Dongeng

Perdana Menteri Penyelamat

Ratusan tahun lalu, China daratan diperintah oleh seorang raja yang gemar memelihara burung, bernama Sha Phik Tang. Berjenis-jenis burung dipeliharanya. Semuanya terawat baik dalam sangkar-sangkar yang indah, di taman istana. Sayangnya, Baginda punya perangai yang kurang terpuji, yaitu pemarah atau gampang naik darah.

Untunglah dalam menjalankan pemerintahannya, Baginda di dampingi seorang Perdana Menteri yang sabar dan bijaksana, bernama Chum Chek Lay. Kearifan Perdana Menteri sudah berulang kali menyelamatkan Baginda Sha Phik Tang, dari keputusan yang salah.

Dari sekalian banyak jenis burung yang dipelihara Baginda, hanya seekor burung Kakak Tua berjambul kuning, yang sangat disayang Baginda. Burung ini sangat cerdik dan pandai berbicara, hampir tiap sore kelihatan Baginda bermain dengan burung ini. Baginda menugaskan seorang anak yang lugu dan polos bernama Lee Chin Pao, untuk merawat Kakak Tua itu.

Pagi itu di kebun istana, tampak Lee Chin Pao tengah memandikan burung kakak tua kesayangan Baginda. “Oh, burung yang indah, kau jangan nakal. Habis mandi kuberi makan lezat, agar Baginda senang melihatmu,” Lee bernyanyi-nyanyi kecil memandikan burung itu.

Tapi tak disangka, burung itu lepas dari tangannya dan terbang tinggi. Seketika Lee jatuh terduduk. Tubuhnya mendadak menggigil ketakutan. Dengan tergesa-gesa, ia melapor kepada Baginda Sha Phik Tang.

Sudah bisa ditebak apa reaksi Baginda. Kemarahannya segera meledak.

“Bodoh! Kau tahu apa hukuman atas kelalaianmu? Hukuman mati!” bentak Baginda.“Algojo, bawa anak ini ke tiang gantungan, aku tak ingin melihatnya hidup lagi.

Gemparlah seluruh istana, lebih-lebih Chum Chek Lay, Perdana Menteri yang bijaksana. Cepat-cepat ia mengahadap Baginda dan bersembah diri.

“Ampun tuanku. Menurut hemat hamba, pemelihara burung ini melanggar tiga hal. Benar sekali, ia memang patut mendapat hukuman mati. Tapi sebelum itu, biarlah hamba terangkan satu persatu, agar ia menutup mata dengan tiada sesal.”

“Baik. Permintaanmu kukabulkan,” Baginda menjawab pendek.

Perdana Menteri Chum Chek Lay segera mendekati Lee yang sangat ketakutan itu.

“Hei Lee Chin Pao, selama ini kau diberi tugas memelihara burung kesayangan Baginda.Tapi kau telah bertindak ceroboh melepaskannya. Ini adalah kesalahanmu yang pertama. Engkaulah yang telah menyebabkan Baginda membunuh manusia gara-gara seekor burung. Ini adalah kesalahanmu yang kedua. Seandainya kejadian ini terdengar oleh negeri lain, sudah pasti akan mencela Baginda, karena lebih mementingkan burung dari nyawa manusia. Ini adalah kesalahanmu yang terbesar dan untuk itu kau pantas mati. Tuanku, perkataan hamba telah selesai, silahkan Agojo membawanya ke tiang gantungan.”

Baginda terdiam mendengar perkataan Perdana Menterinya. Lalu ia berkata pelan, “Bebaskan pemelihara burung ini. Tapi ingat, sekali lagi ia berbuat hal yang sama, maka tidak segan-segan aku mencambuknya.”

Betapa senang hati Lee Chin Pao. Tidak henti-hentinya ia berterima kasih kepada Perdana Menteri, yang sangat dihormatinya itu. @@@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s