Dongeng

Berubah Menjadi Monyet

Gambar Monyet Kartun Kelaparan, HD Png Download - kindpng
google/kindpng

Ratusan tahun yang lalu, di kerajaan Mindanao, Philipina, hiduplah seorang Raja dan Ratunya. Sepasang penguasa itu tidak disukai rakyatnya. Karena Raja sangatlah kejam dan sang Ratu amatlah tamak.

Sang Raja selalu menarik pajak besar dari rakyatnya, kemudian diberikannya kepada Ratu. Parahnya, sang Ratu selalu menghambur-hamburkan uang demi kesenangannya, seperti membeli pakaian mahal dari seluruh dunia. Begitu pula dengan kegemarannya berpesta pora. Ratu selalu membeli makanan dan minuman yang mahal-mahal.

Suatu hari, Raja mengadakan pesta di halaman istana. Di sana tersedia meja dan kursi mewah di bawah naungan pohon besar. Di atas meja tersedia berbagai jenis makanan dan minuman kesukaan Raja dan Ratu. Semua serba mewah dan di datangkan dari tempat yang jauh.

Di sudut halaman kerajaan terdapat kolam ikan mas yang sangat besar dan sangat luas. Para tamu telah duduk di kursi yang telah disediakan. Tidak berapa lama kemudian, Raja dan Ratu keluar menyambut para tamu undangan. Mereka mengenakan pakaian kebesaran berlapiskan emas, bertahtakan intan berlian.

Suasana mendadak hening. Para hadirin terkesima melihat keanggunan Raja dan Ratu. Setelah Raja dan Ratu duduk, seorang punggawa kerajaan mengucapkan selamat datang kepada para undangan. Mereka langsung dipersilakan menyantap hidangan.

Saat para tamu asyik menyantap hidangan pesta, tiba-tiba muncul wanita tua di tengah keramaian. Tidak ada yang tahu dari mana wanita tua itu berasal. Dia menghampiri setiap meja dan meminta sedikit makanan dari para tamu. Tapi, tidak seorang pun memperlihatkan belas kasihan. Raja bahkan menyuruh para pengawal untuk segera mengusir wanita tua itu.

“Yang Mulia, tolong kasihani hamba!” mohon si wanita tua itu. “Saya hanya seorang wanita renta, mengapa mesti diusir seperti ini?”

Sang Ratu yang tamak berdiri. Dengan gaya angkuh ia membentak, “Pergi wanita hina!”
“Siapa yang mengizinkan kamu masuk?” timpal Raja. “Pesta ini hanya untuk orang kaya dan penting!” sambung Raja seraya membanting sendok ke atas meja.

“Saya belum makan selama beberapa hari. Saya lapar.”

“Usir wanita itu!” teriak Raja.

Kasihan wanita renta itu. Bukan hanya mendapat cacian, tapi juga lempiran sendok dari para tamu.

Tiba-tiba langit bergemuruh. Petir dan kilat saling menyambar. Suasana ceria mendadak berubah menjadi mencekam. Seluruh tamu, termasuk Raja dan Ratu, menjadi tegang. Sekali lagi petir dan kilat saling menyambar. Bersamaan dengan itu, muncullah seorang wanita cantik.

Kiranya, wanita cantik jelita itu tidak lain adalah wanita tua itu.

“Kalian semua manusia tidak punya perasaan!” hardik wanita cantik itu. “Sebagai balasan perbuatan kalian, aku akan mengubah kalian menjadi monyet!” lanjut wanita cantik itu.

Dengan hanya bertepuk tangan, semua sendok yang berserakan menempel pada tubuh setiap tamu dan berubah menjadi ekor. Pakaian yang dikenakan para tamu berubah menjadi bulu-bulu yang kasar dan panjang. Saat mereka berusaha bicara, suara yang keluar terdengar aneh. Raja dan Ratu serta para tamu undangan berubah menjadi monyet.

Raja dan Ratu berlari ke dalam istana. Tapi, para penjaga istana tidak lagi mengenali mereka. Para penjaga pun melempari Raja dan Ratu dengan batu.

“Pergi! Pergi!” usir para penjaga. “Kalian makhluk bau dan kotor tidak pantas berada di sini. Ini istana Raja. Pergi, makhluk menjijikkan!”

Raja dan Ratu tidak tahu harus pergi kemana. Sejak peristiwa itu, mereka bersembunyi dan hidup di hutan. @@@

Mentari, Edisi – Tahun –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s