Fabel

Si Jambul Merah Yang Suka Berlari

Gurun pada siang hari memang sangat panas. Tikus lebih suka tinggal dalam liangnya. Sedangkan kadal, asyik membenamkan diri dalam tanah, guna menjaga suhu tubuhnya.

Tapi, siapa itu yang berlari-lari dibawah teriknya matahari? Rupanya, seekor burung lucu yang berjambul, tengah mengejar serangga.

“Hei, kau tidak lelah, ya? Berlarian kesana kemari?” sapa Burung Puyuh.

“He…he… tidak juga. Lagi pula, aku senang melakukannya,” jawab Jambul.

“Kau memang burung aneh. Binatang lain keluar rumah saja enggan, kau malah ngeluyur kemana-mana.”

“Aku tidak ngeluyur, aku sedang melatih kecepatan lariku,” bela si Jambul.

“Ha…ha…, latihan lari? Apa aku tidak salah dengar? Kita bangsa burung. Seharusnya kamu berlatih terbang, bukan lari. Memangnya, kau tidak bisa terbang, ya?” ejek Puyuh.

“Aku bisa terbang. Tapi tidak ada salahnya kan, belajar sesuatu yang baru,” kata Si Jambul.

“Ah, terserah. Aku malas berdebat denganmu,” kata Puyuh, sambil pergi meninggalkan si Jambul.

Si Jambul melanjutkan latihannya. Setiap ada sesuatu yang bergerak-gerak, dengan sigap dia mengejarnya. Setelah agak bosan, Si Jambul menuju daerah manusia. Ia lalu beradu kecepatan, dengan mobil-mobil mereka.

Karena ketekunannya itulah, maka lambat laun Si Jambul menjadi burung yang paling gesit di daratan.

Pada suatu hari, saat berlatih lari seperti biasa, Si Jambul terkena kawat berduri. “Aduh …,” Jambul memandangi sayapnya yang terluka. Ia pun berlindung di sebuah semak-semak, untuk beristirahat.

“Aneh, mengapa pagi ini sepi sekali, ya? Bahkan seekor semut pun tidak kujumpai,” gumam Jambul. Dia tidak menyadari, bahwa di dekap pohon katkus, seorang pemburu tengah mengintainya. Si Jambul baru tahu, saat sebuah peluru berdesing di dekat telinganya. Si Jambul sampai terlonjak karena kaget. Kali ini, ia benar-benar dalam bahaya.

Namun, sayap Si Jambul sedang terluka. Ia tak mungkin bisa terbang jauh. Untunglah, selama ini dia rajin berlari. Tanpa menunggu tembakan kedua, Jambul langsung berlari sekuat tenaga. Ia berlari sangat cepat sehingga pemburu tidak sempat membidiknya.
Memang, tidak ada salahnya belajar sesuatu yang baru. Iya kan? @@@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s