Dongeng

Cermin Ajaib Raja

Gambar terkait

Betapa sedih Raja Alkana sepulang dari berburu di hutan. Ternyata cerminnya tertinggal. Cermin itu warisan dari almarhum ayahandanya. Cermin itu tak boleh hilang, begitulah pesan ayahnya. Akhirnya ia mengutus beberapa pengawalnya untuk kembali ke dalam hutan. Siapa tahu cermin itu jatuh di jalan.

Setelah ditunggu beberapa lama, para pengawal kembali dengan tangan hampa. “Ampun Baginda Raja Alkana. Kami siap dihukum karena gagal melaksanakan tugas,” kata prajurit yang tertua.

Raja Alkana tersenyum. “Tidak. Kalian tidak akan aku hukum. Itu semua karena keteledoranku sendiri,” kata sang Raja dengan bijak.

Sampai di istana, Raja menyuruh Patih membuat sayembara. Barang siapa yang bisa menemukan dan membawa cermin itu ke istana, maka dia akan mendapat 10 keping emas.

Sampai berminggu-minggu, tak seorang pun yang bisa membawa cermin itu ke istana. Raja makin sedih.

Setelah satu bulan berlalu, datanglah empat orang membawa cermin itu. Keempat cermin itu sangat mirip dengan aslinya. Raja Alkana sampai bingung menetukan mana yang asli. Raja Alkana memutar otak. Setelah beberapa saat kemudian, ia menemukan pemecahannya.

“Baiklah, aku tidak bisa menentukan, yang mana cermin milikku. Namun cerminku itu mempunyai keajaiban. Nah pulanglah. Bawa kembali cermin itu di depanku besok. Dari cerita kalian, aku bisa tahu manakah cermin yang asli,” ucap sang Raja.

Keempat orang itu pun pulang membawa cermin yang telah mereka temukan.

Keesokan paginya, keempat penemu cermin itu kembali ke istana. Tiga orang Nampak berseri-seri. Rupanya mereka merasa telah menemukan keajaiban dengan cermin yang dibawanya.

Pemuda pertama, maju ke depan. Pakaiannya sangat bagus. Ia adalah seorang pemburu yang kaya.

“Ayo ceritakan keajaiban cermin yang kau pegang itu,” perintah Raja.

“Dengan melihat cermin ini. Baginda akan tahu dimana tempat-tempat di dalam hutan yang banyak hewan buruannya. Semua rakyat di negeri ini tahu Baginda adalah seorang pemburu yang hebat. Tak pernah pulang dengan tangan kosong karena kehebatan cermin ini,” cerita si pemburu kaya mantap.

Raja Alkana mengangguk-angguk.

“Dan kau! Coba ceritakan kelebihan cerminmu itu!” kata Raja kemudian.

“pemuda yang kedua bangkit. Ia pun seorang pemburu. “Baginda akan selalu awet muda jika sering bercermin dengan kaca ini. Itu sebabnya Baginda selalu terlihat muda. Ini adalah cermin Baginda yang asli,” cerita pemuda kedua dengan menyakinkan.

Lagi-lagi sang Raja mengangguk-angguk.

Kini giliran pemuda yang ketiga.

“Inilah cermin Baginda yang paling asli. Yang lain cuma tiruan. Ketika melihat ke cermin ini, saya melihat negeri yang elok sekali. Bunga-bunga tumbuh wangi dan bermekaran. Saya juga mendengar kicauan burung yang mententramkan hati. Hati ini terasa sejuk, seperti berada di negeri kayangan. Oh Baginda sungguh berbahagia memiliki cermin ajaib ini. Namun karena ini milik Baginda maka saya kembalikan. Dan sayalah pemenang sayembara ini,” kata pemuda ketiga dengan sangat mantap.

“Pemuda terakhir, sekarang giliranmu!” perintah Raja.

“Ampun Baginda, saya cuma tukang cari kayu di hutan. Kebetulan saya menemukan cermin ini tergeletak di pinggir sungai. Saya tidak bisa menceritakan keajaiban cermin ini. Saya sudah melihat wajah saya di cermin ini. Ternyata saya sungguh buruk,” cerita si tukang kayu sedih.

Ketiga pemuda lainnya tertawa mendengar pengakuan yang amat polos.

Raja tersenyum lalu berkata, “Pengawal, beri 10 keping emas pada pemuda terakhir itu. Dan tangkaplah tiga pemuda yang mengarang-ngarang cerita iu. Cerminku itu cermin biasa. Setiap kali bercermin di cermin itu, aku sadar bahwa aku semakin tua. Jadi aku harus semakin arif memimpin kerajaan ini,” ucap Raja menutup sayembara.
Bobo, 2 Mei 2002 Tahun XXX

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s