Cerita Misteri

Makam China

Hasil gambar untuk gambar kartun makam cina

“Sst, Sam, kabarnya makan China kuno itu angker banget! Hii … konon hampir tiap malam, mayat-mayat di sana bangkit dari kubur!” ujar Kak Jo sambil bergudik.

Kak Sam terdiam sambil mengernyitkan dahinya. Ia teringat pada berita dua hari yang lalu, tentang hebohnya sebuah makam terbuka. Mengerikan sekali. Apalagi, ternyata mayat di dalamnya menghilang!

“Sam, yang mengejutkan, kemarin siang seorang gembala kambing menemukan pakaian model China kuno yang sudah compang camping, di dekat sungai,” lanjut Kak Jo bersemangat.

“Lalu, pakaian itu milik siapa?” kejar Kak Sam penasaran.

Kak Jo mengangkat bahunya. “Yang pasti, tidak seorang pun penduduk sekitar yang merasa memilikinya. Kamu tahu, yang membuat orang-orang kampung ketakutan … bau baju China kuno itu … seperti bau bangkai!”

“Oh ya … dimana baju itu sekarang?”

“Ahh, kau ini … boro-boro menyimpan, melihat saja sudah ketakutan. Jadi dibakar saja. Karena, warga takut mayat pemilik baju kuno itu akan mengganggu kampung mereka!” cerita Kak Jo kemudian.

Kak Sam begitu penasaran dengan cerita misteri makam China kuno itu. Ia bersikeras mencari tahu, suasana makam itu di malam hari.

“Gila kau! Kau bisa mati dicekik hantu!” protes Kak Jo, yang tak digubris Kak Sam.

Tepat tengah malam, Kak Sam dan Kak Jo nekad berjalan kaki, menyusuri makan china itu. Wiih, udara malam begitu dingin menusuk tulang. Suasana sunyi sekali, hanya sesekali terdengar suara burung hantu di antara semak belukar. Ketika mendekati kompleks makam China itu, jantung mereka berdegup kencang.

“S-sam, ayo, kita pulang saja. Aku sudah gemetaran, nih,” ajak Kak Jo sambil bergindik. Tapi, Kak Sam tidak memperdulikannya. Ia terus melangkah mendekati makam China kuno itu. Tiba-tiba tercium bau yang sangat menyengat.

“Pfiuh, whahh … high … astaga, itu bau bangkai!” kata Kak Sam keder juga.

Tapi entah mengapa, lelaki muda itu begitu nekad ingin menguak misteri makam China kuno itu. Ketika semakin dekat, mereka melihat sorot lampu di sekitar aral makam.

Spontan Kak Sam dan Kak Jo berjalan merunduk, diantara semak belukar. Astaga rupanya ada sekelompok orang yang tengah sibuk menggali makam China kuno itu, dengan alat-alat seadanya. Astaga, ternyata mereka mengeluarkan tulang belulang bekas mayat itu! Kontan Kak Sam dan Kak Jo terbelalak kaget. Kelompok penggali makam itu ternyata mengincar barang-barang antik, yang ada di dalam makam! Jahat sekali mereka! Dari satu makam kuno saja, mereka berhasil mengumpulkan berbagai barang-barang berharga, seperti gelang, kalung giok, perhiasan emas, kain-kain sutera kuno dan barang-barang lain.

Meski geram, tapi Kak Sam dan Kak Jo tidak langsung beraksi. Mereka terus mengamati ulah para perampok makam itu. Ternyata, mereka membersihkan barang-barang curian itu, di sungai dekat makam itu! Pantaslah jika ada seorang penduduk, yang menemukan sisa kain China kumo, di tepi sungai itu!

Mereka membersihkan barang-barang itu hingga bersih dari lumpur, lalu menjualnya pada penadah yang telah menunggu. Astaga, mereka mereka menerima pembayaran atas barang jarahan itu, dengan harga yang sangat mahal. Ini jelas-jelas perampokan!
Kali ini, Kak Sam tidak mau tinggal diam, ia cepat-cepat menelepon markas polisi terdekat. Mereka kini dalam perjalanan untuk meringkus para perampok. Sayangnya, para perampok mulai beranjak meninggalkan makam. Kak Sam bingung, apa yang harus dilakukan untuk mencegah mereka kabur?

Tiba-tiba terdengar teriakan ketakutan dari makam yang dirampok. Astaga … tampak suatu kejadian yang sulit dipercaya. Tampak para perampok terpaku penuh ketakutan, memandang sesosok lelaki berpakaian China kuno. Wajah lelaki China itu sangat pucat, namun matanya berkilau merah. Dengan langkah perlahan, ia mendekati para perampok. Uniknya yang disentuh langsung terkulai lemas, tidak sadarkan diri. Setelah semua perampok roboh tidak berdaya, lelaki China itu perlahan memudar lalu hilang dari pandangan.

Kak Sam dan Kak Jo hanya terpana menyaksikan peristiwa itu. Tapi, keheranan mereka tidak berlangsung lama. Tiga mobil polisi tiba di lokasi perampokan itu. Dengan cepat, para polisi meringkus kawanan penjarah makam itu.

Polisi dan penduduk setempat benar-benar berterima kasih pada Kak Sam dan Kak Jo. Berkat keberanian mereka, misteri makam China angker dapat diungkap. Kini penduduk merasa lega dan tenang, cerita-cerita tentang mayat hidup di makam China itu hanya tipuan yang disebarkan komplotan penjarah makam itu, supaya mereka dapat leluasa melancarkan aksi jahatnya. Tapi, kalau cerita serem itu hanya bohongan, lalu siapa lelaki China yang melumpuhkan para perampok itu? @@@

 

 

Mentari, Edisi – Tahun –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s