Dongeng

Kisah Raja Penyu

Dahulu kala di sebuah teluk di pantai Cilacap, hiduplah seekor Raja Penyu. Ia memerintah rakyatnya dengan sangat bijaksana. Rakyat penyu pun hidup damai, rukun, dan saling tolong menolong. Jika salah satu penyu mendapat makanan, maka akan ia bagikan pada teman-temannya.

Pada suatu hari, ketentraman rakyat penyu terganggu oleh kedatangan seorang nelayan. Nelayan itu menjaring ikan di teluk tempat para penyu itu tinggal.

Pada suatu hari, Nelayan berhasil menjaring beberapa ekor penyu. Betapa paniknya semua penyu yang tertangkap dalam jaring. Mereka sekuat tenaga berusaha untuk melepaskan diri dari jeratan jaring. Tapi usaha mereka gagal. Mereka pun menerit-jerit ketakutan.

Di dalam jaring itu, ada Raja Penyu juga yang ikut tertangkap. Raja yang bijak itu segera menenangkan rakyatnya. Raja Penyu terkenal pandai dan banyak akal. Ia lalu berkata, “Wahai rakyatku, kalian bersamaku. Maka tenanglah! Sekarang kita aman di dalam jaring yang di pasang oleh si Nelayan. Dia, kan, sudah pulang!”

Penyu-penyu yang tertangkap itu tetap gelisah.

“Tapi Raja … Besok, kan si Nelayan akan datang lagi. Dia pasti akan membawa kita untuk dijual. Lalu … kita akan dibunuh. Cangkang kita akan dijadikan perabotan kulit penyu,” ucap seekor penyu sambil menangis.

Raja Penyu tetap tenang.

“Tenanglah! jika besok si Nelayan datang, kita harus pura-pura mati. Kalau ia mengira kita mati, ia tidak akan membawa kita untuk dijual. Si Nelayan pasti akan membuang kita ke teluk ini lagi,” kata Raja Penyu.

Para penyu saling pandang kebingungan.

“Bagaimana caranya berpura-pura mati, Raja?” tanya mereka.

“Jika kita diangkat ke darat jangan ada yang bernafas. Apalagi bergerak! Andai Nelayan terlalu lama tidak membuang kita, maka tunggulah aba-aba dariku untuk bersama-sama lari,” perintah Raja Penyu.

Keesokan harinya, si Nelayan datang memeriksa jaringnya. Betapa senangnya ia melihat hasil tangkapannya begitu banyak. Akan tetapi, ketika tiba di darat, si Nelayan sangat kecewa. Ia melihat penyu-penyu hasil tangkapannya itu mati semua.

“Kenapa penyu-penyu ini bisa mati semua? Aku tidak bisa menjualnya untuk dijadikan hiasan kulit penyu,” keluh si Nelayan sambil melangkah lesu.

Nelayan itu lalu duduk di pasir pantai dengan bingung. Tanpa sengaja, ia menduduki punggung Raja Penyu. Karena kaget, Raja penyu tak sengaja berteriak keras, “Aduh!”

Seketika rakyat penyu lari dari pasir menuju ke air laut. Mereka mengira itu adalah aba-aba dari Raja Penyu untuk lari.

Sang Nelayan tidak bisa berbuat apa-apa. ia tidak sempat menangkap penyu-penyu yang sudah berlarian ke laut. Yang ia miliki kini hanyalah si Raja Penyu yang sedang didudukinya.

Dengan sedikit kecewa, si Nelayan membawa satu-satunya penyu itu ke pasar. Raja Penyu memiliki warna cangkang yang sangat indah. Gaya berenangnya pun tampak bagus di dalam aquarium Nelayan. Seorang saudagar kaya akhirnya membeli Raja Penyu dari si Nelayan.

Saudagar kaya memasukkan Raja Penyu ke dalam aquarium indahnya. Setiap hari ia memberi makanan yang enak-enak untuk Raja Penyu. Akan tetapi Raja Penyu tidak merasa bahagia, karena tidak punya teman. Ia juga merasa rindu pada rakyatnya.

Pada suatu pagi, Raja penyu pura-pura mati. Ia mengambang di permukaan air aquarium. Saudagar kaya sangat terkejut melihat penyu kesayangannya mengambang dan tak bergerak. Walau sedih, ia segera memanggil pembantunya, “Cepat buang penyu ini ke laut! Supaya aquariumku tidak bau!” perintahnya.

Pembantu itu segera membawa Raja Penyu ke pantai. Sekuat tenaganya ia melempar Raja Penyu ke air laut. Betapa leganya Raja Penyu setelah tubuhnya menyentuh air laut. Ia segera berenang ke teluk, menjumpai rakyatnya.

Rakyat penyu sangat gembira melihat raja mereka pulang. Berhari-hari mereka megadakan pesta menyambut kedatangan raja mereka yang cerdik. @@@

 

Sumber: Bobo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s