berjalan-jalan.

Oli teringat, bagaimana manusia itu memperlakukan dirinya. Waktu itu Oli sedang asyik mengunyah daun di sebatang ranting. Sedang asyiknya ia makan, tiba­-tiba… PLAK! Ranting itu bergoyang terkena pukulan sebatang dahan yang diayunkan manusia. BLUK! Oli pun jatuh terguling ke tanah.

“Ulat jelek! Di mana tadi jatuhnya?” suara manusia itu terdengar jengkel. Oli terjatuh di dekat sehelai daun kering. Ia pun cepat merayap sembunyi di bawahnya hingga manusia itu tidak melihatnya.

Manusia mungkin tak suka padaku karena aku jelek. Begitu pikir Oli. Ia tidak selucu Coco dan Cici. Tidak seindah Bebo, tidak secantik Kiti, dan tidak pula segagah Dogi.
Pada suatu malam yang dingin, Oli bermimpi bertemu peri. Peri itu mungil, bersayap, dan tampak sangat ramah. Ia terbang berputar-putar di dekat Oli.

“Aku bisa mengabulkan tiga permintaanmu. Ucapkanlah setiap kali matahari akan terbit,” ujar Sang Peri.

Oli pun tersentak bangun. Bersamaan dengan itu terdengar kokok ayam-ayam hutan bersahutan menyambut pagi. Tanpa pikir panjang, Oli berteriak lantang. “Peri, aku ingin menjadi sesuatu yang indah yang disukai manusia!” Tiba-tiba, Oli merasakan tubuhnya bergulung. Lalu ada benda berkilau yang menutupi seluruh tubuhnya tertekuk. Benda yang menutupi Oli itu berbentuk bulat, agak lancip di ujungnya. Benda itu memantulkan cahaya keemasan diterpa sinar matahari pagi. Oli pun tergantung di dedaunan tanpa bergerak.

Ketika menusia itu menemukan Oli yang telah berubah wujud, ia berseru, “Wah, benda berkilauan apa ini? Bagus sekali…,” Oli senang mendengarnya. Peri dalam mimpinya benar-benar telah mengabulkan permintaannya. Oli berubah menjadi sesuatu yang indah dan disukai manusia.

Lewat sepuluh hari, Oli merasa bosan. Ia ingin keluar dari benda berkilauan itu. Ia ingin bebas menikmati kehangatan hutan.

Saat matahari terbit esok harinya, Oli mengucapkan permintaannya yang kedua, “Peri, aku ingin bebas dari benda ini!”

Tak lama, ia merasakan ada sesuatu yang berubah pada tubuhnya. Benda yang mengurungnya perlahan terbuka. Matanya silau saat sinar matahari pagi masuk lewat celah yang terbuka.

Saat benda itu terkuak lebar, Oli pun beranjak keluar. Oli kaget! Tubuhnya berubah. Kini ia mempunyai sepasang sayap indah!

Oli bukan lagi seekor ulat hijau menjijikkan, yang bergerak lamban di antara dedaunan. Ia telah menjelma menjadi hewan mungil bersayap cantik. Warna tubuhnya perpaduan dari warna hitam mengkilap dan kuning keemasan. Sayap lebarnya dihiasi dengan bulatan-bulatan berwarna kuning kecoklatan.

“Terima kasih, Peri” Oli tersenyum riang.

Hup! Oli mencoba mengepak­kan sayapnya. Waah… ia kini bisa terbang sesuka hati. Oli melayang-layang mengitari sekeliling pondok bambu. Di samping pohon beringin, tampak Coco dan Cici sedang berkejaran, Bebo berceloteh, Kiti memainkan ranting-ranting pohon, dan Dogi berlarian kesana-kemari.

“Wow… cantik sekali,” terdengar lagi suara manusia yang memujinya. Oli bangga. Ia kini bebas terbang tanpa takut terkena pukulan manusia. Tiba-tiba Oli teringat. Ia masih memiliki satu permintaan lagi kepada peri mungil.

Saat matahari terbit esok harinya, Oli berseru, “Peri, aku akan sangat berterima kasih jika semua ulat bisa berubah menjadi cantik sepertiku!”

Peri pun kembali mengabulkan permohonan Oli yang terakhir. Konon sejak saat itulah, semua jenis ulat akan mengalami metamorfosis. Itu adalah proses perubahan bentuk dari ulat, menjadi kepompong keemasan, lalu menjadi kupu-kupu cantik yang disukai manusia. @@@

By Dewi Ratna Wulan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s