Fabel

Dua Kelinci Bersaudara

GAMBAR KELINCI2

Tan dan Gat adalah dua kelinci bersaudara. Mereka selalu membantu teman-temannya yang kesusahan, sehingga mereka memiliki banyak teman. Mengetahui hal itu, Juru Si Monyet jahat tidak menyukainya. Ia merencanakan hal licik. Hingga suatu hari, Juru berjalan ke rumah Tan dan Gat.

“Hai Tan, dimana Gat?” tanya Juru.

“Gat mencari buah-buahan, sampai sekarang belum kembali,” jawab Tan sedih. Melihat kesedihan Tan, Juru menyiapkan niat jahat yang sudah lama ada, di pikirannya.

“Sudah jangan bersedih, Gat memang begitu sejak dulu. Mungkin Gat lupa kalau punya saudara kamu. Atau, dia sudah dapat buah-buahan, lalu dimakannya sendiri. Sepertinya, Gat adalah saudara yang jahat, ya,” kata Juru.

“Tidak mungkin, Gat saudara yang baik. Dia tidak pernah jahat padaku. Bahkan, ia selalu membuatku senang!” bantah Tan sambil menangis.

“Memang benar. Tapi, hati kan bisa berubah-rubah. Kebaikan cepat sekali berubah, menjadi keburukan. Begitu pula dengan Gat,” Juru berusaha menyakinkan Tan.

“Benarkah?” tanya Tan mulai ragu.

“Tadi aku bertemu Gat. Sebenarnya aku tidak mau mengatakan ini, tapi aku kasihan padamu. Sebenarnya, Gat sudah banyak mendapat buah-buahan, tetapi ia memakannya dengan lahap sendirian. Malah, sisanya dibuang begitu saja. Sewaktu kutanya, mengapa banyak buah yang dibuang? Gat malah menjawab, tidak akan menyisakan sebuah pun untukmu. Biar kamu merasakan, rasa lapar yang sebanding dengan capeknya, sewaktu mengumpulkan buah-buahan,” hasut Juru pada Tan.

Juru sangat gembira, akhirnya ia berhasil membuat kelinci bersaudara itu berburuk sangka, satu sama lain.

“Mengapa Gat menjadi jahat padaku? Padahal aku tidak pernah jahat padanya. Aku benci, Gat!” teriak Tan dengan marah.

“Jangan percaya dengan perkataan Juru, Tan …,” tiba-tiba Gat muncul di belakangnya. Namun, Tan memandangnya sinis.

“Semua yang dikatakan Juru tidak benar. Dia memasang perangkap untukku, dengan membuat lubang di hutan dan menutupinya dengan kayu, sehingga aku terperosok ke dalamnya. Untung saja, ada teman-teman yang menolongku. Lihatlah, kakiku sampai terluka,” jelas Gat.

“Oh, Gat. Maafkan aku. Awas kamu Juru, tega-teganya kamu hendak memisahkan kami!” geram Tan. Tan sangat ingin membalas sakit hati pada Juru dengan memukulinya, namun Gat menghalanginya.

“Jangan, Tan. Tidak baik membalas dendam. Sadarlah, bahwa kebaikan akan menghapus kejahatan. Bukannya kejahatan dibalas dengan kejahatan. Yang penting, sekarang kita sudah bersama lagi,” kata Gat.

Sementara itu, Juru menundukkan kepala tanda penyesalan. Ia malu sekali, dengan sikap buruknya. Ia menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. @@@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s