Cerita Misteri

Sst, Petikan Gitar Kembali Terdengar!

Hasil gambar untuk gambar kartun gitar

Setengah jam lamanya Kak Sam menunggu kedatangan Kak Dodi, di stasiun kereta api. Menunggu memang pekerjaan yang paling melelahkan, juga membosankan. ‘T-tiiit … titiiit … t-tiiit …’ Handphone Kak Sam berbunyi tiba-tiba, “Sam … k-kau dimana?” “Hei, aku sudah di stasiun menunggumu. Sampai dimana kau?”

“Ya … aku sudah mau nyampe … tunggu aku, yaa!” kata Kak Dodi dengan suara keras.
Kak Dodi adalah sahabat lama Kak Sam. Namun, hampir 10 tahun mereka tidak pernah bertemu. Kak Sam masih ingat benar, bagaimana uniknya Kak Dodi. Sebenarnya, dia adalah seniman musik yang hebat. Sayangnya, banyak yang menilai Kak Dodi aneh.
“Dia itu suka ngomong sendiri, bahkan suka bertingkah aneh,” kata teman-teman Kak Sam waktu itu.

Kak Sam tersenyum mengingatnya. Beberapa kali ia menolong Kak Dodi, yang sering kerasukan. Meski begitu, Kak Dodi setidaknya pernah dua kali menyelamatkan jiwa Kak Sam dan kawan-kawannya. Pertama, saat Kak Sam dan kawan-kawannya hendak ke luar kota, dengan naik bus. Hanya Kak Dodi yang bersikeras menolak naik bus. Padahal, dia tidak mempunyai alasan yang jelas. Beruntunglah Kak Sam dan kawan-kawannya mengikuti kata-kata Kak Dodi. Ternyata, bus yang akan mereka tumpangi mengalami kecelakaan. Tidak ada seorang pun yang selamat dari musibah itu. Kedua, saat Kak Sam dan kawan-kawannya terkurung dalam api. Entah bagaimana, tiba-tiba Kak Dodi muncul dan berhasil membawa keluar Kak Sam, keluar dari musibah itu.

Kereta api yang ditunggu pun akhirnya tiba. Kak Dodi melambai pada Kak Sam. Ah, ternyata penampilan Kak Dodi tidak jauh berbeda, dengan 10 tahun yang lalu. Rambutnya gondrong, berkumis dan bercambang. “Hai Sam. Ah, semakin gemuk saja kau … ha … ha …!” sapa Kak Dodi sambil bergurau.

Tengah malamnya, Kak Sam mendengar suara gitar dipetik. Ia sejenak menikmati petikan gitar itu, sesekali terdengar gumaman seseorang, mengikuti irama petikan gitar itu. “Rupanya si Dodi belum tidur. Mungkin menciptakan lagu baru. Hhmmm boleh juga,” gumam Kak Sam sambil tersenyum. Sampai beberapa saat lamanya, suara gitar itu masih terus terdengar, Kak Sam jadi penasaran. ia pun bangkit dari ranjangnya. Tapi, baru beberapa langkah, Kak Sam mengernyitkan dahinya. “Ah, kenapa sudah tidak terdengar lagi?” gumam Kak Sam. Tapi, Kak Sam terus saja melangkah menuju kamar Kak Dodi. Ternyata Kak Dodi sedang duduk di tepi ranjangnya.

Hasil gambar untuk gambar kartun gitar

“Ah, sayang sekali kenapa berhenti? Coba mainkan lagi musikmu itu!” kata Kak Sam seraya menyapa Kak Dodi. Kak Dodi terdiam mengernyitkan dahinya, dan sejurus kemudian lelaki berambut gondrong itu mendekati Kak Sam. “Jadi … kau juga mendengarnya?” tanya Kak Dodi dengan raut muka tegang. Tentu saja Kak Sam kaget mendengar kata-kata Kak Dodi. “Maksudmu … suara gitar dan gumaman itu bukan kamu? K-kau sama s-sekali tidak menyentuh gitar dan bernyanyi?”

Kak Dodi menggeleng. Suasana langsung berubah tegang. Bulu kuduk Kak Sam kontan berdiri, jantungnya berdegup kencang. “S-sam … ini soal serius! Sam, asal kau tahu … aku jauh-jauh pergi menemuimu, karena aku merasa kau sedang dalam bahaya. Sam, percayalah padaku!”

Kak Sam tersenyum, ah ternyata si Dodi ini masih tetap saja tidak berubah. “Maksudmu, bunyi gitar dan suara gumaman aneh itu adalah pertanda, kalau aku sedang dalam bahaya? Aahh, ada-ada saja kau ini!” bantah Kak Sam.

“Sam … aku serius! Dan aku yakin bahaya itu sudah demikian dekat mendekatimu!” kata Kak Dodi sambil mendekati Kak Sam.

“Ahh, sudahlah jangan bicara ngawur! Aku capek! Aku mau istirahat … besok pagi aku harus meliput pagi. Aku mau tidur dulu!” kata Kak Sam sambil pergi begitu saja.
Pukul 10 pagi, Kak Sam sudah siap dibawah panggung konser gitaris asal Amerika. Berbagai aksi sang gitaris Amerika itu, tak luput dari bidikan kameranya. Tiba-tiba … astaga! Sound sistem di sisi kanan panggung roboh! Celaka Kak Sam berada persis dibawahnya! Semua orang berteriak histeris … Awaassss!

Tiba-tiba seseorang menubruk tubuh Kak Sam dengan cepat. Ahh, sang penyelamat itu adalah Kak Dodi! Kak Sam berhasil selamat. Tapi sayang sekali, hampir separuh badan Kak Dodi tertindih sound sistem, yang berat dan besar itu. Kak Sam kontan panik, Kak Dodi langsung dilarikan ke rumah sakit. Kasihan sekali, sepasang kakinya patah!

“Sam … sebenarnya sejak kau berangkat tadi pagi … aku terus mengikutimu. Perasaanku benar-benar tidak enak. Aku yakin kau dalam bahaya. Ahh, untunglah kau berhasil selamat dari musibah itu. Syukurlah!” kata Kak Dodi sambil menahan sakitnya.
Kak Sam menangis haru, Kak Dodi benar-benar seorang sahabat sejati. Ia rela mengorbankan diri, untuk keselamatan sahabatnya. @@@

 

Sumber: Mentari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s