Fabel

Gajah yang Sombong

Pagi itu, tampak seekor Gajah sedang berjalan, di dalam hutan. Dengan angkuh dia berjalan mondar mandir, sambil makan daun-daunan hutan dengan menggunakan belalainya yang panjang. Dengan belalainya yang kuat, Gajah bisa menumbangkan pohon-pohonan dalam hutan itu, untuk dimakan daunnya. Maka, lama-lama seluruh pohon di hutan itu, hampir habis karena ulah Gajah yang sombong.

“Akulah hewan terkuat dimuka bumi ini, aku hewan yang tidak terkalahkan hewan lainnya. Maka akan aku makan seluruh tumbuhan di dalam hutan ini dan kutumbangkan seluruh batangnya,” kata Gajah itu, sambil menumbangkan pohon-pohon yang ada di sekitarnya.

Keesokan harinya, ributlah seluruh hewan di hutan itu. Mereka lari tunggang langgang, mencari selamat. Mereka takut celaka, karena perbuatan Gajah yang sombong itu.

“Hei! Hewan-hewan kecil, menyingkirlah dari hutan ini, karena hutan ini daerah kekuasaanku dan aku akan menumbangkan seluruh pohon di dalamnya. Apabila tidak mau menyingkir, maka akan aku binasakan pula dirimu dari tempat ini!” hardik Gajah, sambil mengangkat belalainya tinggi-tinggi, dengan sombongnya.

Pada sebuah pohon jati yang agak besar, sepasang burung Kutilang sedang mengerami telurnya. Dalam beberapa hari lagi, tentu telurnya akan menetas. Tapi, kiranya malang nasib mereka. Hari itu, pohon-pohon mendapat giliran akan ditumbangkan oleh gajah.

Maka sebelum ditumbangkan oleh Gajah, pagi-pagi sekali sepasang burung Kutilang itu menemui Gajah. Mereka memohon, agar pohon jati itu tidak ditumbangkan dulu, sampai mentas anak-anaknya dan hingga mereka bisa terbang.

“Tidak bisa! Pohon ini akan tetap saya tumbangkan! Hutan ini daerah kekuasaanku, sedang aku sendiri membutuhkan kayu untuk membuat rumah!” kata Gajah sambil menumbangkan pohon jati, tempat sarang burung Kutilang yang malang itu. Akhirnya dengan menangis sedih, burung Kutilang itu pergi meninggalkan sarangnya, yang telah hancur berantakan.

Perbuatan Gajah yang merugikan itu, sangat membuat gelisah hewan lainnya. Pada hari berkutnya, Gajah itu juga menginjak-injak sarang Kelinci.

Perbuatan Gajah membuat porak poranda, di hutan belantara. Di sana sini banyak terlihat pohon tumbang. Keadaan hutan itu menjadi sepi, karena penghuninya menyingkir mencari selamat. Hanya tinggal Gajah itu sendirilah, yang masih tinggal dalam hutan.

Pada suatu malam saat bulan purnama, berkumpullah seluruh hewan yang mengungsi.

Hewan-hewan itu mengadakan perundingan, untuk mencegah perbuatan si Gajah yang sombong itu.

“Bagaimana pendapat teman-teman, mengenai perbuatan Gajah yang sangat merugikan kita ini?” kata Harimau sambil mengibas ekornya. “Aku sebagai pemimpinmu sudah tidak mampu lagi untuk melawannya!”

“Karena jumlah kita lebih banyak, bagaimana jika kita serang bersama-sama?” kata Kera, sambil meloncat dari atas pohon.

“Jangan! Jumlah korban sudah cukup banyak. Kita jangan ikut menambahnya lagi,” kata Kelinci sambil menggaruk-garukkan kaki.

“Aku punya pendapat, bagaimana seandainya aku yang akan melawannya?” usul Kelinci.

“Mana mungkin? Tubuhmu kecil!!” kata hewan yang lain.

“Dengar dulu. Aku sudah biasa membuat lubang dalam tanah, aku akan membuat lubang juga, untuk melawan si Gajah. Apabila diinjak oleh si Gajah, maka dia akan terperosok ke dalamnya,” lanjut Kelinci.

Hewan-hewan hutan akhirnya menyetujui pendapat Kelinci, yang cerdik itu. Beberapa hari kemudian, jadilah lubang itu. Kemudian Kelinci mengundang teman-temannya untuk menyerang Gajah, apabila terperosok nanti.

Saat yang dinantikan itu pun tiba. Pagi itu, Gajah dengan sombongnya berjalan. Tanpa disadari, kakinya terperosok ke dalam lubang buatan Kelinci. Ia tidak dapat bangun lagi. Kemudian disaat itu juga, Gajah diserbu pula oleh hewan lainnya. Gajah berteriak-teriak minta ampun dan dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Akhirnya, semua hewan yang mengeroyok Gajah menghentikan serangannya. Mereka juga membiarkan Gajah ngeloyor pergi. Kini hutan kembali tenang dan tidak ada pengganggu lagi. @@@

 

Mentari Edisi 376 Tahun 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s