Cerita Misteri

Kupu-Kupu Biru

Tepat pukul 1 dini hari, Kak Sam terkejut melihat sepasang kupu-kupu berwarna biru, terbang mengitari kamarnya. Kak Sam mengawasi terus, kupu-kupu yang seakan tak mau hinggap itu. Ia hanya berputar-putar saja.

Kak Sam berusaha menangkapnya, namun gagal. Seperti tahu hendak di tangkap. Kupu-kupu itu terbang semakin tinggi, hingga hampir menyentuh langit-langit.

Kak Sam penasaran dibuatnya. Ia kemudian keluar kamar untuk menjari jaring. Anehnya, ketika ia kembali ke kamar, sepasang kupu-kupu itu telah lenyap. Kak Sam berusaha mencarinya, namun tak berhasil menemukannya.

Esok paginya, Kak Sam terkejut melihat rontokan sayap kupu-kupu, berada diatas sadel sepeda motornya. Kak Sam mengambil dan mengamatinya.

“Hmmm, sepertinya ini sayap kupu-kupu yang ada di kamarku semalam. Ah, sayang sekali,” gumam Kak Sam, sambil menghela napas panjang.

Ketika sampai di kantor, Kak Sam terkejut melihat sebuah bingkisan kecil, di meja kerjanya.

“Tadi ada anak perempuan datang kemari. Ia menyerahkan kotak itu tanpa pesan apa pun …,” kata kawan Kak Sam. Kak Sam tersenyum melihat kotak kecil itu. Sejurus kemudian, ia langsung membukanya. Kak Sam kembali tersenyum, ternyata isinya adalah kotak musik dengan aksesoris sepasang kupu-kupu berwarna biru, di dalamnya. Denting suara musiknya lembut mengalun. Kak Sam kembali tersenyum, suara musik itu mengingatkan pada masa kecilnya dulu.

“Hmm, rasa-rasanya aku pernah tahu suara musik seperti ini. Tapi, dimana yaa?” gumamnya.

Kak Sam semakin penasaran dengan anak perempuan yang memberinya kotak musik itu. “Siapakah dia? Tentunya dia pasti tahu tentang aku, tapi dimana dan kapan?” gumam Kak Sam tak henti-hentinya berpikir.

Sesampainya di rumah, Kak Sam langsung menyimpan kotak musik itu, di lemari bajunya. Namun, keanehan kembali terjadi. Pada tengah malam, tiba-tiba sepasang kupu-kupu biru kembali muncul. Kak Sam sontak terperanjat melihatnya. Bersamaan dengan munculnya kupu-kupu, hujan tiba-tiba turun deras sekali. Angin menderu seakan hendak menerjang rumah Kak Sam. Kak Sam panik juga melihatnya. Tiba-tiba pula, kotak musik dari dalam lemari berbunyi. Kak Sam makin panik, jantungnya berdegup kencang. Saat itui tepat pukul 1 dini hari. Tiba-tiba … ‘Bbraaakk!’ Lemari foto Kak Sam tiba-tiba terbuka. Kak Sam kaget Alang kepalang. Tumpukan album foto langsung berantakan, dan salah satu diantaranya terlempar begitu saja, persis ke depan Kak Sam.

Kak Sam kontan gemetar melihatnya. Album foto itu adalah album foto lamanya. Dengan tangan gemetar, Kak Sam berusaha membuka album foto lamanya itu.

“Ini kan foto-fotonya Rini?” gumam Kak Sam. Kak Sam langsung teringat, Kak Rini adalah sepupu Kak Sam. Mereka sangat akrab. Cita-cita Kak Rini semasa kecil ingin menjadi penari ternama, namun sayang musibah itu terjadi. Ketika saat sedang mementaskan tari kupu-kupu, tiba-tiba panggungnya roboh. Semua penari dan pengisi acara yang lain turut jatuh. Naas, Kak Rini yang saat itu masih berusia 10 tahun, tubuhnya tertimpa sound system besar. Nyawa Kak Rini tak tertolong, ia meninggal saat perjalanan menuju rumah sakit.

Kak Sam menghela nafas panjang. Ia masih ingat, saat itu adalah ulang tahunnya. Kak Rini mengundang Kak Sam ke pentas tarinya. Kak Sam duduk dibarisan tamu undangan VIP. Namun yang paling menyentuh Kak Sam saat itu, sebelum Kak Rini naik pentas ia sempat berbisik pada Kak Sam, “Rini punya hadiah spesial buat Kak Sam.”

Kak Sam menghapus air matanya, ia langsung ingat hari ini adalah ulang tahunnya. Berarti, tepat beberapa tahun yang lalu, musibah yang menimpa Kak Rini terjadi. Dan, janjinya tentang hadiah spesial untuknya, belum sempat diberikan.

Kak Sam melihat sepasang kupu-kupu masih berputar-putar di langit-langit kamarnya. Tiba-tiba, sepasang kupu-kupu itu masuk begitu saja, ke dalam lemari baju. Kak Sam langsung memburunya, astaga ternyata kupu-kupu itu lenyap begitu saja. Yang aneh, tiba-tiba Kak Sam melihat kotak musik itu terbuka dan berbunyi nyaring sekali.

Kak Sam mengambilnya, ia kembali mengamati kotak musik dengan aksesoris sepasang kupu-kupu biru itu. Entah mengapa, Kak Sam langsung mengamati bagian bawah kotak musik itu.

Astaga! Ada sebuah tulisan yang terukir indah, di kayunya, “Kenang-kenangan untuk kakakku yang paling baik, Kak Sam. Selamat Ulang Tahun, Semoga Panjang Umur. Dari adikmu, Rini!”

Mata Kak Sam langsung berkaca-kaca membaca tulisan itu, mungkinkah ini hadiah dari Rini? Atau, jangan-jangan anak perempuan yang memberikan hadiah ini, adalah Rini? Kak Sam tidak tahu pasti. Namun, ia merasa sangat terharu, mendapat hadiah kotak musik itu. @@@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s