Dongeng

Serigala dan Kendi Susu

Suatu ketika hiduplah seorang petani muda bernama Mikola. Petani itu memiliki ladang jagung amat luas. Mikola adalah petani rajin dan suka bekerja keras.

Setiap pagi, sebelum matahari terbit, Mikola berangkat dari pondok kecilnya menuju ladang. Istrinya selalu membawakan roti dan keju untuk makan siang. Juga sekendi susu segar berasal dari sapi mereka sendiri. Tiap hari, setelah tiba di ladang, Mikola selalu meletakkan kendi itu di sebuah mata air supaya tetap dingin.

Suatu hari, petani itu lupa membawa bekal makan siangnya karena tergesa-gesa pergi. Maka istrinya cepat-cepat mengejar Mikola. “Engkau lupa membawa bekal makan siangmu.”

Mikola sangat berterima kasih. Setelah istrinya pulang, ia cepat-cepat pergi ke mata air dan meletakkan kendi susu itu di dalam air.

Seekor serigala yang sedang berjalan melintasi ladang jagung mencium bau makanan. Ia jadi lapar. Ia pergi ke arah mata air sambil mengendus kelaparan. “Ah, ini dia kendi berisi susu. Kelihatannya lezat,” kata Serigala sambil menjilati susu. Dimasukkannya kepalanya ke dalam kendi, dan meminum susu sampai habis. Susunya terasa sagar dan lezat, serta menyejukkan rasa hausnya setelah berjalan berkilo-kilo tanpa makan dan minum.

Namun, ketika ia berusaha mengeluarkan kepalanya dari kendi, ternyata tidak bisa. Digerakkannya kepalanya ke kiri dan ke kanan, ke atas dan ke bawah. Lalu di pukulkannya ke tanah, malah membuat kepalanya pusing. “Aku tidak boleh panik,” kata Serigala dalam hati. “Pasti ada jalan keluarnya.”

“Kendi kecil, apa kabar kawan? Engkau akan melepaskan aku bukan?” rayu Serigala.

“Aku tidak mau mendengarmu,” jawab kendi sambil tertawa.

Serigala marah. Dalam kendi terasa panas. “Keluarkan aku!”

“Bukan salahku kalau engkau terperangkap. Engkau amat rakus. Kau tahu mencuri itu tidak baik,” ejek kendi.

Serigala meloncat ke sana ke mari. Tapi kendi tidak mau mempedulikannya. Bahkan dipegangnya leher serigala kuat-kuat. Serigala tambah marah. Sampai akhirnya ia punya ide.

“Aku akan meloncat ke dalam sungai. Engkau akan tenggelam,” kata Serigala.

Kendi tidak gentar, karena kendi tidak bakal tenggelam. Namun, serigala tidak mau menghiraukan perkataan kendi. Ia berlari menuju sungai, dan meloncat masuk. Serigala tenggelam, sementara kendi tetap mengapung. Mikola akhirnya menemukan kendi susunya mengapung di sungai. Ia mengira susunya tumpah ke sungai.

 

Hoplaa, April 1997

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s