Dongeng

Too Too Moo dan Raksasa

Pada suatu masa, hiduplah seorang gadis kecil bernama Too Too Moo bersama ibunya. Mereka tinggal di pinggir sebuah hutan. Meskupun hidup kekurangan, tapi keduanya sangat bahagia. Setiap hari, Too Too Moo bangun pagi-pagi sekali kemudian menggulung rambutnya dan mengencangkan, dengan tusuk konde kesayangannya. Kemudian, ia bekerja membantu ibunya. Setelah itu, ibunya akan menanak nasi untuk sarapan mereka. Ia juga memasak sepanci besar bubur manis, yang akan diberikan kepada Raksasa.

Kemudian si ibu pergi ke pasar untuk berjualan, sementara Too Too Moo sibuk membersihkan rumah. Ia menyapu lantai, merapikan tempat tidur, juga mencuci peralatan makan. Setelah semua selesai, Too Too Moo pun pergi untuk bermain. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki Raksasa itu.

Too Too Moo masuk ke dalam rumah, mengambil panci bubur, meletakkannya di luar rumah, kemudian mengunci pintu dan jendela dari dalam. Ia lalu bersembunyi dikolong tempat tidur, sambil gemetar ketakutan.

Si Raksasa sampai di depan rumah Too Too Moo. Dengan kelinkingnya yang sangat besar, ia mengetuk rumah Too Too Moo dan berkata, “Too Too Moo! Kau ada dimana?”

“Aku di dalam rumah!” jawab Too Too Moo.

“Di manakah ibumu?”

“Di pasar!”

“Dan dimanakah buburku?”

“Di dalam panci!”

Kemudian Raksasa itu mengambil panci bubur dan memakan isinya, dengan sekali telan. Setelah kenyang, Raksasa itu pun kembali ke dalam hutan. Hal itu terjadi setiap kali.

Sore hari, saat ibu pulang dari pasar, ia membawa makanan untuk Too Too Moo dan juga uang. Tapi, karena mereka harus selalu menyediakan sepanci besar bubur manis untuk Raksasa, maka uang mereka selalu habis.

Suatu hari, ibu Too Too Moo tidak membawa banyak uang, karena dagangannya kurang laku. Uangnya hanya cukup untuk membeli bahan bubur Si Raksasa. Ia dan Too Too Moo harus rela kelaparan. Hal tersebut berlangsung selama tiga hari berturut-turut.

Pada hari keempat, Too Too Moo merasa sangat lapar. Ia segera membuka tutup panci dan mengambil sesendok bubur. Karena kelaparan, ia terus memakan bubur itu. Ketika sadar, seperempat panci bubur itu telah dihabiskannya.

Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki Raksasa, yang sangat dikenalnya. Too Too Moo lalu bersembunyi di kolong tempat tidur, sambil gemetar ketakutan.

Si Raksasa membuka tutup panci dan berkata, “Bubur ini tidak penuh seperti biasa!”

Raksasa membanting panci bubur dan mencari Too Too Moo. “Too Too Moo … !!” Dengan marah, Raksasa menjebol pintu rumah menggunakan jari-jarinya. Raksasa itu menelan Too Too Moo, lalu kembali masuk hutan.

“Keluarkan aku!” teriak Too Too Moo, dari dalam perut Raksasa.

Tapi, Si Raksasa tidak mendengar apa pun. Ia terus berjalan.

Too Too Moo menangis karena takut. Tiba-tiba, ia teringat dengan tusuk kondenya. Ia mengambil tusuk kondenya dan dengan sekuat tenaga ditusukkan, ke perut Raksasa itu.

“Aduh, sakit! Hentikan! Hentikan!” teriak Si Raksasa.

Tapi Too Too Moo tidak mau berhenti, ia terus menusuki perut Raksasa. Si Raksasa berjalan sempoyongan menahan sakit. Tiba-tiba dia tersandung akar dan kepalanya membentur batu dengan keras. Raksasa itu tewas seketika. Tapi, Too Too Moo masih terperangkap, di dalam perut Raksasa.

Sementara itu, ibu Too Too Moo pulang dari pasar. Ketika sampai di depan rumah, dilihatnya panci bubur yang berantakan dan pintu rumahnya yang rusak. Ibu Too Too Moo segera mengikuti jejak kaki Raksasa itu, sampai ke tempat Raksasa tewas itu.
“Too Too Moo, dimana kamu, Nak?” teriak si ibu.

“Ibu, aku berada di dalam perut Raksasa ini!” seru Too Too Moo.

Ibu Too Too Moo kemudian mengambil sepotong kayu yang kuat. Dengan sekuat tenaga, dia membuka mulut Raksasa dan menjanggalnya dengan kayu, kemudian ditariknya Too Too Moo keluar.

Ibu dan Too Too Moo lega, karena Si Raksasa sudah mati dan tidak akan mengganggu mereka lagi. Sejak saat itu, mereka hidup berbahagia dan setiap pagi ibu selalu membuat bubur manis, untuk sarapan mereka berdua. @@@ (From Too Too Moo and The Giant)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s