Dongeng

Mesin Pintar Negeri Pelangi

Hasil gambar untuk gambar kartun pelangi

Pada suatu pagi yang cerah di Negeri Pelangi, para guru peri terlihat murung. Mereka sangat sedih, melihat kemampuan murid-murid yang kian hari kian menurun. Sudah berkali-kali, mereka mengajarkan cara membuat pelangi yang cantik di musim hujan dan cara menurunkan embun di pagi hari. Akan tetapi, peri-peri kecil itu tetap saja tidak mampu mengerjakan tugas-tugas mereka. Padahal, sebentar lagi mereka harus segera menggantikan para peri pekerja, yang akan pensiun.

“Kita harus menghadap Ratu Peri. Semoga ia dapat memberikan jalan terbaik,” Guru Peri bersayap kehijauan memberikan saran. Mereka pun segera menghadap Ratu Peri.
Saat Ratu Peri mendengarkan keluhan para guru peri, tiba-tiba muncul kegaduhan, di taman istana. Ternyata seorang manusia tiba-tiba jatuh dari puncak air terjun, menimpa bunga milik ratu.

“Apa yang kamu cari diatas air terjun itu?” tanya Ratu Peri, begitu lelaki itu siuman.
“Maaf, Ratu Peri. Saya hanya ingin memeriksa pelangi, yang ada di puncak air tejun. Mengapa beberapa hari ini, pelangi itu tampak semakin memudar dan kehilangan beberapa warnanya,” jelas lelaki berbaju pemburu itu.

Setelah mendengar penjelasan dari Ratu Peri. Orang itu berkata, “Aha, aku dapat menolong negeri ini, dengan kemampuanku. Aku adalah seorang professor di duniaku.”
Dengan dibantu oleh beberapa peri pekerja, lelaki itu berhasil menciptakan sebuah benda berbentuk tabung. “Benda ini adalah mesin pintar, setiap peri kecil yang memasuki tabung ini, akan meningkat kemampuannya. Kalian tinggal menekan tombol yang kalian inginkan,” kata professor sambil memohon diri untuk pulang.

Keajaiban pun terjadi. Murid-murid sekolah peri, dalam waktu singkat telah pandai membuat pelangi dan menurunkan embun. Mereka bangga, karena dapat menggantikan peri pekerja. tugas para guru peri pun menjadi ringan. Mereka tinggal memasukkan murid-murid, ke dalam tabung ajaib. Dan, jadilah mereka peri kecil yang pandai! Akibat dari semua itu, para ibu peri peri pun enggan memasukkan anak-anak mereka, ke sekolah peri.

Tanpa mereka sadari, ternyata mesin pintar mereka menimbulkan masalah besar. Bayangkan, jika semua anak peri dapat mengerjakan tugas para peri pekerja! Akhirnya, peri-peri kecil sering membuat kekacauan. Ketika cuaca panas terik, tiba-tiba di langit biru muncul pelangi. Yang lebih merisaukan, mereka menjatuhkan embun, seperti hujan yang amat deras.

“Kita harus segera memanggil professor itu!” kata Ratu Peri gusar.

Sesaat kemudian, professor yang baru datang, mulai mengutak-atik benda ciptaannya. Setelah selesai bekerja, lelaki berbaju pemburu itu meminta semua peri kecil yang pernah memasuki mesin pintar, untuk kembali memasuki benda ciptaannya. Maka, kepandaian peri-peri kecil pun menghilang.

Ratu Peri terlihat gembira. Kemudian beliau berbicara pada guru peri, “Lebih baik kalian mendidik dan mengajar murid-murid dengan kesabaran. Hal inilah yang selama ini dilupakan.”

Esoknya, sekolah para peri kembali dipenuhi murid-murid. Para guru peri pun tidak lagi merasa putus asa, mengajar muridnya. Mereka lalu meletakkan bekas mesin pintar, di halaman sekolah peri. Ini mereka lakukan sebagai tanda, kalau tugas mereka tidak akan dapat digantikan. @@@

 

 

Mentari, Edisi 376 Tahun 2007

2 thoughts on “Mesin Pintar Negeri Pelangi”

  1. Ternyata seorang manusia tiba-tiba jatuh dari pucak air terjun, menimpa bunga milik ratu. (PUNCAK).

    Aku baru tahu kalau ternyata pelangi dibuat oleh para peri. 😁

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s