Cerita Misteri

Misteri Bola Plastik

Kak Sam tak habis mengerti, mengapa bola plastik itu masih ada di halaman. Padahal semalam ia dan Jojo telah memasukkan bola itu ke dalam garasi. “Memangnya ada orang lain yang pakai bola ini, setelah kita?” tanya Jojo polos. Bocah kecil itu memang senang sekali main sepak bola. Setiap kali Kak Sam bertandang ke rumahnya, pasti ia mengajaknya main sepak bola.

“Lucu, yaa. Bola plastik ini selalu saja ada di halaman, meski aku sudah memasukkannya ke dalam garasi. Hmm, pasti ada orang yang suka jahil sama Jojo, sehingga ibu memarahiku. Dikiranya Jojo main bola terus. Padahal, Jojo selalu memasukkan bola ini ke garasi, setelah selesai main,” gerutu Jojo. Kak Sam kaget juga mendengarnya. Berarti ini sudah ke sekian kalinya, bola plastik itu berpindah tempat, secara misterius!

“Ahh, mungkin teman-teman Jojo pinjam … lalu lupa nggak balikin ke tempat semula. Bisa saja, kan?” kata Kak Sam coba menenangkan diri.

Petang harinya, Tante De kebingungan, Jojo tiba-tiba demam tinggi. Kak Sam cemas juga melihatnya. Tubuh Jojo menggigil, bibirnya terus bergetar. Kak Sam dan Tante De cepat-cepat membawa Jojo, ke rumah sakit. Aneh sekali, dokter tidak menemukan penyakit Jojo. Hingga malam, demam Jojo belum turun juga. Tante De menunggui Jojo di rumah sakit, sementara Kak Sam pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Kak Sam menyempatkan diri memeriksa halaman. Ah, ternyata bola plastik itu, sudah tidak ada di sana. Kak Sam tersenyum, berarti kekhawatirannya tidak terbukti.

Pukul satu dini hari, Kak Sam terbangun. Ia mendengar riuh suara bocah di halaman.

“Ah, anak siapa, sih? Malam-malam begini main di rumah orang. Huhh …,” gerutu Kak Sam bangkit dari ranjangnya. Astaga … ternyata … sepi! Tidak ada seorang pun bocah di halaman! Pintu pagar pun masih tertutup rapat! Aneh, padahal suara anak-anak kecil yang sedang bermain, terdengar jelas sekali.

Kak Sam kembali ke ranjangnya, tapi belum sampai matanya terlelap, suara anak-anak itu kembali terdengar. Hii … suara itu jelas sekali! Kontan bulu kuduknya berdiri dan jantungnya berdegup kencang, seketika hilang kantuknya.

Kak Sam sejenak mengamati suara-suara itu. “Hmm … tampaknya mereka sedang sibuk mencari sesuatu,” pikir Kak Sam. Lelaki muda itu kemudian memberanikan diri, keluar rumah. Namun, tetap saja halam rumah kosong!

“Cari apa, Mas?” tanya hansip ronda tiba-tiba. Kak Sam menghela nafas.

“H-hmmm, mungkin saya salah dengar. Tapi, rasanya saya yakin banget, mendengar suara anak-anak yang sedang bermain. Ihh, berisik sekali! Tapi, kok aneh. Kemana mereka pergi?” kata Kak Sam.

“Oh, jangan kaget, Mas. Taruh saja bola di halaman. Mereka akan asyik sendiri, kok. Nggak bakal bikin berisik …,” kata Pak Hansip itu.

“Ya, memang sejak dulu, sebelum keluarga Mas pindah kemari, hampir tiap malam saya selalu mendengar suara bocah-bocah di sini. Anehnya, saya tidak pernah sekali pun, melihat mereka. Ihh, serem juga! Nah, suatu ketika, anak-anak kampung main bola. Bola mereka tiba-tiba nyelonong masuk rumah ini. Tak ada seorang pun anak-anak yang berani mengambilnya. Serem katanya! Anehnya, sejak ada bola di halaman rumah ini, suara-suara berisik itu lenyap. Aneh, bukan!” cerita Pak Hansip itu sambil bergindik.

Tiba-tiba, HP Kak Sam berdering. “Sam … aku bingung! Jojo tiba-tiba mengingau! Ia berteriak, ‘bola! bola! Apa sih maksudnya, aku nggak ngerti! Dan yang mengerikan, rasanya itu bukan suara Jojo. Seperi ada suara orang lain dalam tubuhnya!” cerita Tante De panik.

Kak Sam tercenung. Tiba-tiba, ia teringat pada bola plastik yang biasa dimainkan Jojo. Kak Sam cepat-cepat berlari menuju garasi, tapi tidak ada. Kak Sam kemudian mencari ke dalam kamar Jojo. Ternyata, bola plastik itu ada dalam lemari pakaian Jojo. Ah, mungkin Si Jojo berusaha menyimpannya.

Ketika Kak Sam membawanya keluar, Pak Hansip langsung berteriak, “Nah … itu dia bolanya. Ya, benar. Taruh aja bola itu di halaman. Jangan di simpan!”

Kak Sam langsung melemparkan bola plastik itu ke halaman. Beberapa saat kemudian, di rumah sakit, Tante De sudah bisa tersenyum. Jojo sudah sadar, demamnya pun sudah reda.

“Jojo, sekarang tidak usah main bola plastik lagi. Kak Sam sudah belikan bola yang lebih bagus. Biarkan bola plastik itu ada di halaman, yaa!” kata Kak Sam seraya menyodorkan sebuah bola baru, yang sangat bagus. Ketika Jojo baru tiba di rumah.

Sejak bola plastik itu ada dihalaman, tidak pernah terdengar lagi suara berisik bocah-bocah. Aneh tapi nyata. @@@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s