Dongeng

Tongkat Ajaib

Di daerah Yunnan, ada sebuah danau yang jernih airnya. Para penggembala selalu menggiring lembu dan ternak lainnya ke situ. Sambil menunggu ternaknya mengisi perut, para penggembala itu suka bercerita. Mereka sering membual tentang apa saja.

Suatu hari, di dekat danau muncul seorang gadis cantik. Gadis itu ikut duduk dan bercerita bersama para penggembala. “Diantara sekian banyak lembu, ada seekor yang istimewa. Lembu itu bisa berjalan di atas air. Kalau dia menyusuri danau ini, airnya akan menyingkir,” kata gadis itu.

Para penggembala memandang tidak percaya.

“Sehelai bulunya yang jatuh sanggup membawa beban yang sangat berat.”

Seorang penggembala menyela, “Lembu mana yang kamu maksudkan?”

Gadis itu beranjak, “Hanya orang jujurlah yang bisa menemukannya.”

Esoknya, lembu-lembu itu berlarian ke ladang jagung milik Pak Tua. Para penggembala masih sibuk membicarakan kisah gadis cantik kemarin. Mereka tidak menjaga lembu-lembunya.

Pak Tua yang menjaga kebun jagungnya memukul-mukul tongkatnya untuk mengusir lembu-lembu itu. Dia tidak tahu kalau ada seekor lembu istimewa ikut masuk ke ladangnya.

Pak Tua tak tahu kalau beberapa helai bulu lembu istimewa menempel diujung tongkatnya yang sudah retak. Lalu dia mengumpulkan kayu bakar. Setelah itu diangkatnya dengan tongkat.

Ajaib! Pak Tua tidak merasakan beban apa pun. Dengan bingung Pak Tua memandangi tumpukan kayu bakarnya. Kemudian ditambahkan lagi beberapa ranting.

Ajaib! Dengan tongkat itu Pak Tua tidak merasakan beban berat. Dengan riang Pak Tua membawa kayu bakar ke pasar. Di tengah jalan Pak Tua bertemu dengan saudagar kayu. Dia menawar kayu bakar itu dengan harga sangat murah.

“Kayu bakarmu mutunya jelek.”

Akhirnya Pak Tua menerima pembayaran itu dan kembali pulang.

Saudagar itu tertawa-tawa. “Dasar bodoh!” Kemudian dia menjualnya di pasar dengan harga tinggi karena kayu bakar itu memang kering dan bagus.

Esoknya, kembali Pak Tua mencari kayu bakar. Dia menambah beban dengan dua tumpuk kayu bakar. Tetapi, ketika diangkat, Pak Tua tidak merasa keberatan. Kembali dia ke pasar.

Di tengah jalan, Pak Tua bertemu saudagar yang kemarin mencegatnya, “Di pasar ada orang berkelahi. Juallah kayu bakarmu padaku. Percuma kau bawa ke pasar karena tak akan ada orang yang membelinya. Pasar sepi karena orang-orang takut.”

Saudagar itu kembali menawar kayu bakar Pak Tua dengan harga murah. Kemudian dia menjualnya dengan harga tinggi di pasar.

Setiap hari itu terjadi. Saudagar itu selalu punya alasan untuk menipu Pak Tua.

Lama-lama saudagar itu heran melihat kayu bakar yang dibawa Pak Tua makin banyak. Pak Tua sama sekali tidak kelihatan lelah. Kemudian dia bertanya pada Pak Tua.

“Mungkin rahasianya ada di tongkat ini,” kata Pak Tua. “Setiap kali mengangkat kayu bakar dengan tongkat ini, aku tidak merasakan beban apa pun.”

Saudagar itu membayangkan kehebatan tongkat itu. “Tongkat itu kupakai memindahkan danau ke ladangku. Aku akan memungut bayaran tinggi pada para gembala yang duduk di dekatnya.”

Kemudian saudagar itu menawar tongkat itu dengan harga 500 keping emas. Tentu saja Pak Tua setuju. Uang sebanyak itu cukup untuk membiayai hidupnya seumur hidup.
Tetapi melihat ujung tongkat itu retak, saudagar itu minta agar Pak Tua memotong bagian yang retak.

Tentu saja bulu lembu yang sakti itu ikut lenyap. Dan kesaktian tongkat itu juga sirna. Istri saudagar itu marah-marah. Dia melempar tongkat itu ke danau. @@@ (Judul Asli: “The Magic Stick”)

1 thought on “Tongkat Ajaib”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s