Abunawas

Baginda Suka Fitnah

Hasil gambar untuk gambar kartun abu nawas

Baginda Harusn Alrasyid gusar. Dia mendengar kabar tidak sedap dari orang-orang kepercayaannya. Para pembantunya mengatakan kalau Abunawas membikin ulah yang tidak patut. Kepada orang-orang, Abunawas mengatakan kalau Baginda Harun Alrasyid suka fitnah. Siapa yang tidak gusar dilapori kabar seperti itu?

“Apa berita itu benar!” tanya Baginda kepada pembantunya. Raut mukanya tampak menyimpan amarah yang luar biasa.

“Benar, Baginda,” jawab para pembantunya hampir serempak. “Tidak mungkin kami berkomplot untuk berbohong.”

Baginda masih belum percaya. Hati kecilnya mengatakan tak mungkin Abunawas berbuat seperti itu. Abunawas sudah teruji kesetiannya. Tapi berita itu terasa santer beredar. Apa yang harus dilakukan?

Akhirnya Baginda mengutus orang lain lagi untuk menyelidiki kebenaran berita itu. Orang yang ditugasi itu disuruh menyelidiki kabar yang beredar di masyarakat. Dan ternyata benar. Hampir semua orang yang ditanya mengatakan Abunawas yang mengedarkan berita itu. Petugas istana pun melaporkan apa adanya kepada Baginda.

“Benar Baginda. Menurut penyelidikan hamba, Abunawaslah yang menyebarkan berita itu,” ucapnya. Tentu saja amarah Baginda semakin meluap mendengar laporan itu.

“Apa maksud Abunawas berkata seperti itu?! Apa dia berniat mempermalukan aku?!” ucap Baginda entah tak habis pikir. Sebab semua petugas istana yang mengerubunginya tidak ada satu pun yang berani bersuara. Mereka lebih baik diam daripada salah omong. Bisa-bisa mereka yang justru jadi sasaran.

Sesaat kemudian, Baginda berkata lagi, “Apa Abunawas sudah bosan hidup bebas?! Mungkin dia ingin masuk penjara!” terdengar lagi suara Baginda memecahkan keheningan. Para petugas istana masih membisu. Mereka hanya bisa terdiam dan menundukkan kepala.

“Sekarang panggil Abunawas! Bawa dia ke hadapanku!” Baginda mulai hilang kesabarannya. “Kalau dia benar berkata begitu, dia akan kuhukum kerja paksa selama 20 tahun. Biar tahu rasa!” lanjut Baginda lagi.

Tanpa menunggu waktu lagi, orang yang diutus Baginda berangkat ke rumah Abunawas. Mereka membawa misi, membawa Abunawas ke istana sekarang juga. Kalau perlu dengan cara paksa!

Saat yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Abunawas hadir di istana. Para menteri dan semua pegawai istana menantikan dengan berdebar-debar apa yang bakal terjadi. Benarkah Abunawas akan dihukum kerja paksa selama 20 tahun?

Setelah berhadapan dengan Abunawas, Baginda berkata dengan suara menggelar, “Abunawas …!!!” terdengar suara Baginda menggelegar. “Benarkah kau mengatakan aku suka fitnah?”

Ruangan terasa sunyi. Semua yang hadir menantikan jawaban Abunawas. Mereka menarik nafas diliputi ketegangan.

“Benar, Baginda,” jawab Abunawas yang disambut helaan nafas panjang semua yang hadir. Ruang yang tadi senyap mendadak berdengung seperti sekawanan lebah sedang berpesta.

“Apa maksudmu berkata begitu?! Bukankah semua orang tahu, aku adalah raja yang adil dan bijaksana. Apa kau berniat mempermalukan aku?!”

“Tidak, Baginda. Hamba hanya ingin mengingatkan petuah Baginda saja. Bukankah Baginda pernah berkata, dan semua yang hadir disini bisa menjadi saksi, bahwa …”

“Bahwa apa, Abunawas?!” tanya Baginda tidak sabar. Dia ingin segera mendengar jawaban dari Abunawas.

“Bahwa anak bisa jadi fitnah, kalau tidak bisa mendidiknya. Bukankah Baginda pernah berkata begitu?”

Baginda manggut-manggut mendengar perkataan Abunawas. Dia ingat memang pernah berkata begitu.

“Tapi bagaimana pun,” lanjut Abunawas, “Baginda suka anak, kan? Berarti Baginda suka fitnah, kan?”

“Benar, kalau aku tidak bisa mendidiknya …,” terucap suara Baginda lirih.

“Lha, itu, yang hamba maksudkan. Apakah hamba salah?”

Baginda menggeleng. Dia tidak jadi memberikan hukuman kepada Abunawas. Justru dia harus merasa rela merogoh kantongnya untuk memberi uang dua ratus dinar kepada Abunawas sebagai hadiah kejenakaannya. @@##

 

 

Mentari, Minggu IV – Juni 2001

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s