Dongeng

Potter Si Pemberani

Potter adalah seorang pembuat periuk. Ia tinggal di ujung hutan di sebuah gubuk yang jauh dari desa bersama istrinya.

Tak seperti biasanya, sore itu Potter pulang dengan wajah lelah. Setelah makan, Potter merasa sangat mengantuk. Tetapi dia ingat keledainya belum dimasukkan.

Dengan mata setengah terpejam Potter keluar rumah. Tetapi dia heran. Keledai itu tidak ada. Yang ada hanya talinya. Dengan langkah tersaruk-saruk karena mengantuk, Potter masuk ke hutan mencari keledainya.

“Kalau berhasil kutemukan, akan kupukul dia! Merepotkan saja!” gerutu Potter. Berkali-kali kakinya terantuk akar tanaman yang menjulur. Sayang sekali Potter belum menemukan keledainya.

Potter yang sudah lelah menjadi bertambah lelah dan mengantuk. Tetapi ditahannya kantuk karena dia harus menemukan keledainya.

Sementara itu, dibawah guyuran air hujan seekor harimau tua berlari mencari tempat berteduh. Harimau tua itu melihat gubuk milik seorang wanita tua. Harimau mencari tempat berteduh disebelah gubuk yang tidak basah. Kemudian dia memutuskan untuk tidur. Sebelum dia sempat terlelap, telinganya mendengar ucapan wanita tua itu.

“Oh … sungguh mengerikan bocor ini,” keluh wanita tua itu. “Lebih baik aku bertemu dengan seekor harimau daripada mempunyai bocor dirumahku!”

“Bocor,” pikir Harimau. “Apa itu? Mengapa ia lebih baik bertemu denganku daripada dengan bocor? Pasti bocor itu sangat berbahaya dan lebih kuat daripada aku. Apakah aku tidak pantas disebut Raja Hutan? Apakah mereka tidak merasa takut padaku? Aku ingin tahu seperti apa bocor itu?”

Harimau itu pun kelelahan dan tertidur. Tiba-tiba ia terbangun oleh suara marah di telinganya. Harimau merasa tubuhnya, kepalanya dan bahunya di pukul.

“Ini dia binatang bodoh!” teriak Potter jengkel. Karena gelap dan mengantuk, Potter tidak bisa membedakan antara keledai dan harimau.

“Binatang menyebalkan! Berani-beraninya kamu melarikan diri dan membuatku berjalan di malam hari!” teriak Potter marah. “Awas!Kali lain akan kubunuh kau! Sekarang pulang!”

Harimau tua itu ketakutan. “Ini pasti bocor. Lebih baik aku menuruti kata-katanya. kalau tidak aku pasti dibunuhnya.”

Harimau itu membiarkan dirinya diikat lalu Potter naik ke punggungnya dan menarik tali.

“Ayo pulang!”

Harimau itu ketakutan dan berlari seperti perintah Potter.

Sampai di pondoknya, Potter mengikat harimau itu di halaman pondoknya. Harimau itu menurut karena takut kepada Potter yang di sangkanya Si Bocor.

Esoknya, orang-orang yang lewat pondoknya Potter terkejut. Mereka melihat seekor harimau di ikat di halaman rumah Potter. Berita tentang kehebatan Potter menangkap harimau langsung tersebar. Mereka memuji keberanian Potter. Harimau itu memang sering mencuri ternak orang-orang di desa itu. Mereka sering mencoba menangkap tetapi tidak berhasil.

Potter jadi bingung, “A-aku tidak menangkapnya. Percayalah!”

Tetapi tidak ada seorang pun yang percaya. Penduduk bahkan memuji kerendahan hati Potter. Mereka menjuluki Potter Si Pemberani.

Potter sendiri masih tetap bingung setiap memandang harimau itu.

Harimau atau keledai?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s