Dongeng

Sang Pangeran dan Putri Bangau

Alkisah serombongan tentara kerajaan mengiringi seorang Pangeran di siang terik. Mereka menuju hutan berawa-rawa, untuk berburu burung bangau.

Pangeran dan rombongannya tampak kelelahan dan karena siang itu panas sekali, maka mereka beristirahat sejenak. Namun Pangeran tidak sabar. Setelah makan dan minum, diam-diam ia menyusuri hutan menuju rawa-rawa. Tempat berkumpul burung-burung bangau. Menyandang busur dan anak panahnya, ia mengendap-endap.

Tiba-tiba dilihatnya seekor burung bangau besar sedang mencari makan. Pangeran segera membidikkan senjatanya. Namun ia mengurungkan niat melepaskan anak panah. Ia tertegun oleh sesuatu di atas punggung bangau. Tampak seorang gadis cantik dan anggun, membawa sebuah keranjang dan memasukkan setiap ikan yang ditangkap bangau ke dalamnya.

Pangeran terpesona kecantikan dan keanggunan gadis itu, hingga terpaku ditempat. Ia baru tersadar ketika bangau terbang bersama gadis itu. Pangeran yang kecewa dan penasaran, segera bergegas kembali ke rombongannya. Diajaknya mereka pulang, karena tak ingin berburu lagi.

Wajah gadis cantik tadi terbayang terus, hingga terbawa dalam tidur. Ia bermimpi bertemu gadis itu, yang mengaku sebagai Putri Bangau.

Esoknya, Pangeran kembali ke hutan berharap bertemu gadis impiannya. Dan ternyata benar. Ia bermaksud menghampiri, namun bangau besar langsung membawanya terbang. Demikian berulang-ulang, sehingga Pangeran bermaksud menagkapnya dengan cara lain.

Sekali lagi Pangeran pergi ke hutan. Kali ini membawa beberapa pengawal dan beberapa ahli penjerat burung. Ia bermaksud menjerat bangau dan gadisnya dengan jala.

Para Pengawal segera memasang perangkap. Mereka kemudian bersembunyi di balik semak. Tak lama datanglah bangau besar bersama gadis cantik itu. Mereka tidak meyadari adanya perangkap jala yang menjerat mereka.

Ketika keranjang penuh dengan ikan, Bangau Besar siap-siap terbang. Namun, tiba-tiba meluncur sebuah jala besar di atas mereka. Melihat jebakannya berhasil, Pangeran menghampiri bangau dan gadis impiannya. Dilepasnya jala yang melilit keduanya dengan hati-hati.

Pangeran meminta maaf kepada gadis itu, sambil memintanya sebagai permaisuri. Melihat kesungguhan dan ketulusan Pangeran, Putri Bangau tidak menolak. Namun dengan syarat, Pangeran tidak boleh berburu lagi. @@@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s