Cerita Anak

Si Pencuri Kue

Hasil gambar untuk gambar kartun kue tart

“Aih …!” dari dapur terdengar jeritan panik Bibi Tuti. Pedro yang berada di ruang tengah bergegas ke dapur. Bibi Tuti menunjuk ke atas meja, sebuah kue tart strawberry besar terpotong cukup besar. Padahal kue pesanan Tuan Yan yang akan diambil dua jam lagi.

“Padahal baru sebentar untuk memanggil tukang ledeng untuk memperbaiki air yang sudah rusak, kue strawberry ini sudah terpotong,” tukas Bibi Tuti kesal. Pedro kaget juga melihatnya. Pedro hanya berpikir siapa yang tega melakukannya. Pedro memang sudah lama bertetangga dengan Bibi Tuti dan sering membantu Bibi Tuti mengerjakan pekerjaan rumah karena selama ini Bibi Tuti hidup sendiri.

“Pasti ini salah satu ulah dari ketiga keponakanku yang sedang menginap disini. Mereka memang terkenal bandel,” ujar Bibi Tuti gusar. Tidak lama, Tom, Ben dan Jack, ketiga anak yang dimaksud Bibi Tuti sudah berada di dapur. Namun ketika Bibi Tuti bertanya pada ketiganya tentang kue yang terpotong, semuanya berkilah.

“Aku sejak tadi berada di kamar, memperbaiki mesin ketik,” ujar Tom. “Aku tidak masuk ke dapur, aku kan sibuk di kebun,” Ben berkilah. “Apalagi aku, seharian aku bermain sepeda,” tambah Jack. Begitulah, semua tidak ada yang mengaku.

Bibi Tuti mulai putus asa ketika tiba-tiba Pedro mendapat ide bagus. Pedro mengambil tiga baskom plastik dan mengisi masing-masing baskom dengan air dari teko. Yang lain memandang dengan penuh tanda tanya apa maksud Pedro. “Begini, setiap orang harus mencelupkan tangannya ke baskom, nanti kita akan tahu siapa pelakunya,” jelas Pedro.

Meski sedikit heran, Tom, Ben dan Jack menurut. Tom yang pertama melakukannya, air dalam baskom tetap jernih ketika Tom memasukkan tangannya yang dihiasi bercak-bercak tinta. “Baik, selanjutnya Ben!” ujar Pedro. Air dalam baskom Ben menjadi sedikit keruh oleh tanah dan kotoran lain, tangan Ben memang kotor. Selanjutnya Jack pun melakukan seperti yang lain, ketika ia memasukkan tangannya ke dalam baskom, noda-noda minyak menghiasi permukaan air.

“Nah, siapa sekarang pelakunya” tanya Bibi Tuti tidak sabar.

“Begini, dari air dalam baskom kita jadi tahu apakah mereka berbohong atau tidak. Air di baskom Tom jernih, tangannya pun bekas tinta, jadi dia benar-benar membersihkan mesin ketik, sedang air di baskom Ben keruh oleh tanah dan kotoran,” jelas Pedro. Ia berhenti menjelaskan sejenak untuk menarik nafas. “Tapi itu bisa di mengerti karena ia seharian mengurusi kebun, jadi wajar kalau tangannya kotor kena tanah. Tapi ada kejanggalan pada baskom Jack. Sudah jelas ia tadi mengatakan bersepeda seharian, tapi air di baskomnya ada minyaknya, itu menunjukkan ada minyak yang melekat di tangannya,” lanjut Pedro.

“Kue tart strawberryku memang penuh krim yang berminyak,” ujar Bibi Tuti.

“Benar, biasanya sehabis kita makan kue tart, pasti kita berminyak,” tambah Pedro.

“Tapi kan bisa saja kita membasuh tangan,” sanggah Ben.

“Tidak mungkin, air ledeng kan sedang mati, tidak ada air,” lanjut Pedro.

“Aku … aku …,” kata Jack tergagap sambil menunduk ketika semua mata memandang kepadanya. Akhirnya Jack pun mengakui per-buatannya. Ternyata, Jack bermaksud membalas dendam pada Bibi Tuti karena sehari sebelumnya dimarahi setelah memecahkan vas bunga. Akhirnya Jack dihukum untuk membeli kue tart besar di kota sebagai ganti pesanan Tuan Yan, sementara yang lain menghabiskan kue tart yang tersisa dengan gembira. Dan Pedro mendapat bagian potongan kue terbesar. Hmm … lezat!!! @@@

 

 

Mentari, Edisi 496 Tahun 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s