Fabel

Kucing dan Ayam Jago

Dahulu kala, ayam jago menguasai kucing. Para kucing bekerja membanting tulang siang dan malam, untuk mengumpulkan makanan bagi ayam jago. Suatu hari, Raja Ayam Jago memerintahkan para kucing, untuk mengumpulkan bahan makanan kesukaan ayam jago.

Makanan kesukaan Raja Ayam Jago adalah serangga. Itulah sebabnya, masing-masing kucing dibekali kantung besar yang diikatkan di leher, untuk tempat serangga yang di tangkap.

Sudah lama para kucing tidak menyukai kehidupan semacam ini. Mereka ingin melepaskan diri, dari kekuasaan Raja Ayam Jago. Pernah mereka mencoba, untuk tidak menyerahkan hasil buruan, yang telah diperoleh dengan susah payah. Tetapi, para kucing takut akan kekuatan Raja Ayam Jago.

“Jenggerku dapat mengeluarkan api, yang sanggup membakar siapa saja yang berani membangkang perintahku!” ancam Raja Ayam Jago, kepada para kucing. Mendengar pernyataan yang berulang-ulang itulah, membuat para kucing sangat mempercayainya.

“Merah adalah warna api, jengger Raja Ayam Jago adalah api. Kalau Raja Ayam Jago marah, tentu api akan menyala di jenggernya. Dia akan membakar kita,” gumam kucing bergidik ketakutan. Dengan penuh rasa takut, para kucing pun mematuhi setiap perintah Raja Ayam Jago.

Suatu malam, satu keluarga kucing kehabisan api untuk memasak. Ibu kucing menyuruh salah satu anaknya, mengambil api dari istana Raja Ayam Jago.

“Pergilah ke istana Raja Ayam Jago. Ambilkan ibu api untuk memasak,” kata ibu kucing.

Dengan patuh, anak kucing itu mematuhi ibunya. Perlahan-lahan, kucing kecil memasuki istana Raja Ayam Jago. Sampai di pintu, ia tertegun menyaksikan apa yang dilihatnya. Raja Ayam Jago tengah tertidur pulas, dengan perut tampak buncit, akibat kekenyangan. Ia takut membangunkannya. Segera ia pulang. Sambil terengah-engah, anak kucing itu menceritakan, apa yang baru dilihatnya.

“Raja Ayam Jago sedang tidur. Perutnya sangat tambun. Aku tak berani membangunkannya, Bu,” kata anak kucing itu.

“Sekarang Raja Ayam Jago sedang tidur, cepat kumpulkan seikat ranting kering, lalu tempelkan pada jenggernya. Tentu tak berapa lama, rantingmu akan terbakar. Bawa api itu kemari,” kata ibu kucing menjelaskan.

Sesuai dengan perintah ibunya, anak kucing itu kembali ke istana Raja Ayam Jago, dengan membawa seikat ranting kering. Si kucing kecil, menempelkan ranting kering itu di jengger Raja Ayam Jago. Lama dan berulang-ulang, anak kucing itu menempelkan rantingnya ke jengger Raja Ayam Jago. Namun, ranting-ranting itu tidak terbakar juga.

Karena usahanya sia-sia, ia kembali ke rumah dan menceritakan semua yang dialaminya.

“Ibu yakin, engkau tidak melakukan dengan baik. Mari ikut ibu. Akan ibu perlihatkan, bagaimana cara menghasilkan api, dari jengger Raja Ayam Jago,” kata ibu kucing, sambil menyeret anaknya, menuju istana Raja Ayam Jago.

Raja Ayam Jago masih pulas, ketika ibu dan anak kucing tiba di sana. Langsung saja ranting yang digenggam ibu kucing, ditempelkan pada jengger Raja Ayam Jago. Ranting tetap tidak mau terbakar. Dengan gemetar, tangan ibu kucing terulur menyentuh jengger Raja Ayam Jago. “Aneh! Jengger itu selain tidak mengeluarkan api, juga terasa dingin. Hanya warnanya saja merah, sewarna api,” gerutu ibu kucing, sambil kembali pulang.

Sepulang dari istana Raja Ayam Jago, ibu kucing menyiarkan berita gembira itu, kepada para kucing. Maka, mulai hari itu, para kucing tidak mau lagi bekerja untuk Raja Ayam Jago. Melihat hal itu, Raja Ayam Jago marah dan berkata pada para kucing

“Aku akan bakar rumah kalian, jika kalian tidak mau bekerja untuk aku lagi!” kata Raja Ayam Jago.

Tetapi para kucing berseru, “Jenggermu tidak dapat membakar! Hanya warnanya saja yang semerah api. Kami sudah menyentuhnya, ketika kau sedang tidur. Kau seekor penipu!” kata para kucing serentak.

Raja Ayam Jago menjadi ketakutan, mengetahui rahasia kekuatannya telah terbongkar. Ia segera berlari tunggang langgang. Sampai sekarang, jika ayam jago melihat seekor kucing, ia akan segera menghindar. @@@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s