Dongeng

Raja dan Anak Yatim

Alkisah, ada seorang anak yatim piatu yang bekerja, di Istana Baginda Raja. Pekerjaannya adalah mengembalakan sepuluh ekor sapi. Setiap pagi, sapi-sapi itu dibawa ke ladang. Sorenya, mereka di giring kembali ke kandang.
Setiap pergi ke tempat pengembalaan, anak yatim itu membawa seruas bambu yang digunakan memainkan ekor sapi. Setiap kali ekor sapi mengibas ke kiri dan kanan, ekor sapi masuk ke dalam bambu. Akhirnya, anak yatim itu pun mahir bermain dengan bambu, di ujung ekor sapi.

Pada suatu hari, Raja memeriksa sapi-sapinya. Ia sangat terkejut, ketika mendapati ekor-ekor para sapi itu terluka.
“Kau apakan ekor-ekor sapi ini?” tanya Baginda Raja, kepada anak yatim.

“Oh, ekor sapi itu terluka karena bambu ini. Setiap mereka mengibaskan ekor, ekor itu masuk ke bambu ini,” kata Anak Yatim sambil menunjukkan bambunya.

Raja menjadi marah. Ia menyuruh pengawalnya mengambil keris, pedang dan tombak.
“Lebih baik kamu belajar bermain keris, pedang dan tombak supaya kamu dapat menangkis lawan,” kata Baginda Raja.

Dalam hati kecilnya, Baginda Raja hendak membunuh anak yatim piatu itu. Akan tetapi, ia tak mau berterus terang. Dengan alasan memberikan pelajaran bermain keris kepada anak yatim itu, Raja ingin melaksanakan niatnya.

“Senjata apa yang kau inginkan? Pedang, keris atau tombak?” tanya Raja.

“Tidak Baginda. Saya cukup memegang sarung keris, sarung pedang dan sarung tombak,” kata anak yatim.

Setelah memenuhi permintaan anak yatim, Raja mengatur langkah untuk menyerangnya. Baginda Raja menikam dengan kerisnya. Akan tetapi, anak yatim segera mengeluarkan sarung kerisnya. Ia mengibaskan sarung keris itu ke arah pedang dan tombaknya. Kedua senjata itu gagal melukai anak yatim, karena berhasil masuk ke sarungnya.

Raja bertambah marah. Ia menyuruh pengawal untuk meringkus anak yatim dan memasukkanya ke dalam keramba, lalu diceburkan ke sungai agar tewas tenggelam.

Para pengawal segera melakukan perintah Baginda Raja. Anak yatim yang tak berdaya itu, dibawa ke sungai dan ditenggelamkan. Tetapi anak yatim dengan pisau kecilnya merobek keramba, kemudian meloloskan diri.

Anak yatim piatu ingin memberi pelajaran, kepada Baginda Raja. Ia mencari sepah sirih, sepah tembakau, terompah bekas, pakaian bekas dan sebuah cincin imitasi kuning. Ia kemudian mendatangi istana.

“Mengapa kamu tiba-tiba ada di sini? Rasanya kamu telah mati!” Kata Baginda Raja terkejut.

“Ya benar, saya sudah mati. Tetapi ternyata saya langsung masuk surga. Saya bertemu Ayah dan Ibu saya. Juga bertemu orang tua Baginda. Mereka berpesan, agar Baginda menjenguk mereka disana,” kata anak yatim.

“Oh ya? Saya ingin sekali ke sana. Bagaimana caranya?” tanya Baginda Raja.

“Seperti saya kemarin. Tampaknya keramba itu merupakan kendaraan, untuk pergi ke surga.”

“Bagaimana pula caranya saya kembali ke sini?”

“Itu mudah Baginda. Itu urusan orang surga. Kapanpun mau, kendaraan tersedia disana.”

“Baiklah kalau begitu. Kumpulkan semua rakyat. Katakan, aku akan pergi ke surga sebentar,” kata Baginda Raja.

Orang-orang membuat keramba besar. Keramba itu di jalin dengan kawat dan rotan, agar kuat. Setelah itu, Raja masuk ke dalam keramba. Pintu keramba ditutup dan di kunci. Keramba berisi Raja itu, lalu di arak orang dengan tandu. Dengan ucapan selamat jalan, keramba kemudian di lempar ke dalam sungai dan tenggelam. Orang-orang pun kembali ke rumah masing-masing.

Anak yatim piatu tinggal di istana. Para pembantu diaturnya dengan baik. Ia pun membujuk Tuan Putri, agar mau menjadi istrinya. Tuan Putri bimbang karena ayahandanya belum juga kembali.

Seminggu kemudian, orang-orang menemukan mayat Baginda Raja di dalam keramba, terapung di permukaan sungai. Mayatnya dibawa ke depan istana. Semua orang menangis. Anak yatim piatu mengatakan, bahwa baginda raja telah salah jalan, sehingga beliau diserang pasukan surya.

Akhirnya mayat Baginda Raja dimakamkan. Anak Yatim Piatu diangkat menjadi raja dan menikah dengan Tuan Putri. Seluruh negeri aman dan tenteram. @@@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s