Cerita Misteri

Misteri Kucing Belang Telon

“Huss, pergi! Pergi!” ujar Kak Sam mengusir seekor kucing yang masuk ke dalam rumahnya. Kucing itu diam saja, seakan tidak menggubris ocehan Kak Sam. Kak Sam semakin jengkel, ia kemudian menakut-nakuti kucing itu dengan sapu lidi. Sontak kucing itu pun lari ketakutan. “Sam hati-hati! Jangan sembarangan mengusir kucing belang telon seperti itu. Kata banyak orang kucing seperti itu keramat!” teriak Tante Lisa.

Kak Sam kaget juga mendengarnya. “Huhhh, kucing seperti begitu saja kok dibilang keramat segala,” gumam Kak Sam tak habis mengerti. Wujud kucing itu sebenarnya sama saja dengan kucing-kucing kampong biasa, hanya saja warnanya yang berbeda. Ada tiga warna mencolok di tubuhnya, putih, merah dan hitam. Dan kata banyak orang, kucing dengan tiga warna seperti itu sangat langka. Mungkin karena itulah banyak orang yang kemudian mengkeramatkannya.
Kak Sam tidak peduli dengan omongan banyak orang, yang jelas ia memang kurang suka dengan hewan kucing, itu saja. Namun beberapa hari ini Kak Sam merasa heran juga, kucing belang telon itu setiap hari langsung datang ke rumahnya. Padahal setiap hari juga Kak Sam berusaha menghalaunya. Tapi entah mengapa kucing itu selalu datang dan datang lagi. Anehnya lagi, semua tetangga Kak Sam tak ada yang mengakui memiliki kucing seperti itu. “Lalu itu kucing siapa??” tanya Tante Lisa. Kak Sam menggeleng sambil mengangkat bahunya.
Sepulang kantor, Kak Sam mampir ke warung bakso Pak Kumis. Saat itu menunjukkan pukul 7 malam. Tiba-tiba ketika hendak menyantap bakso, Kak Sam melihat kucing belang telon itu ada di depan pintu warung bakso itu sambil mengeong keras sekali. Kak Sam kaget sekali melihatnya. “Masak sih itu kucing belang telon yang sering datang ke rumah itu?? Bagaimana mungkin ia sampai kemari? Jarak rumah dengan warung bakso ini kan masih jauh, sekitar 5 km, jalannya pun belok-belok?” gumam Kak Sam tak habis mengerti.
Kucing itu terus mengeong dan kemudian masuk mendekati Kak Sam. Pemilik warung bakso itu pun bergegas mengusirnya. Tapi kucing belang telon itu tetap saja tak mau pergi. Ia terus mengeong dan terus berusaha mendekati Kak Sam. Aneh sekali. Sepertinya kucing itu hendak menyampaikan pesan penting pada Kak Sam. Kak Sam makin gusar dengan tingkah kucing itu. Entah mengapa ia langsung teringat pada rumahnya. “Jangan-jangan ada sesuatu di rumah?” gumam Kak Sam sambil memacu sepeda motornya.
Suasana rumah tampak sepi sekali. “Tante Lisa? Tante Lisa dimana?” teriak Kak Sam. Sepi. Tak ada jawaban. Tiba-tiba kucing belang telon itu sudah ada di teras rumah Kak Sam. Ia mengeong keras sekali, seakan panik dan bingung. “Hai, bagaimana mungkin kau bisa cepat sekali sampai kemari? Bukankah kau tadi kutinggal di warung Bakso Pak Kumis??” ujar Kak Sam. Kucing itu terus mengeong, seakan meminta Kak Sam segera membuka pintu rumahnya. Astaga, ternyata pintu rumah tidak terkunci. Kemana Tante Lisa? Kucing itu langsung mengajak Kak Sam ke kamar mandi belakang. Astaga, Tante Lisa pingsan di kamar mandi! Kasihan sekali, pelipis kiri Tante Lisa luka cukup parah. Mungkin ketika jatuh tadi kepalanya sempat membentur bak mandi.
“Syukurlah anda cepat membawa Tante anda ke rumah sakit! Ia cepat tertolong! Wah, kalau saja terlambat, entah apa yang akan terjadi,” kata dokter pada Kak Sam. Kak Sam langsung bernafas lega. Wartawan muda itu pun tersenyum melihat Tante Lisa sudah sadar. “Terima kasih Sam, untung kau cepat datang. Siapa yang memberitahumu?” ujar Tante Lisa sambil memegangi kepalanya yang dibalut perban. “K-kucing i-itu!”. “Maksudmu … kucing belang telon itu?”. Kak Sam mengangguk berlahan. “Lho? B-bagaimana mungkin??”. Kak Sam menggeleng kepala sambil mengangkat bahunya.
Anehnya sejak saat itu, kucing belang telon itu tak pernah muncul lagi di rumah Kak Sam. Tetangga sekitar pun tak ada yang tahu kemana perginya kucing misterius itu. @@@

 

Sumber: Mentari Edisi 491 Tahun 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s