Fabel

Troy Yang Pemalas

Pagi ini seharusnya udara sejuk dan segar. Matahari bersinar amat cerah, angin bertiup tidak terlalu kencang. Kicau burung terdengar amat riang.

Sayang, suasana damai tidak terwujud. Troy, mobil mewah Pak Beruang, kembali membuat ulah. Dia mogok lagi. Beberapa saat dia merung-raung, memperdengarkan suaranya yang mirip penyanyi sakit pilek. Asap hitam dan tebal keluar dari knalpotnya, membuat garasi pengap. Berkali-kali Pak Beruang mencoba menyalakan mesinnya, tetapi mati terus. Hanya asap yang terus menerus keluar. Membuat mata pedih.

Di pojok garasi, Sepeda Gunung merasakan matanya pedih dan nafasnya sesak. “Mengapa kau mogok lagi, Troy?” tanya Sepeda Gunung.

“Malas, ah! Enak tidur.”

“Eh, kamu tidak boleh begitu. Setiap hari kamu dirawat baik. Bensin diisi penuh dan badanmu dibersihkan.”

“Ah, peduli amat!” tukas Troy sengit.

Hari ini Pak Beruang pergi ke kantor mengendarai taksi. Agaknya dia sudah putus asa mengadapi kemalasan Troy.

Hari-hari selanjutnya berjalan sebagaimana biasa. Yang berbeda, Pak Beruang kini naik Sepeda Gunung ke kantor. Katanya menghemat. Lagi pula badan menjadi sehat.

Yang senang tentu saja Sepeda Gunung. Sudah lama ia ingin berjalan-jalan keluar. Tinggal di garasi sangat membosankan. Badan terasa kaku karena tidak pernah digerakkan.

Pak Beruang begitu rajin merawat Sepeda Gunung. Setiap hari ia mengelap tubuh Sepeda Gunung, seolah tidak rela bila ada debu menempel. Kadang kala mengoleskan oli pada rantainya sehingga Sepeda Gunung bisa meluncur dengan riangnya. “Uf, lelahnya,” kata Sepeda Gunung sehabis menjemput Pak Beruang.

“Mogok saja,” teriak Troy dengan enggan sambil menguap.

“Oh, tidak! Aku senang kok mengantar Pak Beruang. Aku bisa bertemu dan berbincang dengan teman. Lagipula aku jadi sehat sekarang. Tubuhku mengkilap. Lihat tubuhmu, karena mogok, Pak Beruang jadi malas merawatmu.”

Diam-diam, Pak Beruang ternyata hendak menjual Troy. “Apa?! Aku akan dibeli Pak Panda?” Troy terkejut mendengar niat Pak Beruang dari Sepeda Gunung. Troy ngeri karena Pak Panda kasar. Si Dino, sepeda motornya, yang mogok babak belur karena dipukuli Pak Panda. Troy minta sepeda gunung agar membujuk Pak Beruang mengurungkan niatnya. Tapi Sepeda Gunung tidak bisa berbuat apa-apa. Tinggallah Troy yang menyesali diri tiada habisnya. @@@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s