Dongeng

Hans Sang Bahagia

Hasil gambar untuk gambar kartun pemuda

Dahulu kala, di Jerman, hidup seorang pembantu rumah tangga yang jujur dan setia. Karena kebaikan budinya, sang majikan memberikan sepotong emas. Pemuda tersebut bernama Hans.

Suatu ketika, Hans mau menjenguk ibunya di desa. Dalam perjalanannya, ia bertemu seorang penunggang kuda. “Alangkah bagusnya kuda itu,” kata Hans. Penunggang kuda mendengar dan langsung menyahut, “Maukah engkau menukarkan emas dengan kudaku?”

Hans segera menyetujui. Dalam sekejap, dia sudah meneruskan perjalanan dengan kuda barunya. Tetapi, alangkah malang nasibnya. Beberapa saat kemudian, dia terjatuh. Kemudian itu dilihat seorang petani yang sedang menggembala sapi. Hans bergegas menukarkan kudanya dengan sapi petani tersebut. Pikirnya jalannya sapi pelan dan dapat memberikan susu.

“Bolehkan sapimu kutukar dengan kudaku?” pinta Hans.

“Bawalah jika kau mau,” jawab Petani.

Dengan sapi barunya, Hans melanjutkan perjalanannya. Dia sangat bahagia. Hans merasa sangat kehausan, karena cuaca sangat panas. Hans bergegas hendak memeras susu sapinya. Tetapi, kenyataannya, tidak setetes pun susu keluar. Malah, ia terkena sepakan kaki sapi. “Sial,” umpatnya.
Ketika itu juga ia melihat jagal membawa seekor kambing mendatanginya.

“Sapimu sudah tua. Susunya sudah kering. Seharusnya ia sudah disembelih,” kata si Jagal.

“Saya tidak suka daging sapi. Maukah kamu menukarkan kambingmu dengan sapiku?” tanya Hans. Jaggal itu menganggukkan kepalanya. Sekarang, hans memiliki seekor kambing. Dia akan menyembelihnya ketika sampai di rumah.

Dalam perjalanannya, ia bertemu lagi dengan seorang yang membawa angsa. “Kamu jangan lewat sini. Seorang petani di desa ini baru kehilangan kambing. Bisa-bisa kamu ditangkap,” kata orang itu.

Kemudian Hans berkata, “Bolehkah angsamu kutukar dengan kambingku?”

Karena dilihatnya Hans sangat ketakutan, orang itu memberikan angsanya. Dan Hans berjalan meneruskan perjalanannya. Suatu sore, Hans beristirahat di tempat tukang batu gerinda. Tukang gerinda itu tahu bahwa Hans suka melakukan tukar menukar barang. Ia menawarkan kepada Hans untuk menukarkan gerindanya dengan angsa.

Tukang gerinda berkata, “Jika kamu mempunyai gerinda ini, kamu akan selalu mempunyai banyak uang.”

Tanpa berpikir panjang, Hans segera menyetujuinya.

Pagi yang cerah. Hans melanjutkan perjalanannya. Ia ingin segera berjumpa dengan ibunya. Dia berusaha secepat mungkin sampai di rumah. Tapi, batu gerindanya sangat membebaninya. Karena itu, ia cepat merasa haus. Kemudian, ia mencari sumur untuk mendapatkan air. Setelah menemukannya, ia segera meletakkan gerindanya di bibir sumur. Ketika menimba, gerindanya tersenggol, dan akhirnya terjatuh ke dalam sumur.

Dia berpikir, Tuhan telah menjatuhkan gerindanya, sehingga tidak akan membebaninya lagi. “Saya adalah orang yang paling bahagia di dunia,” ujarnya kemudian.

Dengan hati yang lega dan gembira, ia meneruskan perjalanannya untuk menemui ibunya.

Dari Buku Deutsche Marchen Und Sagen
Karya Ros Marie Griesbach
Diterbitkan oleh Max Heubere Verlag Munchen, 1968

 

Fantasi, Januari 1996

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s