Fabel

Pertolongan Peri Jahil

“Huk, huk …!” Dom-Dom terbatuk-batuk. Asap tebal memasuki celah-celah dinding kayu rumah Paman Petani.

“Siapa sih, yang melakukan semua ini?” gerutunya kesal. Domba yang memiliki bulu warna putih ini, tidak suka dengan bau asap.

Nampak di deretan sebelah kandangnya, semua peliharaan Paman Petani mengalami nasib yang sama. Dengan geram Dom-Dom mengembik-ngembik, agar Paman Petani mendengar teriakannya dan mau membukakan pintu. Juga untuk mengeluarkan asap, agar tidak memenuhi ruangan.

“Oo … ternyata penyebab dari semua ini, adalah ulah anak manusia. Ia suka sekali main dengan batang korek api, dan membakar sampah di sembarang tempat,” gumam Dom-Dom, begitu pintu kandangnya terbuka.

Sepertinya, anak manusia itu tidak tahu, kalau perbuatannya sangat berbahaya dan merugikan orang lain. Selain serpihan abunya bisa beterbangan ke mana-mana, juga bikin pakaian yang ada di jemuran berbau asap.

“Petok, petok, bagaimana ini Dom-Dom? Kita tidak bisa membiarkan anak manusia itu, terus menerus melakukan hal seperti itu?” tanya Ayam.

“Iya, perbuatan anak manusia itu sangat keterlaluan, bikin aku geram saja,” jawab Kelinci tidak mau kalah.

“Kalau begitu, adukan saja pada orang tuanya,” kata Sapi.

“Embek … sebenarnya usul kamu bener juga. Tapi, apa mereka mengetahui bahasa kita?” jawab Dom-Dom. Akhirnya, mereka pun terdiam, karena tidak dapat menemukan jalan keluarnya.

“Ehem, ehem, apa ada yang bisa saya bantu?” Peri Jahil tiba-tiba muncul. Dengan segenap kejengkelan, para hewan menceritakan kejadian yang dialami.

Peri Jahil pun berpikir untuk mencari cara, agar bisa memberi pelajaran pada anak manusia. Ia memanggil beberapa temannya, dan merundingkan suatu rencana.

Keesokan harinya, mereka menemui anak manusia itu. Ia sedang mengumpulkan beberapa ranting pohon kering dan sampah-sampah kotor, yang berserakan di jalan. Hal yang menjadi kebiasaan sehari-harinya. Tapi, kali ini anak manusia itu seperti kebingungan mencari sesuatu, dalam saku celananya.

“Hai, benda inikah yang kau cari?” terdengar suara kecil, tak jauh dari tempatnya berdiri. Tak lama kemudian, tampak oleh anak manusia itu Peri Jahil melongokkan kepala, dari balik rumpun bunga. Anak manusia itu memperhatikan, benda kecil yang ia cari, ada padanya. Rupanya anak manusia itu tidak tahu, kalau Peri Jahil suka mempermainkan orang, dan tidak bisa dipercaya.

“Berikan korek apiku?” kata anak itu.

“Nih … tapi ada syaratnya, jika kamu ingin korek api ini kembali padamu,” kata Peri Jahil. “Syaratnya, jika kamu akan membakar sampah-sampah itu, kamu harus berdo’a dulu. Mudah-mudahan, sampah yang aku bakar tidak mengganggu semua orang, dan mudah-mudahan semua akan kembali seperti semula.”

Anak itu menuruti semua perintah Peri Jahil, sementara Peri Jahil menghilang seperti entah kemana. Kemudian anak itu bergegas pulang, karena panggilan ibunya yang menyuruhnya membeli sesuatu, di toko.

Ketika hendak pulang, ia mendengar suara aneh di belakangnya. Tampak di belakang anak itu, ada serpihan abu bekas sampah pembakaran, mengikuti langkahnya. Hal itu membuatnya takut dan jijik. Ia pun lari kembali ke rumahnya.

“Stop, jangan lari! Bukankah semua itu serpihan bekas sampah, yang kamu bakar kemarin?” kata Peri Jahil.

“Tidak!” jawabnya dengan ketakutan. “Suruhlah serpihan-serpihan ini pergi. Aku tidak suka dengan baunya, membuat pakaianku kotor, dan aku berjanji tidak lagi membakar sampah, di tempat sembarangan,” kata anak itu sambil terisak.

Dalam sekejap, semua serpihan hilang tanpa bekas sedikit pun.

Sementara Dom-Dom dan kawan-kawannya sangat lega, menyaksikan semua itu. “Aku yakin, setelah kejadian ini, anak manusia itu tak akan berani bermain dengan korek api,” kata Peri Jahil ketika hendak pergi.

“Iya, semua ini berkat pertolonganmu. Terima kasih, ya?” Peri Jahil hanya mengangguk sambil tersenyum.@@@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s