Cerita Misteri

Ruang Waktu

“Mas, sebaiknya anda pindah! Jangan disitu!” kata seorang laki-laki tua pada Kak Sam. “Oh, saya hanya sebentar saja kok, saya sekedar memotret suasana lalu lalang bus di terminal malam ini!” jawab Kak Sam sambil tersenyum. Laki-laki tua itu pun pergi dan Kak Sam kembali meneruskan pemotretannya.

Kak Sam tak habis mengerti, mengapa laki-laki paruh baya itu bersikeras melarangnya duduk di pojok jalan itu. Padahal tempat yang dipakai Kak Sam itu sama sekali tak mengganggu lalu lalang kendaraan atau pun pejalan kaki. Letaknya pun persis di sudut terminal dan di samping pohon beringin besar.

Setelah beberapa saat lamanya, tiba-tiba mata Kak Sam tak kuasa menahan kantuknya. Wartawan muda itu pun tertidur begitu saja dipojok terminal. ‘Teettt! Tettt!’ bunyi klakson keras sekali seperti menempel di telinga Kak Sam. “Hehh, minggir! Ngapain tidur di jalan. Mau ditabrak bus yaa?!” bentak supir bus. Kak Sam sontak kaget dan buru-buru bangun. “Astaga, kenapa aku bisa tidur di tengah jalan seperti itu? Aneh, bukannya aku tadi ada di pojok terminal ini … astaga, ada apa ini?” gumam Kak Sam tak habis mengerti.

Lelaki muda itu pun bergegas memeriksa barang bawaannya sekali lagi. Lengkap, tak ada barang satu pun yang hilang. “Aneh, bagaimana mungkin aku bisa pindah begitu saja?” Belum habis kebingungan Kak Sam, ia kembali melihat keanehan di depan matanya. Bus dan kendaraan yang lalu lalang di depannya semuanya antik. Kak Sam sontak mengernyitkan dahinya. Matanya terus meneliti seakan tak hendak berkedip. Astaga, ternyata pakaian semua orang yang ada diterminal itu pun antik. “Alamak, dimana aku ini!?”

Kak Sam bingung dan ketakutan. Ia memastikan dirinya tidak sedang bermimpi malam itu. Berkali-kali ia mencubiti pipi dan lengannya sendiri. Mata Kak Sam menatap sebuah Koran baru yang digantung pada sebuah toko, disitu tertulis tanggal 12 Agustus 1969! Kak Sam makin penasaran ia pun berusaha membeli Koran itu. “Maaf mas, ini uang apa? Kok ada uang seperti ini??” tanya pemilik toko seraya mengembalikan uang Kak Sam. Astaga, uang Kak Sam adalah uang cetakan tahun 2008! “Ini uang asli, Bu! Hanya saja ini terbit di tahun mendatang, tahun 2008!” ujar Kak Sam berusaha menyakinkan pemilik toko itu. Tapi pemilik toko itu tetap tak mau menerimanya. “Anda siapa? Jangan berusaha membuat keributan disini?!” ujar petugas keamanan sambil memegang pundak Kak Sam. “T-tidak, saya tidak membuat keributan? Apa yang saya ucapkan adalah benar! Uang itu adalah uang asli yang nanti diterbitkan di tahun 2008. Dan asal bapak tahu, saya ini berasal dari tahun 2009!!” celoteh Kak Sam.

“Lihatlah saya Pak! Pakaian saya, identitas saya, serta barang-barang yang saya bawa? Perhatikan baik-baik? Apakah semua ini ada di tahun 1969!?” lontar Kak Sam sambil menunjukkan semua barang bawaannya. Orang-orang tetap tak menggubrisnya, mereka tetap berusaha memperkarakan Kak Sam layaknya kriminal.

Kak Sam makin panik dan ketakutan, ia berusaha melarikan diri dari kepungan orang-orang itu. Dan … ‘Teettt! Tettt!’ sebuah bus melaju kencang menabrak Kak Sam. Kak Sam terpelanting, sehingga membentur pohon beringin besar yang berada di sekitar terminal itu.

Kak Sam sempoyongan memegangi kepalanya yang pusing dan sakit. Tapi, ia kembali kaget. Ternyata suasana terminal sudah berubah seperti semula, tahun 2009. A-anak muda? Sepertinya saya pernah melihat kamu dulu?” sapa seorang lelaki tua pada Kak Sam. Astaga, lelaki tua itu mirip sekali dengan pemilik toko di tahun 1969, hanya saja ia tampak tua dan seluruh rambutnya berwarna putih. Kak Sam diam tak menjawabnya, ia hanya tampak bingung sambil terus memegangi kepalanya yang pening. “Mari istirahat sejenak di toko saya, diseberang sana!” tunjuk lelaki tua itu. “Kak Sam makin kaget melihatnya, toko yang ditunjukkan itu tampak mirip dengan toko tempat ia membeli Koran, hanya saja catnya saja yang berubah. Tidak itu saja, tenyata Koran tanggal 12 Agustus 1969 itu masih terlipat rapi di dalam tas Kak Sam. Astaga! @@@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s