Fabel

Jangkri Sang Penghibur

Jangkrik 1

Jangkri adalah seekor jangkrik yang tinggal di tegalan. Kerjanya hanya bermain musik dan bernyanyi. Tiada hari tanpa bernyanyi, suaranya memang merdu. Di tegalan itu, tidak hanya Jangkri yang tinggal, ada sekawanan Semut, Kumbang dan kunang-kunang.

Berbeda dengan Jangkri. Kawannya, Semut rajin sekali bekerja. Bila mentari mulai bersinar, kawanan Semut mulai keluar dari sarang, untuk mencari makanan. Sedikit demi sedikit, makanan di kumpulkan. Ratu Semut memerintahkan rakyatnya untuk mengumpulkan makanan yang lebih banyak, untuk persediaan musim dingin.

“Krik … krik … krik … suara jangkrik, krik … krik … krik … nyaring bunyinya, antara jangkrik satu dengan lainnya.” Begitulah lagu yang sering dinyanyikan oleh Jangkri, pada saat istirahat, kawanan Semut dan Kumbang berkumpul di bawah dedaunan. Mereka duduk di depan Jangkri dan mendengarkannya bernyanyi. Dengan diiringi dentingan gitar, Jangkri bernyanyi. Semua ikut bernyanyi saling bersahutan, meriah sekali. Teman-teman Jangkri pun terhibur.

Tak terasa, waktu istirahat sudah berakhir, saatnya untuk bekerja lagi. Tapi, tidak demikian dengan si Jangkri. Saat teman-temannya melanjutkan pekerjaan, dia malah tidur. Menjelang sore, Jangkri terbangun dan segera kembali ke sarangnya.

Di sarangnya, persediaan makanan semakin menipis. Walau begitu, Jangkri malas mencari makanan. Menjelang malam, berangkatlah Jangkri ke tempat perkumpulan para jangkrik. Kegiatan mereka bermacam-macam, ada yang bermain kartu, ada juga yang bermain catur. Jangkri bertugas menghibur mereka, sedangkan kunang-kunang bertugas menerangi tempat tersebut, dengan cahayanya yang terang.

Jangkri pun mulai bernyanyi, diiringi pelican gitarnya. Suaranya merdu sekali, “Krik … krik … krik … suara jangkrik, krik … krik … krik … nyaring bunyinya, antara jangkrik satu dengan lainnya.”

Begitu Jangkri menyanyikan lagu tersebut, teman-temannya saling bersahutan, sehingga suasananya ramai sekali. Tak terasa, malam semakin larut, semua jangkrik sudah mengantuk. Satu demi satu jangkrik meninggalkan tempat tersebut. Jangkri pun kembali kesarangnya dan tidur.

Musim dingin akhirnya tiba. Salju turun dari langit dan menutupi tegalan. Para Kumbang dan Semut tinggal di sarang masing-masing. Mereka tidak khawatir dengan persediaan makanan, karena makanan itu cukup untuk melewati musim dingin. Kali ini, giliran kawanan Semut mulai berpesta dan bernyanyi, di pimpin Ratu Semut. Tanpa musik, pesta tersebut terlihat tidak meriah. Mereka teringat Jangkri, sang penghibur. Sang Ratu Semut memerintahkan Semuz memanggil Jangkri.

Sementara itu, Jangkri kedinginan di sarangnya. Seharian perutnya belum terisi, karena tidak ada makanan untuk di santap. Tubuhnya membiru dan akhirnya pingsan. Tak lama kemudian, Jangkri ditemukan oleh Semuz. Ia meminta bantuan semut lainnya, agar Jangkri segera di bawa ke sarang mereka. Tubuh Jangkri di selimuti rapat dengan selimut dan dibaringkan di dekat perapian. Tak lama kemudian, mata Jangkri terbuka dan sadar. Temannya segera menyuapi dengan makanan dan minuman. Lama kelamaan tubuh Jangkri berangsur pulih.

Setelah sehat, Jangkri pun mulai menghibur para Semut, sebagai ungkapan terima kasih. Jangkri mendapat nasihat yang berharga dari Ratu Semut, bahwa semua makhluk hidup harus bekerja dengan rajin, untuk memenuhi kebutuhannya. Kita tidak boleh bergantung, pada makhluk lainnya. Jangkri sadar dan berjanji untuk rajin bekerja. Walau begitu, ia tidak lupa untuk menghibur teman-temannya. Dengan bernyanyi, semua bisa senang dan gembira. Lelah sehabis bekerja, dapat hilang dengan bernyanyi. @@@

 

Mentari Edisi 367 Tahun 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s