Cerita Misteri

Misteri Sepatu Bot

Hasil gambar untuk gambar kartun sepatu bot

Tepat pukul 1 dini hari, Kak Sam berteriak histeris. Sudah tiga malam ini, tidurnya selalu saja di hantui mimpi buruk.

“Sam, bangun! Sam!” kata Kak Din, membangunkan Kak Sam. Yang dibangunkan segera membuka matanya. Nafasnya terengah-engah dan keringat dingin bercucuran.

“Mimpi buruk lagi?” kata Kak Din perlahan. Kak Sam mengangguk sambil beringsut dari ranjangnya.

“Aku yakin, pasti ada yang tidak beres, dengan sepatu bot milik Jhon itu?” seru Kak Sam. Kak Din tidak habis mengerti, dengan ocehan Kak Sam itu. Namun yang pasti, mimpi-mimpi buruk Kak Sam memang sering mulai terjadi, ketika Kak Jhon menitipkan sepatu botnya pada Kak Sam.

Sepatu Bot milik Kak Jhon sebenarnya biasa saja, bahkan terkesan agak kumal. Andaikan diberikan sekali pun, Kak Sam pasti menolaknya. Kak Sam pun sebenarnya juga merasa risih, melihat sepatu bot dekil itu ada diantara sepatu-sepatu kantornya. Masalahnya, mengapa sepatu dekil Kak Jhon itu, begitu mengganggu Kak Sam? Ia selalu hadir menyeramkan, dalam mimpi-mimpi Kak Sam.

Dalam mimpinya, Kak Sam melihat sepatu bot Kak Jhon itu penuh bersimbah darah, dan ketika dipakai suara jejak langkahnya adalah rintihan yang menyeramkan! Hi, mengerikan! Anehnya, tiga malam berturut-turut, mimpi buruk itu hadir dan sama persis.

“Ahh, itu bunga tidur. jangan dihiraukan. Mungkin kau terlalu risih, melihat sepatu bot itu,” kata Kak Din berusaha menenangkan Kak Sam.

Siang hari, Kak Sam mendapat berita dari kepolisian. Isinya, satu-satunya petunjuk misteri pembunuhan wanita berambut panjang seminggu yang lalu, adalah jejak sepatu bot di lantai. Sampai kini, polisi merasa sangat kesulitan, untuk menemukan siapa pemilik sepatu bot itu. Kak Sam langsung mencermati foto jejak sepatu itu.

“Kira-kira berapa ukuran sepatu bot ini?” selidik Kak Sam. “Sekitar 41,” jawab seorang polisi lugas.

Tiba-tiba, pikiran Kak Sam langsung tertuju pada sepatu bot milik Kak Jhon, yang kini ada di rumahnya. “Gawat, jangan-jangan sepatu ini milik Jhon? Jika benar, maka berarti pembunuh wanita berambut panjang itu adalah Jhon!” wajah Kak Sam langsung berubah pucat, jantungnya berdegup kencang.

Ia buru-buru kembali ke rumahnya. Ia begitu tidak sabar, ingin langsung mencocokkan jejak sepatu milik Kak Jhon, dengan foto jejak sepatu. Dan, hasilnya cocok! Kak Sam langsung lemas. Astaga, berarti selama ini aku menyimpan barang bukti pembunuhan, yang dicari-cari polisi.

Dengan perasaan amburadul, Kak Sam langsung menelepon Kak Jhon. “Pokoknya, kau harus kemari sekarang juga, titik! Tidak ada alasan, sekarang!” kata Kak Sam dengan nada tinggi.

Tak lama kemudian, Kak Jhon datang juga ke rumah Kak Sam. “Sekarang mengakulah! Kau pasti pelaku pembunuhan wanita berambut panjang, seminggu yang lalu itu, bukan? Ayo, mengaku sajalah!” bentak Kak Sam. Kak Jhon diam tak berkomentar. Wajahnya tertunduk lesu, foto jejak sepatu bot yang ditemukan polisi itu, jelas-jelas sama persis dengan jejak sepatu miliknya.

“Baiklah, aku mengakuinya. Jejak sepatu bot itu memang berasal dari sepatu botku. Tapi, bukan aku pelakunya. Bukan aku,” kata Kak Jhon dengan bibir bergetar. Kak Jhon lalu memulai ceritanya. Seminggu yang lalu sekitar pukul 2 siang, ia ditelepon Pak Alex, bosnya. Kak Jhon lalu datang ke rumah Nyonya Weni, sesuai perintah Pak Alex. Ternyata, setibanya di sana, Kak Jhon melihat Pak Alex dan Nyonya Weni sedang bertengkar hebat. Keduanya terlihat sangat emosional. Beberapa Kali Kak Jhon melihat Pak Alex menampar Nyonya Weni. Bukannya takut, Nyonya Weni malah balik menyerang Pak Alex, dengan senjata tajam. Pak Alex berhasil berkelit, celakanya pisau itu menghujam perut Nyonya Weni. Akhirnya, wanita berambut panjang itu roboh, tidak bernyawa lagi. Pak Alex dan Kak Jhon sangat panik. Pak Alex dengan serta merta mencabut pisau yang menancap di perut Nyonya Weni, dan langsung membuangnya ke sungai. Maksudnya, untuk mengaburkan jejak, dari penyelidikan polisi. Namun, apa hendak di kata, kebenaran akhirnya terungkap juga. polisi menemukan jejak sepatu bot, yang dimiliki Kak Jhon.

Berkat kesaksian Kak Jhon, polisi langsung meringkus Pak Alex di rumahnya. Ia pun mengakui, terlibat pembunuhan wanita berambut panjang itu. Kejadian itu diakuinya karena kesalah pahaman, dalam perjanjian kerja sama, antara Pak Alex dan Nyonya Weni. Atas kejadian itu, Pak Alex dan Kak Jhon bersedia mempertanggung jawabkan segalanya, melalui hukum yang berlaku. Yang mengherankan, sejak saat itu, Kak Sam tidak pernah dihantui mimpi buruk lagi. @@@

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s