Fabel

Perjalanan Menuju Rumah Pak Moci

 

Gambar terkait

“Oh, tidak! Aduh, aku bangun kesiangan! Aduh … aduh …!” Kaci baru bangun, ketika sinar matahari masuk lewat jendela rumahnya. Kaci berjalan mondar-mandir sambil mencari sesuatu.

“Aku terlambat. Oh, bagaimana ini?” gumam Kaci. setelah berhasil menemukan undangan dari Pak Moci. Kaci, si kelinci kecil bergegas meninggalkan rumahnya. Ia berharap, teman-temannya masih menunggu kedatangannya, lalu mereka pergi ke rumah Pak Moci bersama-sama. Kaci berlari-lari menghampiri rumah teman-temannya.

Namun, tidak ada seekor kelinci pun, yang menyambut Kaci. Dengan nafas tersengal-sengal, Kaci melanjutkan perjalanannya. “Pasti mereka telah pergi!” gerutu Kaci.

Kaci pun menangis. Lama-kelamaan ia capek juga. “Kalau aku disini terus, aku tidak akan bisa menghadiri pesta kebun Pak Moci. Padahal aku sudah berjanji akan datang.”

Olala …, Kaci punya ide. Ia harus berangkat sendiri. Bukankah Pak Moci telah memberikan peta rumahnya? Maka, Kaci pulang ke rumahnya, untuk mengambil Peta.

“Nah, ini petanya!” Sejenak ia mempelajari jalan menuju rumah Pak Moci, “Kelihatannya tidak terlalu sulit.”

Setelah mengerti, Kaci segera berangkat. Kadang-kadang ia berlari, tapi setelah capek, ia berhenti, lalu memutuskan untuk berjalan saja. Maklum saja, perjalanan masih jauh. Kaci harus kuat sampai tujuan.

Ketika tiba di jalan raya, Kaci sangat bingung. Ia tidak pernah menyeberang jalan raya. Padahal ini adalah satu-satunya jalan menuju rumah Pak Moci. Kaci ngeri, melihat banyak kendaraan yang lalu lalang didepannya.

Kaci melihat sekali lagi petanya. Dia berharap ada jalan lain yang bisa di tempuh.

Tunggu dulu, dibawah peta ada tulisan: Perhatian! Berhati-hatilah ketika menyeberang. Tengok ke kanan lalu ke kiri. Pastikan tidak ada kendaraan. Lalu menyeberanglah dengan tenang!

“Jadi aku harus melihat kendaraan dulu,” gumam Kaci. Kaci menengok ke kanan lalu ke kiri. Kaci sudah melakukannya berulang kali. Bahkan ketika jalanan sepi. Tapi, ia tidak berani menyeberang juga. Lama ia terdiam, di depan jalan raya.

Waktu itu si Kambing melihatnya. Ia juga hendak menyeberang jalan raya untuk pulang ke rumahnya. Kambing mengajak Kaci menyeberang bersama-sama. Namun dengan halus Kaci menolaknya. Ia masih takut.

Ketika matahari kian terik, sementara sejak pagi tadi, Kaci tidak sempat makan apa pun.

Di sekitarnya tidak ada sesuatu, yang bisa dimakan. Seekor anjing menggonggong dari kejauhan.

“Aduh, aku mesti menyelamatkan diri, sebelum anjing itu datang,” kata Kaci. Sekali lagi, Kaci menengok ke kanan dan ke kiri, lalu mengulanginya sekali lagi. Ketika jalanan sudah aman, Kaci menyeberang dengan tergesa-gesa. Ibu Rusa yang melihat Kaci, memanggilnya. “Kaci, kau tidak boleh berlari, ketika menyeberang jalan! Itu berbahaya!”

Kaci berhenti, lalu menjawab, “Iya … iya. Maaf ya, aku terburu-buru.”

Dalam hati, Kaci berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Dengan sisa-sisa tenaganya, ia melanjutkan perjalanan, ke rumah Pak Moci. Sepanjang jalan, ia mengingat-ingat cara menyeberang jalan yang benar. Ia harus benar-benar mengingatnya, karena nanti dia akan menyeberang lagi, untuk pulang ke rumahnya.

Akhirnya, Kaci tiba juga di rumah Pak Moci. Keluarga Pak Moci menyambutnya dengan gembira. Teman-temannya menghampiri Kaci, “Kaci, maaf ya. Aku sudah menunggumu sangat lama. Jadi kami terpaksa meninggalkanmu. Tapi … bagaimana kamu bisa tiba di sini? Padahal kamu belum pernah pergi jauh.”

Kaci tersenyum. “Iya, bisa, dong.” Teman-teman Kaci belum puas mendengar jawabannya. Mereka memaksa Kaci bercerita. Tiba-tiba terdengar bunyi, ‘Kruuk … kruuk …” Mereka saling berpandangan. Hingga akhirnya, pandangan mereka tertuju pada perut Kaci. Kaci tersenyum, “Ceritanya nanti dulu ya, setelah aku selesai makan, ya. Aku lapar sekali!”

“Pantas saja dari tadi ditanya diam saya,” gumam yang lain.

Teman-teman Kaci tertawa mendengarnya. @@@

 

 

Mentari, Edisi – Tahun –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s