Dongeng

Lumba-Lumba Penolong

 

Gambar terkait

Dari arah laut Selandia Baru terdengar kecipak air. Suara-suara aneh ramai sekali.
Ternyata ada seekor lumba-lumba putih yang sedang bermain-main di air yang hangat.

Lumba-lumba itu timbul tenggelam dengan gembiranya.

Tetapi lama-kelamaan lumba-lumba putih itu bosan.

“Aku harus menjelajahi daerah ini. Aku harus mempunyai kegiatan baru yang menyenangkan, gumam Lumba-lumba.

Lumba-lumba putih itu segera berenang menyisiri karang. Dari jauh lumba-lumba melihat sebuah benda seperti ikan besar. Suara ikan besar itu ramai sekali. Tidak seperti suara ikan paus atau kelompok ikan hiu. Suaranya aneh.

Lumba-lumba mendekat. Oh … ternyata sebuah kapal!

“Aku harus menyelidiki benda aneh itu!” pikir lumba-lumba.

Dia berenang mendekati kapal itu. Di atas kapal ada banyak orang yang sedang duduk-duduk. Ada pula yang bekerja hilir mudik.

Lumba-lumba makin mendekat. Tetapi kapal itu melaju meninggalkannya. Lumba-lumba mempercepat gerakannya. Dia tidak ingin didahului kapal itu. Melihat lumba-lumba timbul tenggelam, orang-orang yang ada di kapal itu tertarik. Mereka berseru-seru sambil menunjuk-nunjuk pada lumba-lumba. Lumba-lumba senang sekali. Dia mengikuti arah kapal hingga kepelabuhan berikutnya.

Dan ketika kapal itu kembali ke pulau semula, lumba-lumba putih itu tetap mengiringi.
Sejak itu, lumba-lumba punya kegiatan baru yang menyenangkan. Dia selalu mengikuti kapal yang melintasi laut diantara dua pulau terbesar di Selandia Baru.

Lama-lama lumba-lumba tidak suka di dahului kapal-kapal itu. Dia selalu berusaha di depan kapal.

Karena berkali-kali mengikuti kapal-kapal hilir mudik, lumba-lumba menjadi hafal. Kapan dia berangkat dan kapan kapal akan pulang. Lumba-lumba selalu menunggu di ceruk kapal. Para nahkoda selalu senang bila lumba-lumba muncul. Mereka beranggapan, lumba-lumba itu sedamg menunjukkan jalan.

Kehadiran lumba-lumba putih itu memang sangat menolong di malam hari. Di tengah gelapnya malam, para nahkoda masih bisa melihat lumba-lumba putih berenang di depan kapal.

Orang-orang menamakannya Pelorus Jack.

Berenang hilir mudik sekarang sudah menjadi bagian dari tugas lumba-lumba putih. Sambil menunggu kapal-kapal itu kembali, lumba-lumba biasanya akan berenang ke teluk diantara gunung batu karang. Di sana dia menikmati buih-buih air laut sambil beristirahat.

“Hmmm … tugas mengantarkan kapal sudah selesai. Sekarang sudah menunggu kapal itu kembali.”

Lumba-lumba merasa bangga dengan tugasnya. Dia selalu siap sedia menemani para penumpang kapal. Kadang-kadang dia muncul di sisi kiri atau kanan kapal. Cerita tentang Pelorus Jack sudah menyebar. Semua orang yang pernah melewati perairan itu seakan sudah mengenal lumba-lumba putih yang baik hati itu. Mereka selalu menunggu kedatangannya.

Pemerintah Selandia Baru kemudian mengeluarkan larangan untuk menyakiti lumba-lumba itu dan jenis lumba-lumba yang lain. Dengan demikian kehidupan lumba-lumba di Selandia Baru akan aman dari gangguan manusia. Dan selama dua puluh tahun, Pelorus Jack senantiasa menjadi penolong dan penunjuk jalan bagi kapal-kapal yang melintas di perairan itu. @@@ (Judul asli: Dolphin Pilot)

 

 

Hoplaa Tahun 1997

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s