Dongeng

Sang Putri dan Nelayan

Hasil gambar untuk gambar kartun putri kerajaan

Di kerajaan Annam hidup puteri yang sangat cantik. Orang memanggilnya Puteri Mai Noung. Dia gadis yang masih sangat muda. Sang Puteri memiliki segalanya yang diinginkan.

Suatu pagi, ketika matahari terbit, Mai Noung mendengar alunan musik seruling. Suara itu luar biasa indah. Suara itu membuat hati sang Putri bertanya-tanya, “Siapa kiranya yang bisa mengalunkan seruling indah itu?”

Hari-hari berikutnya, sang Putri Mai Noung sering mendengar alunan indah itu. Dia selalu membayangkan bahwa orang yang memainkan seruling tersebut seorang pemuda yang tampan.

Sejak adanya suara seruling itu, Puteri Mai Noung merasa bahwa hanya suara itulah yang bisa membuat hatinya bahagia. Setiap kali mendengar suara seruling itu, dia selalu menutup matanya, sambil membayangkan wajah seorang pangeran yang gagah dan tampan. Sejak saat itu, dia tidak mau makan, bahkan tidak mau bicara.

Sang Raja dan Ratu sangat khawatir melihat keadaan putrinya itu. “Apakah kiranya yang terjadi pada diri putriku?”

Raja memanggil dayang-dayang yang paling dekat dengan Putri Mai Noung. “Dayang, apakah kau tahu apa yang terjadi dengan Puteriku?” tanya Raja.

“Ampun, Baginda. Rupanya Puteri Baginda sedang jatuh cinta dengan pemain seruling yang setiap pagi mengalunkan suara seruling yang luar biasa indah,” jawab Dayang.

Sang raja segera memerintahkan pengawalnya mencari pemain seruling misterius itu. Selang beberapa waktu, pemain seruling itu dibawa ke istana. Ternyata, si pemain seruling bukanlah seorang pangeran yang cakap, seperti yang diimpikan oleh puteri Mai Noung, dia Troung Chi, nelayan miskin yang memiliki wajah sangat jelek.

Ketika melihatnya, Puteri Mai Noung segera membuang muka. Ia merasa sangat kecewa. Melihat kelakuan puterinya itu, sang Raja Annam segera memerintahkan penawalnya untuk mengantar pulang si nelayan malang tersebut.

Tetapi, apa mau dikata, ternyata begitu melihat Puteri Mai Noung, Troung Chi terpesona dengan kecantikannya. Ia berjanji dalam hati untuk tidak melupakan puteri tersebut.

Siang dan malam, ketika mencari ikan, dia selalu memikirkan sang puteri, memikirkan orang yang sudah pasti melupakan dirinya. Dia sadar bahwa Puteri Mai Noung tidak pantas untuknya. Dia sadar bahwa dia hanyalah seorang nelayan miskin yang buruk rupa. Akhirnya, dia memutuskan lebih baik mati daripada tidak mendapatkan puteri impiannya. Si nelayan akhirnya meninggal dunia karena rasa sedih yang dipendamnya.

Pada suatu hari, seorang petani sedang mencangkul. Dia menemukan sebutir batu yang sangat aneh. Dia tidak tahu bahwa batu itu sebenarnya adalah hati Troung Chi, yang mengeras dan tidak bisa hancur oleh waktu.

Melihat keanehan batu tersebut, si petani membawa batu itu kepada seorang pengrajin. Pengrajin itu membuat cangkir yang indah dari batu tersebut. Berhari-hari ia membuatnya. Dan ketika ia selesai mengerjakannya, astaga! Cangkir itu benar-benar indah. Kemudian ia menjualnya pada seorang pegawai istana dengan harga yang sangat mahal.

Suatu ketika, Raja mendengar bahwa salah seorang pegawainya memiliki cangkir yang sangat indah. Beliau memanggil si pemilik cangkir itu. Sang Raja mengatakan bahwa beliau sangat menginginkan cangkir indah itu untuk diberikan pada puterinya.

Anehnya, ketika Puteri Mai Noung hendak menggunakan cangkir itu, ia melihat wajah nelayan malang, Troung Chi, si pemain seruling yang hebat itu. Sang puteri teringat dengan wajah itu. Hatinya sedih dan kasihan pada si nelayan. Dia ingat bagaimana dia membuang muka ketika bertemu si nelayan. Tanpa terasa, air matanya menetes ke dalam cangkir.

Keajaiban terjadi. Tiba-tiba cangkir itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang. Cinta Troung Chi menyentuh hati sang puteri. karena hatinya telah tersentuh, akhirnya jiwa sang puteri pun mengikuti bayangan Troung Chi yang muncul dari dalam cangkir, menuju negeri dimana orang-orang yang telah meninggal dunia, hidup abadi dan damai. @@@

Terjemahan dari La Princesse et Le Pecheur
Penerbit CLE International 11 Rue Mechain Paris

Fantasi, Juni 1995

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s