Dongeng

Putri Kucing Seribu

 

26+ Gambar Kartun Kucing Comel di 2020 | Kartun, Gambar, Anak ...

Tersebutlah nama Baginda Raja Murwata. Ia adalah penguasa kerajaan Tapak Lintang.
Sebuah negeri yang terletak di sebuah puncak bukit. Walau pun demikian, negeri itu sangat makmur. Negeri ini sangat elok, dengan pemandangan yang menakjubkan.

Dari pusat kota, apabila memandang ke utara, terbentanglah samudera biru tiada batas. Memandang ke timur dan barat, adalah hamparan hutan yang lestari. Memandang ke selatan adalah taman menghijau, bagaikan permadani yang indah.

Akhir-akhir ini Raja Murwata sedang dilanda kegelisahan mendalam. Raut mukanya yang tampan dan biasa ceria, kini terus dibalut kesedihan. Begitu pula sang Permaisuri, tampak lebih tua dan lelah. Keduanya di rundung duka, karena putri satu-satunya yang bernama Putri Kirana, sedang sakit keras.

Sakit yang di derita Putri Kirana tergolong aneh. Wajahnya yang cantik tiba-tiba melepuh dan membusuk, akibat cakaran kucing misterius. Putri Kirana memang sangat benci dengan kucing. Setiap melihat kucing, pastilah dibunuhnya.

Oleh karena itu, pada suatu malam ketika melihat seekor kucing menyelinap masuk istana, diperintahkannya para pengawal untuk membunuhnya.

Cara membunuh kucing itu pun kelewat batas. Kucing berbulu putih bersih tadi disiksa terlebih dahulu, hingga tubuhnya penuh luka.

Ketika mendapat kesempatan, melompatlah sang kucing tepat di wajah Putri Kirana.
Cakarnya pun mengenai kening dan pipi sang putri. Setelah itu, kucing tadi lenyap entah kemana. Itulah awal petaka yang menimpa Putri Kirana.

Dari hari ke hari, luka di wajah sang Putri kian parah. Bahkan luka yang dideritanya terus merambat ke sekujur tubuh. Baunya sangat anyir, melebihi bau bangkai sekali pun. Tak heran, jika Pangeran Nata Secang, putra mahkota Kerajaan Secang yang telah bertunangan dengan sang Putri, terpaksa membatalkan pinangannya.

Entah sudah berapa ratus tabib dan orang pintar yang telah diundang ke Keputren, untuk menyembuhkan penyakit Putri Kirana. Namun, tidak satu pun yang berhasil. Genap pada malam ke seratus dari penyakit sang Putri, menggemalah suara di peraduan sang Raja. “Hai, Prabu. Dengarkan aku, Jika ingin anakmu sembuh, carilah seribu ekor kucing berbulu putih mulus. Nah, kucing ke seribu itulah yang sanggup mengobati Putrimu.”

Keesokan harinya, dititahkan kepada Patih untuk mengumumkan sayembara, ke seluruh penjuru negeri. Barang siapa mempunyai kucing berbulu putih mulus, akan ditukar dengan seekor sapi gemuk. Mendengar sayembara itu, maka berdatanganlah orang-orang dari berbagai pelosok negeri, bahkan dari negeri-negeri tetangga menuju istana. Mereka membawa kucing mulus yang dicari Raja. Dan, terkumpullah 999 ekor kucing berbulu putih mulus, di dalam istana.

Ternyata, setelah ditunggu cukup lama, tidak ada lagi orang datang membawa kucing putih. Hal ini tentu saja membuat hati sang Raja gundah. Semua punggawa kerajaan dan prajurit telah dikerahkan, untuk mendapatkan seekor kucing berbulu putih mulus. Ya, hanya tinggal seekor lagi. Namun, usaha itu nampaknya bagai menegakkan benang basah, semua sia-sia belaka.

Raja kemudian bersemedi, dalam semedinya kembali menggema suara, “Hai, Prabu. Dengarkan. Jangan dirimu bersedih. Seekor kucing putih yang kau cari, sebenarnya ada di sekitar air terjun. Hanya dirimu sendiri yang sanggup mengambilnya. Apa pun yang diminta pemiliknya, turuti!”

Demi rasa cinta dan sayang kepada Putrinya, keesokan harinya berangkatlah sang Raja menuju ke air terjun. Walau tempat air terjun itu sangat jauh dan sulit dijangkau, Raja Murwata tidak putus asa. Setelah berhari-hari berkuda, sampailah ia di air terjun.

Sesampai di air terjun, sang Raja bertemu dengan wanita yang memiliki seekor kucing putih mulus. Raja meminta agar kucing itu diberikan kepadanya. Maka menjawablah wanita berambut panjang terurai itu, “Wahai, Baginda. Kucing ini adalah kesayanganku. Aku merawatnya seperti merawat diriku sendiri. Ia sama dengan jiwa ragaku.”

“Tapi, Nyai. Aku sangat membutuhkan pertolonganmu.”

“Hai, Baginda. Bukankah Raja tidak pernah merasa membutuhkan bantuan orang lain. Apalagi, aku yang miskin ini?”

“Janganlah berkata begitu, Nyai. Aku pun manusia biasa yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Putriku saat ini sakit keras. Apa kau tidak kasihan kepadanya?”

“Lalu apa hubungannya denganku?”

“Aku telah mengumpulkan 999 ekor kucing berbulu putih mulus di istana. Hanya tinggal seekor, genaplah seribu ekor. Nah, kucing inilah yang dapat menolong Putriku dari sakitnya.”

“Em …, baiklah kalau begitu. Kucing ini bisa Baginda bawa ke istana.”

“Oh, terima kasih, Nyai. Terima kasih!”

“Namun, ada syaratnya. Setelah niat Baginda berhasil, maka kumpulkan seribu fakir miskin ke istana dan bersedekahlah kepada mereka,”

Setelah mendapatkan kucing itu, kembalilah Baginda ke istana. Kucing keseribu yang baru saja di dapatkan, dimasukkan ke dalam peraduan Putrinya. Bau yang terpancar dari sekujur tubuh sang Putri, membuat kucing tadi segera melompat dan menjilati sekujur tubuhnya. Dalam sekejap, keringlah luka-luka di sekujur tubuh sang Putri. Ia kembali cantik seperti sedia kala.

Sejak saat itu, Putri Kirana berjanji mengasihi kucing yang selama ini sangat ia benci. Karena memelihara seribu kucing, maka ia pun kemudian dikenal dengan sebutan Putri Kucing Seribu. Bahkan tidak hanya itu, ia pun bersumpah akan mengasihi semua hewan, yang juga sama-sama ciptaan Tuhan.

Melihat Putrinya sembuh, maka Raja Murwata menggelar pesta tujuh hati tujuh malam. Namun, pesta kali ini khusus dipersembahkan untuk seribu fakir miskin. Sejak saat itu, sang Raja lebih memperhatikan nasib orang-orang kecil, yang kurang beruntung. Ia semakin banyak bersedekah. Pada akhirnya, ia makin di cintai rakyatnya. @@@

 

 

Dari Majalah Menari Edisi – Tahun –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s