Cerita Misteri

Misteri Kotak Musik

Kak Sam membuka lemarinya. Ia masih melihat kotak musik pemberian Neneknya, tertutup rapat. Jelas sekali, kotak musik itu masih tetap ditempatnya semula.

“Aneh, kenapa aku semalam mendengar kotak musik ini berbunyi?” gumam Kak Sam seorang diri. Kemudian diambilnya kotak musik itu dan dibukanya berlahan. Alunan lagu merdu langsung terdengar. Kak Sam tersenyum kecil. Dipandanginya sebuah foto kecil tua, yang melekat di sisi dalam kotak itu. Foto itu adalah foto Nenek, semasa mudanya.

Konon kata Nenek, kotak musik itu ada sepasang. “Kotak musik ini adalah pemberian sahabatku, Laura Dorothy, anak Belanda. Yang berwarna merah, diberikannya padaku. Sebuah lagi yang berwarna biru, tetap dipegangnya. Suatu ketika, kita akan bertemu dan akan mendengarkan lagu dari kotak musik ini, bersama-sama,” cerita Nenek Kak Sam waktu itu.

Saat ini, genap setahun Nenek Putri, neneknya Kak Sam, meninggal dunia. Meski sudah sekian lama, kotak musik pemberian Nenek masih terawat dengan bagus. Sebenarnya, Kak Sam sangat ingin melihat pasangan kotak musik, pemberian Nenek itu. Tapi, rasanya sulit sekali. Pasangan kotak musik itu, masih berada di tangan Nenek Laura Dorothy. Terakhir kali Nenek Putri bertemu dengan Nenek Dorothy pada saat perang kemerdekaan. Kala itu, Nenek Dorothy dan Nenek Putri masih sama-sama belia. Nenek Dorothy mengunjungi Nenek Putri di tempat pengungsian, tak lama lagi ayahnya akan mengajaknya kembali, ke Belanda. Sebagai kenang-kenangan, ia lalu memberi Nenek Putri, sebuah kotak musik.

‘TANG…TING…TUNG…TANGG…TING!’ Suara kotak musik kembali terdengar. Kak Sam terhenyak dari tidurnya. Saat itu tepat pukul 02.00 pagi. Kak Sam buru-buru membuka lemarinya. Astaga! Kotak musik itu masih tertutup rapat, seperti sedia kala! Padahal kotak musik itu pasti akan bersuara, bila kotaknya terbuka. Dan langsung mati, kotaknya kembali tertutup.

Sebentar kemudian, dia mengambil kamera fotonya. Beberapa kali dipotretnya kotak musik kuno itu, dari berbagai sisi. Rencananya, esok hari Kak Sam akan memuat foto itu, di surat kabarnya. “Yah. Paling tidak aku sudah berusaha. Siapa tahu, ada seseorang yang tahu sejarah atau pasangan kotak musik ini,” gumam Kak Sam kemudian.

Esoknya, Kak Sam memacu motornya cepat-cepat. Pikirannya masih terus dibayangi kotak musik misterius, pemberian Nenek Putri. Di sebuah tikungan, sebuah mobil sedan melaju kencang. Kak Sam tak mampu mengendalikan laju motornya. Dhudhhaharr! Tubuh Kak Sam terpelanting, ke jalan raya. Tak hanya motor Kak Sam yang rusak, mobil sedan itu pun rusak parah. Kak Sam mengaduh kesakitan, di tepi jalan. Penumpang mobil itu langsung turun, memberi bantuan pada Kak Sam. Ah, ternyata penumpang mobil itu, adalah orang-orang asing. Yang menggembirakan, semuanya fasih berbahasa Indonesia.

“Anda tidak apa-apa, kan?” tanya lelaki bule itu. Kak Sam manggut-manggut, sambil terus memegangi kepalanya yang pusing. Sepintas, Kak Sam melihat tas kerjanya berserakan. Isi dalam tas itu berhamburan kemana-mana. Kak Sam seolah tak mempedulikan isi tas yang lain, selain kotak musik pemberian neneknya. Ketika itu, ia melihat seorang Nenek bule berjongkok, sambil memegangi kotak musik miliknya.

“Maaf, saya mau ambil kotak musik saya,” kata Kak Sam singkat. Nenek bule itu seakan tak mendengar perkataannya. Ia terus mengamati kotak musik itu, dengan mata menerawang. Kak Sam bingung juga melihatnya.

Tiba-tiba Nenek bule mengeluarkan sebuah kotak musik berwarna biru, dari dalam tasnya. Bentuknya mirip sekali dengan kotak musik pemberian Nenek Putri, hanya saja beda warna.

“Kamu dapat dari mana kotak musik ini?” tanya Nenek bule itu lembut.

“Itu pemberian almarhumah Nenek saya. Ia sudah meninggal, setahun yang lalu,” jawab Kak Sam sambil tersenyum.

“Maksudmu … nenekmu bernama P-Putri?” tanya Nenek bule itu terbata. Kak Sam mengangguk. Nenek bule itu kontan menangis dan langsung memeluk tubuh Kak Sam erat-erat.

“Aku … D-Dorothy. Laura Dorothy Verhoeven! Sahabat nenekmu. Kotak musik berwarna biru ini, adalah pasangan dari kotak musik nenekmu,” cerita Nenek Dorothy, sambil menangis. Ternyata Nenek Dorothy sengaja datang ke Indonesia, hanya untuk mencari sahabat lamanya, Nenek Putri. Sudah hampir dua bulan lamanya, Nenek Dorothy mencari alamat terakhir Nenek Putri. Karena perang, rumah Nenek Putri kerap berpindah-pindah. Awalnya, Nenek Dorothy hampir putus asa. Syukurlah akhirnya mereka dapat bertemu.

“Aku mengundangmu ke Belanda, kapan saja kamu mau. Jangan sungkan, aku juga nenekmu,” kata Nenek Dorothy, sambil menyerahkan pasangan kotak musik berwarna merah itu, pada Kak Sam. Sejak pertemuan itu, kotak musik Kak Sam tak pernah lagi muncul suara-suara misterius. @@@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s