Dongeng

Keberuntungan Dewi Aprena

Dahulu kala yang berkuasa di bumi adalah para dewa. Dipimpin oleh Dewa Agung Zeus, Penguasa Petir dan Kemarahan. Dewa Zeus punya banyak pejabat dewa. Di antaranya, seorang dewa perkasa bernama Dewa Olema. Dewa Olema memiliki musuh bebuyutan bernama Dewa Agamila. Mereka bermusuhan sejak dulu. Dewa Agamila berambisi menghacurkan keturunan Dewa Olema.

Suatu saat, Dewa Olema hendak menghadap Dewa Zeus, Dewa Olema menyuruh pembantu setianya, Dewi Aprena, menjaga putra mahkota Herana. “Jagalah putraku selama aku pergi. Jangan biarkan siapa pun mendekatinya,” kata Dewa Olema.

“Daulat, Yang Mulia!” sembah Dewi Aprena.

Sepeninggal Dewa Olema, Dewi Aprena dengan tekun menjaga Herana yang berumur empat tahun. Herana sangat cerdas dan serba ingin tahu.

Di sebuah pinggir samudera, Herana dan Dewi Aprena asyik bermain dan bercanda. Mereka tidak menyadari ada sepasang mata mengintip dari balik bukit. Mata milik Dewi Lomion, Dewi para tukang sihir.

Melihat Herana yang lucu, timbul niat jahat Dewi Lomion. Dengan mantra saktinya, diciptakannya pohon ajaib berbuah lebat. Pohon itu diletakkan tak jauh dari Herana dan Dewi Aprena.

Melihat pohon ajaib, betapa senang hati Herana. Ia segera lari melesat dan memetik buahnya, lalu memakannya. “Jangan Pangeran!” cegah Dewi Aprena. Namun terlambat. Gara-gara menelan buah itu, tubuh Herana berubah menjadi patung.

“Celaka!” Dewi Aprena kalut. “Kalau Dewa Olema tahu hal ini, aku bisa dihukum.”

Karena ketakutan, patung Herana disembunyikan dalam gua. Tak lama kemudian, lewatlah seorang dewa dan dua binatang buasnya. Mereka tampak mencari-cari sesuatu. Karena merasa tak menemukan yang dicari, mereka lalu pergi.

Beberapa saat kemudian, datanglah Dewa Olema. Dewi Aprena sangat ketakutan. “Bagaimana, Aprena? Putraku tidak apa-apa kan?” tanya Dewa Olema yang membuat Dewi Aprena tambah ketakutan.

Dengan terbata-bata, pelayan setia itu menceritakan semua kejadian yang menimpa Herana. Dewi Aprena sudah pasrah. Ia rela dihukum karena lalai dalam tugas.

Namun Dewa Olema tidak marah. Malah tertawa lebar. Dewi Aprena heran. “Terima kasih, Aprena. Kau telah menyelamatkan putraku dengan baik. Ketahuilah, dua binatang buas yang baru lewat adalah rombongan Dewa Agamila yang ingin menculik putraku. Untung Herana telah kau ubah menjadi batu, hingga tidak tercium dua binatang ajaib itu.”

Dengan kesaktiannya, Dewa Olema mengembalikan bentuk Herana seperti semula. Dewi Aprena pun mendapat hadiah sebuah istana. Sementara Dewi Lomion yang jahat tidak habis mengerti dengan semua keberuntungan Dewi Aprena. Akhirnya dia mengakui bahwa kejujuran akan selalu membawa keberuntungan. @@@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s