Cerita Anak

Tempat Pensil

“Lia, lihat nih, tempat pensilku Bagus, ya?” kata Mira sambil memperlihatkan tempat pensilnya yang baru. “Bandoku bagus, nggak?” tanya Alin pada temannya yang lain. Teman-temannya itu pun ikut memamerkan barang-barang mereka yang baru.

Kalimat-kalimat seperti itu biasa Lia dengar usai liburan. Dan hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah liburan kenaikan kelas.

Lagi-lagi Lia mendengar percakapan teman-temannya yang seperti itu. Lia kadang sedih juga.

Setelah liburan panjang, kadang Lia juga ingin beli peralatan baru untuk sekolah. Akan tetapi, ketika melihat barang-barangnya masih bisa dipakai, Lia memendam keinginannya itu. Ayah dan Ibu hanya akan membelikannya barang yang benar-benar dibutuhkan. Keluarga mereka memang sangat sederhana.

“Lia, pulang sekolah, kok, murung?” tanya Ibu ketika melihat Lia duduk termenung di teras.

“Enggak apa-apa kok, Bu,” jawab Lia sambil bangkit masuk ke rumah.

“Jangan bohong. Dari tadi Ibu memperhatikanmu, lo.”

Lia berhenti melangkah. Ia menatap ibunya dengan ragu, lalu berkata,”Bu, tempat pensil Lia kan sudah lama sekali. Kalau Ibu punya uang lebih, belikan Lia tempat pinsil baru ya.

“Lia, tempat pensilmu kan masih bisa dipakai. Untuk apa beli yang baru? Uangnya kan bisa untuk dibelikan benda yang lebih penting,” jawab Ibu.

Lia mengangguk mengerti. Ia sudah menduga jawaban ibunya akan seperti itu. Lia sedikit kecewa, namun ia sadar akan keadaan keluarganya.

Beberapa bulan kemudian, sebelum liburan kembali tiba, Lia menyempatkan diri ke perpustakaan sekolah. Dia memang sudah terbiasa meminjam buku untuk mengisi liburan. Kebetulan saat itu banyak buku-buku baru yang datang. Lia membaca judul­-judul buku-buku baru itu.

Ada sebuah buku yang gambar sampulnya menarik hatinya. Dibukanya buku itu halaman demi halaman. Ternyata isi buku itu memang sangat menarik. Tentang cara membuat tempat pensil, bando, dan kerajinan tangan lain dari kain perca. Lia lalu teringat kain perca yang ada di rumahnya. Ibunya memang seorang penjahit, jadi sisa-sisa kain perca di rumahnya lumayan banyak.

Ibu Lia juga sering memanfaatkan kain perca untuk membuat macam-macam barang yang berguna.

“Kenapa tak terpikir sejak dulu, ya,” gumam Lia sambil tersenyum sendiri.

“Bu …ibu…” teriak Lia setiba di rumah.

“Ada apa, Lia? Kok, teriak-teriak begitu?” tanya ibunya heran.

“Ibu kan punya banyak kain perca. Lia minta sedikit, ya, Bu?” “Banyak juga tidak apa-apa. Memangnya untuk apa?”

“Lihat ini, Bu!” kata Lia sambil mempertihatkan buku yang baru saja dipinjamnya.

“Oo, kamu mau mencoba membuat barang kerajinan dari kain perca?”

“lya, Bu! Tapi mencobanya saat liburan nanti, untuk mengisi liburan.” “Ya sudah. Nanti Ibu ajari cara membuat tempat pensil dan bando. Jadi kamu tidak usah membeli yang baru. Kita bisa menghemat uang, kan?” Lia menganguk girang.

Beberapa hari kemudian, liburan pun tiba. Lia dan ibunya bersiap-siap menjalankan rencana mereka. Lia menyiapkan peralatan dan bahan-bahan seperti gunting, resleting, beberapa lembar kain perca, dan lain-lain. Setetah selesai memasak, ibu mulai mengajari Lia membuat tempat pensil dan bando. Lia mengikuti tahap demi tahap yang diajarkan Ibu. Keterampilan tangan ini tidak menggunakan mesin jahit. Semuanya dikerjakan dengan tangan. Karena itu, ketelitian dan kerapian sangat diperlukan.

Memang agak rumit dan lama pembuatannya. Namun, Lia sangat senang mengerjakannya.

Setelah selesai membuat tempat pensil, Lia kemudian membuat bando dengan warna kain yang senada. Jadi jika menggunakan bando warna biru, tempat pensilnya juga biru. Selama liburan itu, Lia berhasil membuat empat tempat pensil dan empat bando. Jadi, dalam satu bulan, Lia bisa ganti empat kali. Lia sangat gembira. Di hari pertama masuk sekolah, kini ia punya bahan cerita yang menarik. Ia juga membayangkan, teman-temannya pasti ingin juga punya tempat pensil dan bando dengan warna senada. Jika mereka memesannya pada Lia, itu akan menjadi “bisnis” baru buat Lia. @@@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s