Fabel

Cuit Yang Sok Tahu

Cuit adalah seekor anak burung gelatuk. Sekarang Cuit sudah bisa terbang, walau terkadang masih suka kaku mengepakkan sayapnya.

Pagi itu, Cuit keluar dari sarangnya. Perutnya mulai terasa lapar. “Cuit, hati-hati kalau mau pergi. Jangan terlalu jauh,” teriak Mama Cuit.

“Tenang, Ma. Cuit kan sudah besar. Sudah bisa makan sendiri, Cuit sudah tahu apa saja yang bisa dimakan,” kilah Cuit.

“Ya, tapi kamu tetap berhati-hati. Di luar masih banyak yang belum kamu ketahui dan bisa membahayakanmu.”

“Hi-hi-hi……tenang saja, Ma. Jangan khawatir. Sekarang tak ada lagi yang tak diketahui Cuit. Semua sudah Cuit ketahui. Cuit sudah besar, Ma!”

Cuit meloncat keluar dari sarangnya. Sambil mengepakkan sayap, Cuit mulai bernyanyi-nyanyi. Ia menghentikan nyanyiannya, ketika samar-samar dilihatnya seekor ulat merayap-rayap di antara daun pohon jambu.

Segera saja Cuit menukik, mendekati Ulat yang seluruh tubuhnya dipenuhi bulu hitam legam. “Hai! Ja … ja … jangan makan aku …,” pinta Ulat dengan gugup dan sangat ketakutan.

“Mengapa?” tanya Cuit. “Bukankah ketika kecil aku selalu disuapi ulat oleh mama?” lanjut Cuit, mendekati si Ulat.

Ulat merenung sejenak, mencoba mencari akal. Bagaimana caranya agar tidak terkena patukan dan dijadikan sarapan pagi Cuit. “Kalau sekarang memakan aku, nanti tubuhmu akan berubah seperti aku. Memanjang dan berbulu hitam legam seperti aku,” jawab si Ulat.

Cuit terkejut mendengar ucapan Ulat. Ia sangat cemas dan takut kalau tubuh dan bulunya yang indah berubah seperti ulat. “Kau tidak bohong, kan?” tanya Cuit.

“Tentu…tentu saja aku tidak bohong!” sahut Ulat cepat.

“Kalau begitu, aku akan tanyakan dulu pada Mama,” kata Cuit akhirnya sambil terbang kembali ke sarangnya.

Sementara itu, si Ulat cepat-cepat bersembunyi di antara rimbunnya dedaunan. Sekarang, Ulat benar-benar aman.

Mama Cuit hanya tersenyum saat mendengar cerita Cuit. Mama Cuit juga membiarkannya ketika Cuit terbang kembali menemui si Ulat yang membohonginya. Tentu saja Cuit tak akan menjumpai si Ulat. Mungkin kelak akan bertemu ketika Ulat sudah menjadi kupu-kupu. @@@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s