Abunawas

Mengeluarkan Tikus di Perut

Abu Jahil dan Abu Licik adalah dua orang yang paling usil di antero Baghdad. Keduanya tidak pernah jera mencelakai Abunawas. Dan jahatnya, keduanya selalu bekerja sama melakukan perbuatan jahat itu.

Suatu hari, ketika sedang enak-enaknya tidur, Abunawas didatangi Abu Jahil. Abunawas terperangah kaget. Dia langsung mengusap-usap matanya yang masih terasa lengket.

“Ada apa kau pagi-pagi datang kemari?” tanya Abunawas.

“Aku mengabarkan keadaan Abu Licik yang sangat menderita karena ulahmu,” ujar Abu Jahil yang tentu saja semakin mengagetkan Abunawas.

“Ada apa dengan dia? Dan apa salahku?”

“Agar kau tahu, Abunawas,” cecar Abu Jahil sambil mengacungkan telunjuknya ke muka Abunawas. “Ketika sedang enak-enaknya tidur, seekor tikus masuk ke mulutnya dan bersarang di perutnya. Kini dia menggeliat-geliat kegelian.”

“Apa urusannya denganku?”

“Jangan berlagak pilon! Tikus itu berasal dari rumahmu. Kau harus bertanggung jawab atas perbuatan binatang peliharaanmu itu.”

“Aku merasa tidak mememlihara tikus itu. Mengapa kau timpakan kesalahan itu padaku?”

“Lho, tikus itu berasal dari rumahmu. Kau tidak boleh mengelak dari tanggung jawab. Andai kata kau membasmi semua tikus-tikus yang ada di rumahmu, peristiwa pilu ini pasti tidak terjadi.”

Abunawas sebenarnya ingin tersenyum geli dalam hati. Mana mungkin ada tikus masuk mulut dan bersarang di perut. Ini hanya akal-akalannya Abu Jahil dan Abu Licik saja. Tapi untuk mengetahui lebih jauh tujuan keduanya, Abunawas pura-pura bertanya, “Apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku?”

“Kau harus keluarkan tikus itu dari perutnya. Atau kalau tidak, kau harus membayar denda sebesar 100 dinar untuk mengobatkan Abu Licik ke seorang tabib.”

Begitu mendengar jawaban seperti itu, Abunawas bisa segera mengambil kesimpulan. Ini pemerasan! Oleh karena itu dia mengabaikan permintaan Abu Jahil. “Aku tidak mau bertanggung jawab!” ucapnya tegas.

“Kalau kau tidak mau bertanggung jawab,” ancam Abu Jahil. “Kau akan kuadukan pada Baginda Harun Alrasyid.”

Abunawas tidak peduli. Dia menyilakan Abu Jahil mengadukan pada Baginda. Dan dia sendiri meneruskan tidurnya yang belum komplit.

Ancaman Abu Jahil ternyata terbukti. Dia benar-benar mengadukan masalah ini ke hadapan Baginda Harun Alrasyid. Dan Baginda segera memerintahkan pengawal memanggil Abunawas ke istana.

Sampai di istana, Baginda langsung mencecar Abunawas dengan tuduhan yang dilontarkan Abu Jahil dan Abu Licik.

“Abunawas, lihat! Akibat perbuatan tikusmu, Abu Licik menderita seperti itu,” kecam Baginda kepada Abunawas. Dibela seperti itu, Abu Licik semakin menggeliatkan tubuhnya seolah-olah tikus itu benar-benar berada di perutnya.

“Kau harus mengeluarkan tikus itu dari perutnya,” kecam Baginda lagi. “Atau kalau tidak, kau harus membayar denda 100 dinar untuk mengobatkan dia pada seorang tabib.”

Walau pun tidak dibela Baginda, Abunawas tidak merasa gentar. Dia berusaha berpikir dengan tenang.

“Baiklah Baginda, saya akan pulang dulu. Saya akan mengambil sesuatu untuk mengeluarkan tikus itu dari perut Abu Licik,” kata Abunawas.

Tidak sampai setengah jam, Abunawas sudah tiba di istana. Dia membawa sesuatu yang dibungkus dalam karung. Di hadapan Baginda, Abu Licik dan Abu Jahil, Abunawas mengeluarkan barang itu. Meong …!!

“Untuk mengeluarkan tikus itu, suruh Abu Licik menelan kucing ini hidup-hidup. Biar kucing ini yang memangsanya dan mengeluarkan tikus itu dari dalam perut Abu Licik,” ujar Abunawas dengan senyum mengembang di bibirnya.

Mendengar ucapan itu, seketika Baginda, Abu Licik dan Abu Jahil seketika terdiam. Ketiganya tidak mampu mengucapkan kata-kata. Niat mencelakakan Abunawas ternyata menemui batunya.

“Kalau tidak mau, bukan salahku kalau tikus itu tetap bersarang di perut Abu Jahil,” ucap Abunawas sambil berlalu meninggalkan tempat itu. @@@

Sumber: Mentari Edisi 128 tahun 2002

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s