Dongeng

Cermin Ajaib

 

Gambar terkait

Di belahan bumi utara, hiduplah seorang janda dengan tiga orang anak gadisnya. Janda itu bernama Nyonya Floris. Ia sangat dikenal banyak orang, karena kecantikan ketiga anak gadisnya. Rose, Lily dan Jasmine nama mereka.

Sebenarnya, Jasmine bukan anak kandung Nyonya Floris. Gadis cantik itu anak yatim piatu, yang dipungut Nyonya Floris. Setelah beranjak dewasa, Nyonya Floris memperlakukan Jasmine berbeda dengan Rose dan Lily. Rose dan Lily dimanja, sementara Jasmine terus diperdaya.

Nyonya Floris memanfaatkan Jasmine untuk bekerja keras, sementara dia dan anak-anaknya, hanya bermalas-malasan saja. Namun, Jasmine menerima semuanya dengan tabah. Yang mengherankan, meski pun Jasmine terus bekerja keras, namun kecantikannya tidak pernah pudar. Tak heran, Rose dan Lily amat iri dan membencinya.

Suatu ketika, Pangeran Willy berburu bersama para pengawalnya. Ia melihat Jasmine sibuk mencuci pakaian, di tepi sungai. Pangeran Willy terpesona pada kecantikan Jasmine. Para pengawal menyebut, gadis cantik itu anak Nyonya Florist. Begitu terpikatnya pangeran tampan ini pada kecantikan Jasmine, hingga dia berniat melamarnya.

Seorang pengawal menyampaikan pesan Pangeran Willy pada Nyonya Florist. Isinya, pecan depan Pangeran akan bertandang ke rumah Nyonya Florist, untuk melamar anak gadisnya. Nyonya Florist begitu gembira mendengar berita ini, hingga lupa menanyakan pada prajurit, siapa anak gadisnya yang akan dilamar. Rose, Lily atau Jasmine?

Sejak saat itu, Rose dan Lily saling bersaing kecantikan. Setiap hari, mereka berdandan dan mematut diri di cermin. Sementara, Jasmine tidak pernah peduli, dengan berita lamaran itu. ia hanya disibukkan, dengan pekerjaan-pekerjaan berat. Anehnya, Rose dan Lily merasa kalah cantik, dengan Jasmine. Mereka menganggap, Jasmine saingan utama yang harus segera disingkirkan. Mereka tak ingin, Pangeran Willy jatuh hati, melihat kecantikan Jasmine.

“Kita harus menyingkirkan Jasmine, sebelum Pangeran Willy melihatnya!” kata Rose kepada Lily dan Ibunya.

Sejenak kemudian, mereka punya rencana jitu, agar Jasmine tersingkir dari persaingan itu. Bersama Nyonya Florist, mereka menemui seorang ahli teluh. Ahli teluh itu merubah wajah cantik Jasmine menjadi buruk dan menyeramkan. Sesampai di rumah, Nyonya Florist, Rose dan Lily seakan tak tahu menahu, soal keanehan yang menimpa wajah Jasmine. Malahan dengan kasar, Jasmine diusir dari rumah mereka. Jasmine yang tidak bersalah, hanya bisa menangisi nasibnya.

Dan, saat yang ditunggu tiba. Pangern Willy datang bersama rombongannya. Rose dan Lily berdandan dengan cantiknya. Nyonya Florist begitu bahagia hari itu. Ia berkhayal bisa hidup mewah, di istana nan megah. Siapa pun nanti yang dipilih Pangeran Willy, pasti akan mengangkat derajat keluarganya, gumamnya dalam hati. Tapi apa yang terjadi? Pangeran Willy tidak segera menjatuhkan pilihannya. Nyonya Florist, Rose dan Lily menjadi sangat cemas karenanya.

“Dimana anak gadismu?” tanya Pangeran Willy, pada Nyonya Florist.

“Mereka inilah anak gadisku …,” jawab Nyonya Florist, seraya menunjuk Rose dan Lily.
Pangeran Willy terdiam. Sejenak kemudian, Pangeran tampan ini menggelengkan kepalanya. “Bukan, bukan kalian yang aku maksud!” seru Pangeran Willy seketika. Kemudian, tanpa sepatah kata pun, Pangeran Willy meninggalkan rumah Nyonya Florist.

Pangeran Willy terus berusaha mencari gadis cantik dambaannya. Ia kembali ke tepi sungai, di tempat pertama kali melihat Jasmine. Tapi, gadis cantik itu tak dijumpainya lagi. Pangeran Willy begitu marah dan kesal. Ia membuang cermin kecil kesayangannya, ke tengah sungai. Ia berusaha menghilangkan gambaran wajah cantik Jasmine, bersama cermin kesayangannya itu.

Sementara itu, nun jauh di dalam hutan, Jasmine yang buruk rupa tampak menangis. Jasmine terus menutupi wajahnya, sambil terus menangis dan menangis. Tiba-tiba, ia terkejut melihat kilatan cahaya di air sungai. Ia pun menghampirinya. Olala! Ternyata sebuah cermin, yang terkena pantulan cahaya matahari. Jasmine tertarik mengambilnya. Cermin itu bagus sekali, berbingkai emas dan bertanda kerajaan.

“Pasti milik seorang pembesar istana,” gumam Jasmine. Meski ragu, Jasmine mencoba bercermin dengan cermin kecil itu. Dan, keajaiban itu pun terjadi! Seberkas cahaya putih, memantul ke wajah Jasmine. Wajah Jasmine kembali seperti semula, seorang gadis yang cantik jelita. Jasmine gembira sekali melihatnya. Ia berniat mengembalikan cermin ajaib itu, pada pemiliknya. Ia ingin sekali berterima kasih padanya.

Setelah sekian lama menempuh perjalanan, sampailah Jasmine di istana. Ternyata, tanda di balik cermin itu, milik Pangeran Willy. Jasmine langsung memberikan cermin ajaib itu, pada Pangeran Willy. Batapa kaget Pangeran Willy, gadis yang didambakannya selama ini, muncul di depan mata. Tanpa membuang kesempatan lagi, Pangeran Willy segera meminang Jasmine sebagai permaisurinya. Jasmine menerimanya dengan senang hati. Kerajaan menyambut gembira, pernikahan Pangeran Willy dengan Jasmine. Pesta meriah pun digelar.

Nyonya Florist, Rose dan Lily, mendengar berita pernikahan Pangeran Willy. Mereka ingin tahu, siapa yang bersanding dengan Pangeran Willy. Betapa kagetnya mereka, ternyata gadis yang beruntung itu, Jasmine. Seorang gadis yatim piatu, yang selama ini mereka perdaya.

Jasmine melihat kehadiran Nyonya Florist, Rose dan Lily. Ia mengajak mereka masuk istana. Jasmine yang berhati emas ini, sama sekali tidak menyimpan dendam, atas perlakuan mereka. Jasmine ingin mereka tinggal di istana bersamanya. Tapi, mereka menolak ajakan Jasmine. Mereka memilih tetap tinggal di rumah mereka di desa. Cukuplah kiranya, pengampunan Jasmine atas perlakuan jahat mereka. @@@

 

 

Mentari, Edisi 268 Tahun 2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s