Herbal

Jahe

Khasiat Jahe Merah, Herbal Asli Indonesia Untuk Daya Tahan Tubuh

Jahe dengan nama ilmiah Zingiber officinale merupakan salah satu jenis tanaman yang termasuk ke dalam suku Zingiberaceae. Nama Zingiber berasal dari bahasa Sanskerta “singabera” dan Yunani “Zingiberi” yang berarti tanduk, karena bentuk rimpang jahe mirip dengan tanduk rusa. Officinale merupakan bahasa latin (officina) yang berarti digunakan dalam farmasi atau pengobatan adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.

Sejarah

Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun, ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik Rakyat Tiongkok Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah. Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang populer di Eropa.

Jahe dikenal dengan nama umum (Inggris) ginger atau garden ginger. Nama ginger berasal dari bahasa Prancis: gingembre, bahasa Inggris lama: gingifere, Latin: ginginer, Yunani (Greek): zingiberis.

Di Indonesia jahe memiliki berbagai nama daerah. Di Sumatra disebut halia (Aceh), beuing (Gayo), bahing (Karo), pege (Toba), sipode (Mandailing), lahia (Nias), sipodeh (Minangkabau), page (Lubu), dan jahi (Lampung). Di Jawa, jahe dikenal dengan jahe (Sunda), jae (Jawa), jhai (Madura), dan jae (Kangean). Di Sulawesi, jahe dikenal dengan nama layu (Mongondow), moyuman (Poros), melito (Gorontalo), yuyo (Buol), siwei (Baree), laia (Makassar), dan pace (Bugis). Di Nusa Tenggara, disebut jae (Bali), reja (Bima), alia (Sumba), dan lea (Flores). Di Kalimantan (Dayak), jahe dikenal dengan sebutan lai, di Banjarmasin disebut tipakan. Di Maluku, jahe disebut hairalo (Amahai), pusu, seeia, sehi (Ambon), sehi (Hila), sehil (Nusalaut), siwew (Buns), garaka (Ternate), gora (Tidore), dan laian (Aru). Di Papua, jahe disebut tali (Kalanapat) dan marman (Kapaur). Adanya nama daerah jahe di berbagai wilayah di Indonesia menunjukkan penyebaran jahe meliputi seluruh wilayah Indonesia.
Hasil panen jahe.
Karena jahe hanya bisa bertahan hidup di daerah tropis, penanamannya hanya bisa dilakukan di daerah katulistiwa seperti Asia Tenggara, Brasil, dan Afrika. Saat ini Equador dan Brasil menjadi pemasok jahe terbesar di dunia.

 

Ciri morfologis

Batang jahe merupakan batang semu dengan tinggi 30 hingga 100 cm. Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat. Daun menyirip dengan panjang 15 hingga 23 mm dan panjang 8 hingga 15 mm. Tangkai daun berbulu halus.

Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang bunga bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah. Bunga berwarna hijau kekuningan. Bibir bunga dan kepala putik ungu. Tangkai putik berjumlah dua.

Pengolahan dan pemasaran

Rimpang jahe, terutama yang dipanen pada umur yang masih muda tidak bertahan lama disimpan di gudang. Untuk itu diperlukan pengolahan secepatnya agar tetap layak dikonsumsi. Untuk mendapatkan rimpang jahe yang berkualitas, jahe dipanen pada umur tidak terlalu muda juga tidak terlalu tua.

Jahe segar Selain dipasarkan dalam bentuk olahan jahe, juga dipasarkan dalam bentuk jahe segar, yaitu setelah panen, jahe dibersihkan dan dijual ke pasar.

Terdapat beberapa hasil pengolahan jahe yang terdapat di pasaran, yaitu:
Jahe kering
Merupakan potongan jahe yang dikeringkan dengan irisan memotong serat irisan tipis (digebing). Jenis ini sangat populer di pasar tradisional.

Awetan jahe
Merupakan hasil pengolahan tradisional dari jahe segar. Yang paling sering ditemui di pasaran adalah, tingting jahe (permen jahe), acar, asinan, sirup, dan jahe instan. Beberapa jenis olahan jahe ini disukai konsumen dari daerah Asia dan Australia.

Bubuk jahe
Merupakan hasil pengolahan lebih lanjut dari jahe menggunakan teknologi industri, jahe dikeringkan selanjutnya digiling dengan kehalusan butiran bubuk yang ditentukan. Bubuk jahe diperlukan untuk keperluan farmasi, minuman, alkohol dan jamu. Biasanya menggunakan bahan baku jahe kering.

 

Oleoresin jahe

Adalah hasil pengolahan lebih lanjut dari tepung jahe. Warnanya cokelat dengan kandungan minyak asiri 15 hingga 35%.

 

Habitat

Jahe tumbuh subur di ketinggian 0 hingga 1500 meter di atas permukaan laut, kecuali jenis jahe gajah di ketinggian 500 hingga 950 meter.

Untuk bisa berproduksi optimal, dibutuhkan curah hujan 2500 hingga 3000 mm per tahun, kelembapan 80% dan tanah lembap dengan PH 5,5 hingga 7,0 dan unsur hara tinggi. Tanah yang digunakan untuk penanaman jahe tidak boleh tergenang.

 

Varietas

Terdapat tiga jenis jahe yang populer di pasaran, yaitu:

Jahe gajah (Jahe Kuning)

Inilah Efek Samping Yang Ditimbulkan Dari Jahe

Merupakan jahe yang paling disukai di pasaran internasional. Bentuknya besar gemuk dan rasanya tidak terlalu pedas dan aromanya cukup tajam. Daging rimpang berwarna kuning hingga putih. Banyak dipakai sebagai bumbu masakan.

Jahe Putih (Jahe Emprit)

Ciri utama jahe emprit terletak pada bentuk rimpangnya yang kecil, rata cenderung pipih dan tidak mengembung. Jahe jenis ini bisa ditemukan dalam warna putih, kuning dan dalam kondisi tertentu berwarna merah. Serat jahe emprit bertekstur lembut dengan aroma yang tidak tajam. Tetapi jahe emprit dilengkapai rasa yang jauh lebih pedas ketimbang jahe gajah atau badak. Kandungan gingerol, zingeron, dan shogaol yang dimiliki jahe emprit memang lebih tinggi ketimbang jahe gajah. Hal ini yang menyebabkan rasa pedasnya lebih dominan.

Jahe merah

10 Manfaat Jahe Merah untuk Kesehatan Tubuh, Anti Sakit!

Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak atsiri tinggi dan rasa paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan kulit warna merah, serat lebih besar dibanding jahe biasa.

 

Perbedaan Jahe Merah dan Jahe Biasa

Umumnya, jahe merah maupun jahe biasa punya kandungan nutrisi yang sama. Mineral dan vitamin yang ada di dalam jahe termasuk vitamin A, B1, B3, dan vitamin C, besi, fosfor, dan kalsium. Meski memiliki kandungan nutrisi yang terbilang sama, ternyata jahe merah dan jahe putih punya perbedaan dalam sisi khasiatnya.

 

Jahe Merah dan Manfaatnya

Membicarakan jahe merah, rempah yang digunakan sebagai campuran minuman karena memiliki rasa pedas yang lebih kuat, sehingga manfaatnya untuk menghangatkan tubuh menjadi lebih terasa. Ternyata, jahe merah adalah jahe yang paling unggul dari jenis jahe lainnya yang tumbuh di Indonesia.

Tidak heran, karena jahe merah mengandung minyak atsiri yang lebih banyak, begitu pula kandungan zat oleoresin, gingerol, dan zingeron. Kandungan minyak atsiri pada jahe merah efektif untuk meredakan batuk yang aman untuk dikonsumsi siapa saja, termasuk anak-anak. Lalu, zat zingeron pada rempah ini efektif untuk mencegah peradangan pada usus dengan bekerja secara aktif dalam menghambat enzim pemicu inflamasi.

Tidak hanya itu, jahe merah aman dikonsumsi untuk ibu hamil. Manfaat jahe satu ini membantu meredakan mual dan muntah yang biasa dialami ibu hamil di trimester pertama. Namun, supaya tidak terlalu panas di perut, jahe bisa dicampurkan dengan teh dan tambahan madu. Jahe merah juga baik untuk menjaga kesehatan jantung dengan menurunkan trigliserida dan kadar kolesterol di dalam darah.
Bagi kamu yang menjalani program diet, jahe merah bisa menjadi salah satu menu yang tepat karena membantu membakar kalori dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Jika kamu sering mengalami sakit kepala, jahe merah bisa menjadi pilihan alternatif obat herbal yang baik untuk meredakan rasa sakit dan tidak nyaman.

Jahe Putih/Jahe Biasa

Meskipun tidak seterkenal jahe merah, jahe putih memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Kandungan gingerol pada jahe putih diyakini mampu membantu mencegah infeksi, terutama infeksi bakteri pada mulut seperti pada radang gusi, juga infeksi pada saluran pernapasan. Jahe putih pun diyakini mampu meningkatkan fungsi otak dan mencegah terjadinya penyakit alzheimer.

Jika kamu mengalami nyeri otot setelah berolahraga, jahe juga bisa membantu menenangkannya. Memang tidak menyembuhkan, tetapi setidaknya rasa nyeri yang dirasakan bisa sedikit berkurang. Tidak ketinggalan, jahe putih juga memiliki kandungan zat yang efektif untuk memerangi kanker.

Khasiat dan manfaat jahe merah bagi kesehatan

Efektif Meredakan Gejala Batuk dan Sakit Tenggorokan

Memiliki sensasi hangat saat dikonsumsi, jahe merah sering dijadikan pilihan saat mengalami gejala sakit tenggorokan atau batuk. Namun, sebenarnya yang menjadi alasan mengapa jahe merah banyak dijadikan penawar untuk batuk atau peradangan di tenggorokan adalah kandungan flavonoidnya.

Secara umum, kandungan flavonoid pada jahe merah memiliki sifat anti peradangan. Jadi, tak hanya untuk meredakan gejala batuk-batuk, jahe merah juga efektif untuk menyembuhkan gejala sakit tenggorokan, terutama radang tenggorokan.

Mampu Mengurangi Kadar Kolesterol dalam Tubuh

Tak dapat dipungkiri jika kebiasaan mengonsumsi makanan sembarangan membuat tubuh menyimpan banyak tumpukan lemak jahat. Jika dibiarkan dalam waktu yang lama, bukan tidak mungkin lemak jahat tersebut akan membuat kadar kolesterol dalam tubuh semakin naik.

Nah, untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut, penderita kolesterol disarankan untuk rutin mengonsumsi tanaman rimpang tersebut. Pasalnya, jahe merah dapat menghancurkan lemak jahat yang ada dalam tubuh dan mencegah munculnya penyakit kolesterol tinggi. Jadi, tak hanya bermanfaat bagi penderita penyakit tersebut, orang sehat pun dapat mengonsumsi jahe merah agar terhindar dari penyakit kolesterol tinggi.

Tak dapat dipungkiri jika kebiasaan mengonsumsi makanan sembarangan membuat tubuh menyimpan banyak tumpukan lemak jahat. Jika dibiarkan dalam waktu yang lama, bukan tidak mungkin lemak jahat tersebut akan membuat kadar kolesterol dalam tubuh semakin naik.

Nah, untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut, penderita kolesterol disarankan untuk rutin mengonsumsi tanaman rimpang tersebut. Pasalnya, jahe merah dapat menghancurkan lemak jahat yang ada dalam tubuh dan mencegah munculnya penyakit kolesterol tinggi. Jadi, tak hanya bermanfaat bagi penderita penyakit tersebut, orang sehat pun dapat mengonsumsi jahe merah agar terhindar dari penyakit kolesterol tinggi.

Hangat, Konsumsi Jahe Merah untuk Meringankan Sakit Kepala

Anda sering merasakan sakit kepala yang mengganggu jalannya aktivitas sehari-hari? Tak perlu mencari obat yang dapat memberikan efek samping. Pasalnya, jahe merah dapat menjadi solusi alami untuk mengatasi masalah yang seringkali dianggap sepele namun sangat mengganggu tersebut.

Memiliki kandungan kamfena, cita rasa pedas, serta efek menghangatkan pada tubuh, jahe merah efektif untuk dijadikan penawar saat sakit kepala menyerang. Caranya pun cukup mudah, yakni dengan merebus jahe merah dan meminum air rebusan tersebut. Tak butuh waktu lama, sakit kepala akan hilang dan aktivitas pun dapat dilakukan dengan semestinya.

Memiliki Zat Flavonoid, Jahe Merah Mampu Mengatasi Rematik 

Tak hanya ampuh meredakan gejala tenggorokan dan batuk, kandungan flavonoid yang ada dalam jahe merah juga mampu mengatasi penyakit rematik. Rasa nyeri yang dirasakan oleh penderita penyakit tersebut disebabkan oleh peradangan yang terjadi di persendian. Bahkan, jika dibiarkan terlalu lama, penderita penyakit ini akan merasakan kaku pada sendi karena terjadi pembengkakan.

Sebagai salah satu upayanya, penderita rematik dapat rutin mengonsumsinya karena mampu meredakan peradangan pada bagian tubuh atau sendi yang terkena rematik. Jadi, jahe merah dapat menjadi obat alternatif dan alami untuk mengobati rematik.

Cocok untuk Dijadikan Konsumsi Rutin Saat Diet

Ingin menurunkan berat badan dengan mudah dan efektif, tapi sulit untuk menahan nafsu makan? Tak perlu risau, karena jahe merah dapat membantu Anda untuk menjaga berat badan agar selalu ideal. Mau tahu caranya?

Jahe merah dapat dijadikan sebagai konsumsi pendukung bagi orang yang ingin menurunkan berat badan karena mampu mengontrol nafsu makan. Dengan mengonsumsi jahe merah, rasa kenyang pada perut akan bertahan lebih lama sehingga nafsu untuk terus menyantap sesuatu menjadi berkurang.

Tak berhenti sampai disitu, rasa hangat dan pedas yang disebabkan oleh jahe merah dapat membakar kalori dan lemak di dalam tubuh. Jadi, bagi yang ingin segera mendapatkan berat tubuh yang ideal, coba untuk rutin mengonsumsi rempah satu ini.

Membantu Terhindar dari Risiko Penyakit Jantung

Penyakit jantung adalah salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Banyak data di lapangan yang menyatakan bahwa jumlah kematian akibat penyakit jantung adalah yang tertinggi di dunia.

Salah satu penyebab munculnya penyakit jantung adalah kadar kolesterol dan trigliserida yang terlalu tinggi pada tubuh. Dengan menjadikannya sebagai konsumsi rutin sehari-hari, kadar kolesterol dan trigliserida dapat diturunkan. Oleh karena itu, buat diri terhindar dari penyakit jantung dengan mencampurkan jahe merah pada minuman atau masakan setiap hari.

Baik Bagi Kesehatan Lambung dan Pencernaan

Belum berhenti sampai disitu, manfaat jahe merah selanjutnya adalah menjaga kesehatan lambung dan pencernaan. Berbagai masalah kesehatan yang terjadi di saluran pencernaan dapat disembuhkan dengan rutin mengonsumsi jahe mera. Bahkan, infeksi dan juga luka yang ada pada lambung dapat disembuhkan dengan jahe merah.

Jahe merah dipercaya mampu menjaga jumlah asam dalam lambung agar tetap stabil. Dengan stabilnya kandungan asam dalam lambung, rasa mual serta keinginan untuk muntah dapat dikurangi.

Mengurangi Risiko Terkena Radang Usus

Masih berhubungan dengan saluran pencernaan, khasiat meminum rebusan jahe merah juga dapat membantu risiko terkena radang usus menjadi berkurang. Penyebabnya adalah jahe merah memiliki kandungan zat zingeron yang aktif menghambat enzim yang menyebabkan munculnya peradangan di saluran pencernaan. Jadi, biasakan untuk menjadikan jahe merah sebagai konsumsi tiap hari agar kesehatan usus terjaga.

Membantu Meningkatkan Sistem Imun Tubuh

Terdapat masih banyak lagi alasan mengapa jahe merah layak untuk dijadikan konsumsi rutin. Pengonsumsi rutin jahe merah akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat karena rempah tersebut dapat melawan virus serta bakteri yang hendak menyerang sistem imunnya.

Sistem imun menjadi penentu utama bagi makhluk hidup agar menjadi lebih kebal terserang penyakit. Saat daya tahan tubuh lemah, penyakit akan lebih mudah hinggap pada seseorang. Nah, bagi Anda yang merasa memiliki daya tahan tubuh yang rentan, tidak ada salahnya untuk mencoba rutin mengonsumsi jahe merah.

Sahabat Terbaik bagi Penderita Asma atau Sesak Napas

Khasiat jahe merah selanjutnya adalah meredakan dan mengobati penyakit asma atau sesak napas. Memiliki kandungan minyak atsiri sangat tinggi, jahe merah dapat menjadi sahabat terbaik bagi penderita penyakit pernapasan tersebut.

Kandungan minyak atsiri pada jahe merah mampu melegakan saluran pernapasan. Kandungan tersebutlah yang dapat menyembuhkan gangguan pernapasan, seperti sesak napas atau asma.

 

Efek Samping Konsumsi Jahe Berlebih

Sebabkan heartburn

Jika dikonsumsi dalam dosis yang tinggi (lebih dari 4 gr/hari) dapat menyebabkan heartburn. Heartburn adalah perasaan panas dan terbakar di dada atau tenggorokan. Kondisi ini terjadi karena asam lambung kembali ke tenggorokan.

Kembung

Air jahe juga dapat menyebabkan efek samping pencernaan ringan. Ini paling sering berdampak pada sistem pencernaan bagian atas dan menyebabkan gas sehingga menyebabkan kembung dan rasa tidak nyaman pada perut.

Diare

Jahe dapat mengurangi masalah perut seperti mual dan muntah dengan mempercepat pergerakan makanan melalui saluran usus.Bahan aktif dalam jahe termasuk senyawa yang disebut gingerol. Karena jahe mempercepat perjalanan makanan dan tinja melalui usus. Ini mengapa mengonsumsi terlalu banyak jahe dapat menyebabkan diare. Diare dapat terjadi ketika tinja bergerak terlalu cepat melalui saluran pencernaan.

Sakit Perut

Jahe merangsang sekresi empedu, yang bermanfaat bagi pencernaan. Tetapi jika mengonsumsi jahe dalam keadaan perut kosong, ini dapat menyebabkan rangsangan lambung berlebih, menyebabkan gangguan pencernaan dan sakit perut.

Gingerol dalam jahe yang mirip dengan capsaicin dianggap dapat mengiritasi lambung jika dikonsumsi berlebih. Ini sama efeknya saat seseorang terlalu banyak makan cabai.

Picu Pendarahan

Jahe merangsang sirkulasi dan meningkatkan aliran darah sambil mencegah pembekuan darah. Bagi orang yang memiliki kondisi kelainan darah atau sedang mengonsumsi obat yang memperlambat pembekuan darah, jahe bisa meningkatkan risiko pendarahan. Mngonsumsi jahe di sekitar waktu operasi juga merupakan risiko peningkatan pendarahan.

Menurunkan Gula Darah secara drastis

Konsumsi jahe dapat menurunkan gula darah yang bermanfaat bagi penderita diabetes. Namun, mengonsumsinya secara berlebihan dapat menurunkan gula darah secara drastis dan menimbulkan serangkaian efek samping. Gula darah yang terlalu rendah dapat menyebabkan lemas, pusing atau sakit kepala.

Meminumnya bersama dengan obat diabetes juga dapat menyebabkan masalah. Jahe dapat meningkatkan efek obat dan menyebabkan hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah secara berlebihan.

Sebabkan iritasi mulut

Konsumsi jahe berlebih akan menyebabkan sindrom alergi mulut. Konsumsi jahe berlebih akan menimbulkan rasa gatal pada mulut. Iritasi mulut juga dapat menyebabkan rasa yang tidak menyenangkan. Alergi terkait lainnya termasuk kesemutan dan pembengkakan mulut.

Sebabkan iritasi kulit dan mata

Selain pada mulut, konsumsi jahe berlebih akan menimbulkan reaksi alergi pada kulit dan mata. Ini juga bisa diperparah jika seseorang menggunakan jahe sebagai pengobatan topikal pada kulit. Alergi lain terhadap jahe termasuk mata gatal, kemerahan pada kulit, dan peradangan kulit.

Efek untuk kehamilan

Meskipun jahe kadang digunakan untuk mengobati mual di pagi hari bagi ibu hamil, konsumsi jahe berlebih juga tak baik bagi kandungan. Jahe dalam dosis besar dapat memengaruhi hormon seks bayi atau menyebabkan keguguran atau perdarahan.

Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi jahe pada masa kehamilan. Asupan jahe yang berlebihan selama kehamilan juga dapat menyebabkan refluks asam dan heartburn. Konsumsi jahe pada ibu hamil tidak boleh lebih dari 1 gram setiap hari untuk wanita hamil.

Interaksi pada obat tertentu

Konsumsi jahe juga dapat bereaksi pada obat-obatan tertentu. Hindari mengonsumsi teh jahe bersama obat pengencer darah, seperti warfin dan aspirin. Jahe dapat menurunkan gula darah dan tekanan darah, jadi bicarakan dengan dokter jika minum obat untuk diabetes atau tekanan darah tinggi.

Jahe juga berinteraksi dengan herbal yang merangsang aliran darah dan memperlambat pembekuan darah, termasuk cengkeh, bawang putih, ginkgo biloba, ginseng, dan kunyit. Menggabungkan jahe dengan herbal ini dapat meningkatkan risiko pendarahan.

 

 

 

Untuk penyembuhan berbagai penyakit, ada contoh ramuan berbahan jadi dicampur dengan bahan-bahan herbal lainnya

Obat stroke:
Bahan:
– Jahe merah segar 250 gram
– Buah mengkudu 40 gram
– Daun dewa 30 gram
– Daun ceremai 20 gram
– Air putih 4 gelas

Iris tipis semua bahan, cuci hingga bersih. Rebus dengan air 4 gelas, sisakan hingga 1,5 gelas. Saring rebusan tersebut dan diamkan hingga agak dingin.

Minum air rebusan 3 kali sehari pada pagi, siang, sore sesudah makan. Sekali minum setengah gelas.

Asam urat:
Bahan:
– Jahe merah sebesar ibu jari
– Daun tempuyung 6 gram
– Akar tempuyung 7 gram,
– Kayu manis 0,25 gram
– Cengkih 0,25 gram
– Gula merah secukupnya

Cuci jahe merah, daun, dan akar tempuyung hingga bersih, lalu rebus bersama bahan lain dengan air 500 m, hingga air rebusan berkurang setengah. Dinginkan dan saring.

Minum pada pagi dan malam hari masing-masing 20 ml. Untuk pencegahan, minum 1 kali sehari. Bagi penderita kegagalan fungsi ginjal yang telah akut, dilarang minum ramuan ini.

Obat penambah stamina:
Bahan:
– Jahe merah 10 gram
– Lengkuas 30 gram
– Lada 5 gram
– Garam dapur 5 gram
– Mengkudu 1 buah yang matang
– Telur ayam 2 butir

Tumbuh jahe, lengkuas, lada, hingga halus. Tambahkan air perasan buah mengkudu. Tambahkan air mencapai satu gelas.

Minum 2 kali sehari, pagi dan malam menjelang bangun masing-masing 1 gelas. Tambahkan garam, kuning telur dan madu.
artikel.rumah123.com / manfaat jahe merah untuk kesehatan

halodoc.com / perbedaan jahe merah dan jahe biasa

tipspetani.blogspot.com / mengenal jahe emprit

cermati.com / manfaat jahe merah yang redakan penyakit

hot.liputan6.com / efek samping konsumsi jahe berlebih

3 thoughts on “Jahe”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s