Fabel

Lebi Jadi Ke Pesta

Gambar terkait

Suatu hari Agi gajah dan Gio kucing hendak mengadakan pesta. Semua hewan diundang, kecuali Lebi Lebah. Bukannya pilih-pilih, tapi karena Agi gajah takut lebah. Belalai Agi gajah pernah disengat, sampai tidak bisa makan karena bengkak. Gio kucing menyarankan agar Lebi lebah diundang, dengan catatan harus hati-hati bila hinggap dan terbang, agar tidak salah sengat.

Tapi sayang, Agi gajah menolak mentah-mentah. Bahkan berteriak marah. Keduanya pun bertengkar hebat. Padahal pestanya tinggal besok. Moti monyet, Beri beruang dan Kiki kelinci yang mendengar pertengkaran itu, mencoba melerai.

“Bayangkan, teman-teman. Siapa yang tidak kesal, disuruh mengundang hewan yang telah membuatnya celaka?” sewot Agi gajah.

“Tapi ini dengan syarat, Agi! Aku jamin aman kok. Kasihan Lebi, semua hewan bergembira di pesta kita, sementara dia dan saudara-saudaranya cuma bengong di rumah,” jelas Gio kucing.

“Biarin saja! Salah sendiri, jadi hewan kok jahat!” omel Agi gajah melengos.

“Lebi tidak sengaja. Dia kira belalaimu itu ranting, makanya dihing-gapi. Lagi pula, Lebi sudah minta maaf dan kita diberi dua kendil madu. Sehingga, kita bisa membuat aneka olahan lezat, untuk hidangan pesta ini,” kata Gio kucing berusaha melembutkan hati Agi gajah.

“Itu kan yang menerima kamu! Aku tidak mengambilnya. Jadi, aku tidak salah, jika tidak mengundangnya,” sahut Agi gajah cuek.

Semua geleng-geleng kepala, melihat si keras kepala Agi gajah. “Memang pestanya dimana, Yo?” tanya Moti monyet.

“Di rumah Agi. Kenapa?” tanya Gio kucing heran. Mereka melihat sekeliling. Rasanya ruangan itu kurang lebar. Bisa-bisa, pestanya tidak seru, karena para undangan saling berdesakan.

“Terlalu sempit untuk semua hewan,” komentar Kiki kelici.

“Masa, sih?” sahut Agi gajah.

“Iya, Gi. Bisa membosankan pestanya nanti,” ujar Beri beruang.

“Gimana kalau pestanya di taman hutan saja? Soal tatanan tempat pesta, kami bantu, deh,” usul Beri beruang. Ide bagus juga. Gio kucing berpikir, kalau pestanya di taman, berarti Lebi lebah bisa diundang. Di sana banyak bunga dan pohon. Lebi lebah dan saudara-saudaranya bisa hinggap dengan aman dan nyaman, tanpa mengganggu para undangan lainnya.

“Jadi Lebi dan saudara-saudaranya bisa diundang dong?” kerling Gio kucing disetujui yang lain.

“Apa!? Mengundang Lebi cs, yang benar saja!” teriak Agi gajah mau marah lagi. Dengan sabar Gio kucing menjelaskan kenapa Lebi cs bisa diundang. Dan, Agi gajah tidak punya alasan untuk menolaknya, bila tidak mau dikatai hewan tidak punya hati. Agaknya, Agi gajah nasih ragu, atas usul teman-temannya itu. Bagaimana pun, sengatan Lebi lebah menciptakan trauma tersendiri, bagi Agi gajah. Bahkan, dia pobia pada semua hewan yang bisa terbang. Benar-benar lucu dan menggelikan.

Tapi dalam hati, Agi gajah tidak mau disebut teman yang berhati batu. Berbahagia sendiri tanpa mengundang teman. Lebi lebah memang salah, tapi ia sudah minta maaf, bahkan memberi ganti rugi. Jadi, masih perlukah Agi gajah berkeras hati, membeci Lebi lebah dengan tidak mengundangnya? Rasanya tidak adil juga. Tempat mendukung, apa lagi yang Agi gajah takutkan?

“Baiklah, kau boleh mengundang Lebi cs ke pesta kita,” putus Agi gajah. Semua bersorak girang mendengarnya.

“Aku tahu Agi, kau gajah baik yang tidak pendendam,” girang Gio kucing.

“Ayo kita undang Lebi dan saudara-saudaranya,” ajak Gio kucing pada Beri beruang, Moti monyet dan Kiki kelinci. Agi gajah menatap ketiganya penuh senyum. Lebi lebah pun akhirnya bisa datang ke pesta. Mereka akan menyambutnya dengan penuh persahabatan. @@@

 

 

Mentari Edisi 455 Tahun 2008

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s