Dongeng

Kesalahan Pemimpin

Hasil gambar untuk gambar kartun pemimpin

Dahulu kala, hiduplah seorang Raja bernama Raja Gatra. Raja Gatra adalah raja yang adil dan bijaksana. Tidak peduli pejabat mau pun rakyat, jika bersalah pasti dihukum.

Suatu hari, Raja Gatra bermaksud membangun suatu jembatan. Jembatan itu menghubungkan Desa Curah dengan istana. Biasanya perjalanan dari Desa Curah ke istana, harus memutar jauh. Jika lewat sungai, arusnya terlalu deras. Maka muncullah rencananya, untuk membangun jembatan itu.

Untuk memimpin pembangunan itu, diutuslah seorang Telik Sandi yang bernama Jalu Abang. Jalu Abang diberi bahan lengkap, untuk membangun jembatan. Raja sepenuhnya mempercayakan pada Jalu Abang.
Jalu Abang dengan sepenuh hati mematuhi perintah Raja Gatra. Pembangunan jembatan adalah tugas Jalu Abang, yang kesekian kali. Sebelumnya, ia pernah diutus membangun gerbang istana, bendungan dan masih banyak lagi.

Entah kenapa, diam-diam Jalu Abang mempunyai niat buruk. Ia lihat, bahan bangunan dan uang untuk pembangunan jembatan sangat banyak. Ia berpikir, jika bahan atau uang itu diambil sedikit saja, Raja atau rakyat tidak akan tahu.

Jalu Abang diam-diam memakai uang kerajaan. Ia juga mengambil bahan membangun jembatan, untuk membangun rumahnya. Tanpa sepengetahuan Jalu Abang, seorang anak kecil mengetahui perbuatan jahat itu. Tapi, anak kecil itu hanya diam.

Saat pembangunan jembatan, rupanya kesadaran rakyat masih belum penuh. Mereka malas membangun jembatan, karena tidak mengerti kegunaan jembatan itu. Barulah setelah Jalu Abang menjelaskan kegunaannya, rakyat mulai mau bekerja.

Saat bekerja, seorang Rakyat yang bernama Wongso, mencuri bahan bangunan. Semua ulahnya tidak diketahui oleh Jalu Abang atau pekerja lain. Lama kelamaan temannya ada yang tahu. Mereka pun ikut-ikutan mengambil bahan bangunan. Akibatnya, dalam waktu singkat bahan bangunan cepat habis. Padahal, jembatan masih belum selesai di bangun.

Hari berikutnya, Jalu Abang memergoki seorang rakyat mencuri bahan bangunan. Ia pun marah dan melaporkan orang itu pada Raja. Raja memberi hukuman yang setimpal pada orang tersebut.

Keesokan harinya, ada seorang anak kecil yang menemui Raja Gatra. Semula Raja enggan menerimanya, tetapi karena anak kecil itu terus memaksa, akhirnya Raja Gatra mau menerima anak kecil itu.

“Ampun Baginda Raja. Hamba mohon maaf, karena mengganggu Paduka,” ujar anak kecil itu penuh hormat.
“Sebenarnya apa yang ingin kau katakan, bocah kecil. Sebegitu pentingkah, sehingga kau harus menemuiku secara langsung?” tanya Raja Gatra.


“Benar, Paduka. Apa yang akan saya sampaikan sangatlah penting,” jawab bocah kecil itu.

“Kalau begitu, cepat katakan!”


“Tindakan Paduka kemarin menangkap ayah saya, adalah memang benar. Tetapi apakah Paduka tahu, kenapa ayah hamba mencuri? Kenapa rakyat yang lain, ikut-ikutan mencuri?”


“Kenapa?” tanya Raja Gatra penasaran.

“Dulu saya pernah melihat telik sandi Baginda, mencuri bahan bangunan. Lalu saya menceritakan kejadian itu, pada ayah saya. Lalu, ayah saya ikut-ikutan mencuri. Kemudian yang lain pun jadi ikut-ikutan mencuri. Akibatnya dalam sekejap, bahan bangunan untuk jembatan cepat habis. Jadi, karena pemimpinlah asal mula kesalahan ini, Baginda,” jelas anak kecil itu panjang.


Usai mendengar itu, Raja Gatra langsung memanggil Jalu Abang. Jalu Abang tidak bisa mengelak, saat anak kecil itu mengatakan, ia telah mencuri bahan bangunan. Raja pun marah dan menghukum Jalu Abang, dengan hukuman setimpal. Sementara itu, ayah anak kecil itu diberi keringanan hukuman.


Pembangunan jembatan kemudian dilanjutkan. Tetapi kali ini, Raja memilih telik sandi yang benar-benar bisa dipercaya. Karena benar menurut anak kecil itu, bahwa kesalahan pemimpin bisa dengan mudah ditiru bawahannya. @@@

Majalah Mentari Edisi —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s